Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Bahas Izin Prinsip Tambang Emas, Pemkab Pegaf Akan Bertemu Pemprov

Published

on

Sekda Kabupaten Pegaf, Everd Dowansiba.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Potensi tambang emas di Distrik Minyambauw dan Testega di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) saat ini mulai dilirik oleh pemda setempat dan akan segera disiapkan perijinannya.

“Potensi tambang ini sudah diketahui termasuk masyarakat di Pegaf. Sehingga sesegera mungkin kita akan mengurus hal-hal terkait izin prinsip, dan kami masih menunggu izin itu dari Pemerintah Provinsi Papua Barat,” ujar Sekda Kabupaten Pegaf, Everd Dowansiba.

Dia juga mengatakan izin prinsip mengenai tambang dan juga Kehutanan itu kewenangannya di provinsi, sehingga Pemkab hanya sifatnya berkoordinasi terkait perijinan tersebut.

“Diupayakan dalam waktu dekat kita akan bentuk tim untuk bekerjasama dengan provinsi dalam hal ini dinas terkait, dan dalam pengelolaannya tentu melibatkan masyarakat adat setempat,” tukasnya.

Selain itu, keberadaan izin ini agar tidak terkesan ilegal ketika masyarakat melakukan aktivitas pendulangan emas, serta ada wadah yang mengatur aktivitas masyarakat tersebut.

“Izin prinsip ini juga untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, agar kedepannya tidak ada masalah, apalagi akan didirikan koperasi tambang,” tukasnya.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

2021, Disbudpar Fokus Pada Pengembangan Wisata Kepulaan Auri

Published

on

Pesona Wisata di Salah Satu Kepulauan Auri, Distrik Roon Kabupaten Teluk Wondama.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat akan fokus pada pengembangan Wisata Kepulaun Auri Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama. Pasalnya, potensi pariwisata di kepulauan Auri dinilai sangat menjanjikan dan dapat berimplikasi pada perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi PB, Yusak Wabia menyebut, keterbatasan disaat pandemi Covid-19 saat ini tidak mengurangi rencana pemanfaatan dan pengelolaah potensi daerah di sektor Pariwisata secara berkelanjutan dengan konsep pelestarian alam.

“Tahun depan selain Kepulauan Auri, beberapa objek wisata juga akan dikembangkan termasuk di Manokwari, ” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan objek wisata dapat menambah jumlah objek wisata yang ada di Papua Barat. Sehingga, wisatatawa tidak hanha terfokus pada satu destinasi saja.

“Papua Barat memiliki banyak potensi wisata yang cukup melimpah ruah, baik wisata bawah air, wisata alam pegunungan wisata budaya dan juga wisata-wisata buatan,” tandasnya.

Terkait kepulauan Auri, Yusak mengaku telah bertemu dan mendiskusikan rencana pengembangan bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk wondama.

“Awal tahun 2021 program untuk pengembangannya dimulai. Kepulauan Auri, memiliki objek Wisata alam yang sangat indah dan luar biasa, sehingga jika dikembangkan maka akan menjadi Hawainya Papua Barat di Teluk Wondama,” tekannya. (alb)

Continue Reading

DPRD Manokwari

Masifnya Peredaran Miras Di Manokwari Karena Bekingan

Published

on

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Papua Barat, Musa Sombuk.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com-Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Papua Barat menilai, pemusnahan miras yang kerap dilakukan institusi penegak hukum tak serta merta menyelesaikan persoalan miras. Ketua ORI Papua Barat, Musa Sombuk menyebut, masifnya peredaran miras di Manokwari justru lantaran dukungan atau bekingan pihak tertentu.

“Pedagang miras saya rasa tidak senakal yang sekarang ini. Dia nakal karena ada yang beckup dan dia merasa ada orang kuat dibelakang penjualnya. Makanya dia berani menabrak aturan, dan itu bukan rahasia umum lagi. Tanpa di beking oknum aparat tidak mungkin ada peredaran miras yang begitu massif. Miraskan segala sesuatu yang tidak bisa dihilangkan, dia legal tapi dikendalikan sampai batas yang masuk akal,” ujarnya saat ditemui di kantornya, kemarin.

Musa meminta, dari sisi penegak hukum harus dikroscek kembali siapa siapa oknum yang terlibat dalam peredara. Kemudian juga soal perijinan dari sisi pemerintah dengan melibatkan satpol pp sebagai intitusi penegak Perda dengan menerapkan berbagai pembatasan.

“Instansi terkait harus mengatur, dan yang berijin saja yang boleh mengedarkannya dan itu di awasi oleh pemberi ijin. Sebab, selagi ada ijin. menjual miras itu bukan tindakan Pidana. Hanya tempatnya diatur, seperti tidak boleh dekat sekolah, rumah ibadah, dan kemudian jam buka tidak boleh 24 jam, dibuka pada waktu tertentu dan dalam pengawasan ” tandasnya. (alb)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Harga Daging Sapi Jelang Idul Adha Masih Stabil

Published

on

Salah Satu Penjual Daging Sapi, Abas//

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Harga daging sapi lokal di Manokwari menjelang perayaan Idul Adha, masih stabil. Terjadi beberapa peningkatan harga di para penjual daging namun kisarannya hanya sekitar Rp 20.000

Abas, salah satu penjual daging sapi mengatakan harga daging sapi tidak melonjak seperti perayaan idul fitri sebelumnya.

“Peminat daging sapi justru menurun.
Untuk kategori daging super itu kita jual seharga Rp 140.000, yang biasa Rp 120. 000 per kilonya, kemudian harga tulang kisaran Rp 80.000 dari yang biasa Rp 70.000 per kilonya,” ujarnya.

Menurutnya, dihari biasa, mereka biasa menyembelih dua sampai tiga ekor sapi untuk dijual dagingnya. Namun saat hari raya nanti, kata Abas mereka akan menyembelih sekitar empat ekor.

“Saat perayaan peminantnya akan banyak, tapi harganya akan tetap,” terangnya.

Berbeda dengn saat Idulfitri. Kata abas, kala itu kisaran perkilonya di jual Rp 150.000. Itu lantaran pembelinya benar benar banyak. Sapi yang mereka sembelih untuk dijual itu memiliki kisaran harga perekornya.

“alau jantan ada yang 10 – 15 juta, bahkan ada yang sampai 20 juta. Kalau betina sekitar 4 – 6 juta paling tinggi 10 juta.” tambanya. (alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta