Connect with us

Adat

Gubernur, Kapolda, Bupati Manokwari Canangkan Vaksinasi Covid-19 Tahap II Se-PB

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Kasdam XVIII Kasuari, Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH, Wakil Ketua DPR Papua Barat serta jajaran Forkopinda melaunching Vaksinasi Tahap II Se-Papua Barat, Rabu (3/3/2021) di Gedung Arfak Polda PB.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, Kasdam XVIII Kasuari, Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH, Wakil Ketua DPR Papua Barat serta jajaran Forkopinda melaunching Vaksinasi Tahap II Se-Papua Barat.

Launching Vaksinasi tersebut dipusatkan di Gedung Auditorium Arfak Polda Papua Barat, Rabu (3/3/2021) dirangkaikan dengan Screening serta Penyuntikan Vaksin Covid-19.

Gubernur mengatakan, pada 2 Maret 2021 lalu tepatnya Indonesia memasuki tahun pertama pandemi covid-19 dan sampai saat ini laju penambahan kasus positif maupun kematian masih belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Memang kita sadari bahwa upaya pengendalian pandemi melalui peran masyarakat dalam disiplin 3 M dan upaya 3 T oleh pemerintah sebagai Kunci keberhasilan memutus mata rantai penularan Covid-19 masih sering menemui tantangan.

“Menyikapi realita ini maka sangat diperlukan upaya perlindungan yang lebih spesifik dalam menghadapi langsung virus covid-19, yaitu melalui vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh, mulai tanggal 13 Januari 2021 secara resmi program vaksinasi covid 19 di laksanakan di seluruh Indonesia termasuk di 13 kabupaten kota di Papua Barat,”ungkap Gubernur Dominggus

Dengan sasaran tahap pertama kepada tenaga kesehatan Pada pelaksanaan tahap pertama 14 Januari 2021 sampai dengan 28 Februari 2021 telah mencapai 82% tenaga kesehatan, dan petugas di Papua Barat berhasil divaksinasi dosis pertama dan dosis kedua 57% .

“Saya berharap seluruh Tenaga Kesehatan sebagai Garda terdepan yang paling beresiko tertular maupun menularkan segera melengkapi dosis vaksinasinya sebagai upaya melindungi diri sendiri dan orang lain,”harap Gubernur

Contoh baik telah diperlihatkan pada launching hari ini, di mana telah terjadi kolaborasi antara instansi kesehatan dan Polda Papua Barat, pihak kesehatan menyediakan tenaga pelaksana dan pihak kepolisian memfasilitasi tempat maupun sarana pendukung yang dibutuhkan untuk vaksinasi sekitar 300an sasaran.

Sementara, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, Derek Ampnier dalam laporannya mengatakan,
Pada maret 2021 penyuntikan Vaksin masuk tahap 2 dengan target sasarannya, kepada lansia dan pelayanan publik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

Dan Untuk Papua Barat, sasarannya kepada 146. 993 orang yang menjadi target vaksinasi sampai akhir Mei 2021. Dan untuk dapat mencapai target tersebut diperlukan dukungan dan kerjasama dari semua pihak yang ada di Provinsi Papua Barat.

Tujuan dari pelaksanaan Vaksinasi ini adalah untuk menyebarluaskan informasi vaksinasi cofid-19 tahap II kepada masyarakat luas. Pelaksanaan ini juga tidak terlepas dari kerjasama dan sinergitas antara pemerintah daerah TNI-Polri, sektor swasta BUMN organisasi profesi dan masyarakat.

Sasaran vaksinasi covid 19 tersebut dibagi menjadi beberapa temin sesuai dengan alokasi vaksin dari pusat yang akan dikirim secara bertahap. Tahap 1 termin 1 sat ini baru mencapai 10.125 sasaran.

Yang terdiri dari 5.670 lansia di Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong. Dan 4.455 pelayanan publik yang tersebar di 13 kabupaten kota.

Untuk itu agar bisa didapatkan manfaat optimal dalam pengurangan kasus kesakitan dan kematian maka setiap kabupaten kota akan kembali Membuat strategi prioritas sesuai dengan kerentanan dan faktor resiko sasaran bagi yang belum terlayani pada termin 1 ini akan tetap diberikan haknya sesuai dengan alokasi vaksin dari pusat.

Kegiatan pencanangan vaksin covid 19 tahap 2 tingkat Provinsi Papua Barat dan kabupaten Manokwari dipusatkan di aula arfak Papua Barat yang diikuti lebih kurang 50 orang termasuk perwakilan pejabat publik dan setiap pelayanan publik, keamanan pedagang wartawan dan sasaran lain yang masuk prioritas tahap II.

Tenaga pelaksana berasal dari Dinkes provinsi Papua Barat Dinkes Kabupaten Manokwari Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Papua Barat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat, Rumah Sakit , Puskesmas selanjutnya kegiatan akan diikuti dengan pelaksanaan vaksinasi massal secara serentak di kabupaten kota.

Untuk Manokwari lokasi vaksinasinya di Gedung Arfak Polda Papua Barat target 300 orang, Teluk wondama dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah wondama target 180 orang, Fakfak lokasi Aula Polres Fakfak target 100 orang.

Kemudian Untuk kota Sorong lokasinya di Aulah Walikota sorong dan semua pos vaksinasi target 500 orang Kabupaten Sorong lokasi Polres Sorong target 50 orang, Kaimana dipusatkan di Aula Polres Kaimana target 150 orang, Teluk Bintuni lokasi Polres teluk Bintuni target 200 orang Raja Ampat lokasi Polres Raja Ampat 50 orang.(JP/alb)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Bupati Hermus Keluarkan SE Terkait Virus ASF Yang Diduga Penyebab Kematian Ternak Babi

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou, SIP, MH telah mengeluarkan surat edaran meminta semua pihak untuk waspada terhadap virus demam babi Afrika.

Surat edaran bupati Kabupaten Manokwari nomor : 524.3/324. Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit pada ternak babi di Kabupaten itu ditandatangani bupati Manokwari per Rkamis 22 April 2021.

Sehubungan dengan peningkatan kasus penyakit dan kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari pada khususnya serta hasil investigasi Balai Besar Veteriner Kabupaten Maros terhadap kematian ternak babi di wilayah kabupaten Manokwari , dengan diagnosa sementara bahwa kematian ternak babi yang terjadi disebabkan oleh virus Afrika Africa twin dengan ini disampaikan informasi dan himbauan sebagai berikut,
1: Penyakit virus African swine fever atau demam babi Afrika adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan kematian yang tinggi pada ternak babi dan masih belum ditemukan vaksin dan obat untuk penanggulangannya. Penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung, serangga, pakaian, peralatan, peternak, kendaraan, dan pakan yang terkontaminasi.

2: Khususnya peternak dan penjual produk daging babi diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan penyakit ASF dengan penerapan budaya dan biosecurity yang baik menempuh:
A: Menjaga kebersihan kandang ternak dengan pembersihan minimal dua kali sehari, disinfektasi kandang secara berkala, membatasi keluar masuk orang yang tidak berkepentingan pada lingkungan kandang.
B: Pemberian pakan pada ternak sesuai kuantitas dan kualitas.
C: Tidak membiarkan pakan sisa rumah tangga, restoran pelabuhan hotel pada ternak karena dapat merupakan media penularan penyakit.
D: Jika ada dugaan ASF atau ditemukan babi yang sakit atau mati diharapkan segera melapor kepada petugas Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari atau Penyuluh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat 1 X 24 jam. Segera dikubur dan Dilarang membuang ke sungai laut atau hutan untuk mencegah lebih luas penyakit abses. Tidak menjual ternak dan daging babi yang terindikasi sakit.
F: Pengusaha penjual ternak dan daging babi untuk sementara dilarang memasukkan ternak babi dari luar Kabupaten Manokwari karena kasus penyakit ternak babi telah terjadi pada kabupaten lain di wilayah Provinsi Papua Barat.

3. Dinas Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Manokwari agar segera melaksanakan langkah-langkah antisipatif dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular pada ternak babi menerima dan merekap laporan kejadian penyakit dan kematian ternak babi yang terjadi di wilayah kabupaten Manokwari.

4. Dinas lingkungan hidup dan pertahanan Pertanahan Kabupaten Manokwari agar tetap memperhatikan mengantisipasi dampak lingkungan terhadap wabah Penyakit ini.
5. kepala distrik dan kepala Kelurahan Kampung agar terus berpartisipasi dalam melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak babi dan wajib memberi penekanan kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai ternak di sembarang tempat melainkan harus menguburkan ke dalam tanah demikian untuk dilaksanakan.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Ratusan Ternak Babi Di Manokwari, Mansel dan Pegaf Mati Diduga Terserang Virus ASF

Published

on

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, drh Hendrikus Fatem.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat drh Hendrikus Fatem mengatakan, kematian ratusan ternak babi di tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat dalam satu bulan berjalan masih diselidiki tim terpadu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.

Dugaan sementara ratusan ternak babi di kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak itu mati terserang virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF).

“Tim terpadu telah melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan atau diagnosis di Balai Besar Veteliner (BBVet) Maros Sulawesi Selatan,” kata Fatem.

Fatem mengatakan laporan masyarakat atas kematian ternak babi tertinggi di kabupaten Manokwari dalam dua pekan terakhir. Kasus yang sama juga terjadi di kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Dia mengatakan tim terpadu yang terdiri dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Papua Barat bersama petugas BBVet Maros sedang melakukan investigasi untuk memastikan jenis virus tersebut.

“Pemerintah masih menunggu hasil uji lab BBVet Maros untuk memastikan penyebab kemarian ratusan ternak babi itu. Meski dugaan sementara adalah virus demam babi Afrika (African swine fever/ASF),” katanya.

Sementara, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Manokwari kasus kematian ternak babi di daerah itu mencapai 171 ekor dalam dua pekan terakhir.

“Data terakhir, sebayak 171 ternak babi milik warga kabupaten Manokwari mati. Itu tersebar di wilayah Borobudur kelurahan Padarni Distrik Manokwari Barat, Distrik Manokwari Utara dan Distrik Warmare,” kata Wanto, kepala pelaksana BPBD kabupaten Manokwari.

Wanto menuturkan, kasus kematian ternak babi di daerah itu masih terus dipantau sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BBVet Maros oleh tim terpadu provinsi Papua Barat.

“Belum diketahui penyebab kematian ratusan ternak babi ini, kami masih berkoordinasi dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Papua Barat,” katanya.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Seleksi Jabatan Eselon II Masuk Tahap Akhir, Gubernur: Secepatnya Digelar Pelantikan

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Proses seleksi Jabatan Eselon II dilingkungan Pemprov Papua Barat sudah masuk tahap akhir, diharapkan dalam waktu dekat pelantikan dilakukan.

Hal itu dikatakan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada awak media di kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Kamis ( 22/04/2021 ). Menurut ia, Seleksi lelang jabatan sudah dilakukan dan saat ini masuk tahap akhir, selanjutnya hasil tersebut diserahkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara ( KASN ) untuk segera disetujui.

“Kalau itu sudah kita lakukan maka selanjutnya kita percepat proses pelantikan, mengingat ada beberapa Jabatan Kepala OPD yang masih dijabat oleh plt,”kata Gubernur

Sebab hingga saat ini, OPD terkait yang masih dijabat oleh Plt belum menerima DPA, karena terbentur aturan. Sehingga proses pelantikan dimaksud harus dipercepat setelah KASN menyetujui hasil seleksi Jabatan Eselon II.

“Jadi OPD yang kepala dinasnya masih dijabat plt mereka akan menerima DPA setelah kepala dinas definitivnya  dilantik,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta