Connect with us

Adat

Warga Manokwari Diharapkan Tak Kuatir Soal Aksi Kampanye Damai

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Dewan Adat Papua wilayah III Doberay, Johan Warijo, mengimbau warga Manokwari, untuk tidak kuatir dengan aksi kampanye damai yang akan digelar , Kamis (19/9/2019).

“Masyarakat tidak perlu kuatir dengan aksi kampanye damai yang akan dilaksanakan besok. Ini aksi damai, bukan kekerasan,” ucap Warijo, di kantor DAP III Doberay, Rabu (18/9/2019).

Dia mengatakan, telah dilaksanakan Pawai Damai, serta pertemuaan 61 tokoh dengan Presiden di Jakarta, namun itu belum menjawab penyelesaian masalah Rasis yang menimpah mahasiswa Papua di Jawa Timur.

“DAP sebagai wadah masyarakat Adat menyediakan ruang kepada masyarakat Papua untuk menyatakan pendapatnya, secara damai kepada pemerintah. Sehingga akan dalam bentuk kampanye damai tersebut,” tukasnya.

Dia juga menyebut pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan aksi tersebut ke Polisi.

“Kita sudah masukan surat ke Kepolisian, sudah Koordinasi. Jadi masyarakat tidak perlu kuatir, hanya dilakukan kampanye damai disertai dengan tuntutan aspirasi,” terangnya.

Menurut dia, pihaknya serta warga Manokwari juga telah trauma dengan kasus kekerasan dan pembakaran yang terjadi tanggal 19 Agustus 2019 lalu. Apalagi pasca aksi tersebut ada orang ditangkap.

“Kita tidak mau kejadian seperti itu terjadi lagi dan jangan sampai ada orang yang di DPO kan polisi. Sehingga saat ini kita sediakan ruang agar masyarakat menyampaikan tuntutan mereka secara damai tanpa anarkis,” jelasnya.

Johan menambahkan aksi ini bakal diisi dengan mimbar budaya, berupa tambur dan seruling untuk mengkampanyekan Papua Tanah Damai.

“Kita dewan adat mengayomi semua suku yang ada, kita mau agar Papua Damai. Aksi ini juga ada mimbar budaya. Dengan mimbar budaya, diharapkan aparat kepolisiaan tidak memandang aksi yang dilakukan oleh rakyat Papua sebagai aksi kekerasan,” tandasnya.

Sementara, Ketua Komunitas Anak West Papua, Zeth Tata, mengaku ruang yang tepat untuk menyampaikan aspirasi oleh masyarakat adat secara umum adalah mimbar bebas. Agar masyarakat tidak kaku dalam ruang seperti yang diinginkan oleh Pemerintah.

“Dalam Negara Demokrasi, menyampaikan Pendapat dimuka umum, adalah sah karena sudah diatur dalam UU No. 9 tahun 1998,” ucapnya.

“Kami harap aparat kepolisian tidak membatasi ruang bagi masyarakat adat. Jangan ada pemikiran, orang papua kalau demo nanti kacau, rusuh. Ini pikiran diskiriminasi rasial. Jadi kalau ada hal lain yang rusuh berarti ada intervensi dari pihak luar,” tutupnya.(js)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Mendagri Setujui, Pelantikan 4 Bupati Besok Secara Tatap Muka Di Manokwari

Published

on

Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, Setda Papua Barat, Agustinus Rumbino S.IP., M.Si.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Mentri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian telah menyetujui pelaksanaan pelantikan 4 Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dilakukan secara tatap Muka di Manokwari, pada Jumat (26/2/2021).

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) Setda Provinsi Papua Barat, Agustinus Rumbino S.IP M.Si Kamis (25/2/2021) di Kantor Gubernur PB, Arfai, Manokwari.

“Jadi terkait pelantikan sudah disetujui Mendagri untuk dilaksanakan secara tatap muka untuk 4 Bupati terpilih, baik Bupati Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Raja Ampat,”sebut Rumbino

Menurut Rumbino pelantikan 4 Bupati tersebut dilakukan oleh Gubernur PB Drs Dominggus Mandacan, dan dipusatkan di Gedung Auditorium PKK Provinsi PB, di Arfai pukul 09.30 wit dengan tamu undangan yang sangat terbatas.

“Pelantikan ini sangat ketat aturannya karena pandemi covid-19 sehingga berdasarkan petunjuk Satgas hanya dihadiri oleh 25 orang tamu undangan, karena kita dipantau langsung secara virtual oleh pusat, juga satgas covid-19 Papua Barat.Tetapi untuk tamu, akan ada kebijakan agar bisa dihadiri hingga 50 orang pada pelantikan besok,”ujarnya

Untuk forkopimda masing-masing kabupaten yang tidak ikut dalam gedung pelantikan, pemerintah daerahnya menyiapkan beberapa tempat untuk dapat memantau langsung proses pelantikan tersebut secara virtual. Untuk forkopimda Manokwari disaksikan dari gedung wanita, Mansel di Hotel Aston, Pegaf di Hotel Swisbel, dan Raja Ampat di raja Ampat.

“Untuk persiapan pelantikan sudah hampir rampung, dan geladi resik dilakukan pada sore jam 16.00 wit yang dihadiri oleh Gubernur dan para bupati terpilih yang akan dilantik, serta forkopimda yang akan hadir dalam prosesi pelantikan dimaksud,”tandasnya

Ia juga mengaku, saat ini ke-4 bupati terpilih telah siap, dan khususnya bupati 3 daerah baik Bupati dan Wabub Mansel, Pegaf dan Raja Ampat sudah berada di Manokwari untuk persiapan pelantikan besok.(JP/me)

Continue Reading

Adat

Wujudkan Transparansi, Kapolri Launcing Aplikasi Dumas Presisi

Published

on

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), saat kegiatan Rakerwas Itwasum Polri Tahun Anggaran 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

JAKARTA,JAGATPAPUA.com– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Hal itu dilakukan untuk mewujudkan bentuk transparansi dan Handling Complain bagi masyarakat luas.

Peluncuran Aplikasi Dumas Presisi tersebut dilakukan saat kegiatan Rakerwas Itwasum Polri Tahun Anggaran 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021).

“Maksimalkan Aplikasi Dumas Presisi dan sosialisasikan kepada masyarakat, karena aplikasi ini merupakan wujud handling complain dan transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah, dan terukur,” kata Sigit dalam sambutannya.

Pada kegiatan itu, Sigit juga meminta kepada jajaran Itwasum Polri untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi informasi dan merumuskan cara bertindak dalam menangani berbagai permasalahan tugas di lapangan.

“Serap setiap informasi yang disampaikan oleh para narasumber, sebagai upaya memperkaya wawasan serta menyempurnakan strategi, teknis dan cara bertindak di lapangan,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Tak hanya itu, Sigit menginstruksikan untuk merajut kerjasama dan sinergitas lintas fungsi dan sektoral, bersama institusi pemerintah, APIP dan pengawas eksternal independen.

Lalu, melakukan pengelolaan dan menemukan solusi  terbaik dalam menangani pengaduan masyarakat, serta manfaatkan masukan dari pengamat dan pengawas eksternal Polri.

“Lakukan evaluasi tugas-tugas di bidang pengawasan dan pemeriksaan, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun khusus,” ucap mantan Kapolda Banten tersebut.

Kemudian, Sigit menekankan Rakerwas ini juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemikiran yang Out of The Box dalam rangka mengantisipasi kemungkinan penyimpangan yang dilakukan anggota dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.(JP/rls)

Continue Reading

Adat

Resmi Raih Gelar DR, Lakotani Ucapkan Selamat Kepada Nataniel Mandacan

Published

on

Wisuda Periode III Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang dilakukan secara virtual, yang diikuti oleh Sekda PB DR Nataniel Mandacan sebagai Wisudawan didampingi Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani serta seluruh Jajaran Pemprov PB, Rabu (24/2/2021) di Mansinam Beach Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Sekretaris Daerah Papua Barat resmi menyabet gelar Doktor (DR) pada Wisuda Periode III Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang dilakukan secara virtual, Rabu (24/2/2021).

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, M.Si memberikan apresiasi yang tinggi kepada DR Nataniel Dominggus Mandacan M.Si atas gelar baru yang dicapai. Karena tentu mendatangkan bahagia dan rasa syukur bagi bapak Sekda dan keluarga tetapi juga bagi seluruh jajaran pemerintah Provinsi PB.

“Selama pak Natan sudah berkiprah mendedikasikan semua kemampuannya untuk bersama pemerintah untuk membangun daerah PB selama ini. Saya berdiri mewakili Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov menyampaikan selamat dan berbahagia kami ikut berbangga dengan apa yang dicapai pak Sekda,”ungkap Lakotani, Rabu (24/2/2021) pada acara wisuda secara virtual di Mansinam Beach Hotel.

Sepintas dari pernyataan Sekda apa yang telah dicapainya dapat menjadi referensi pemerintah dalam merancang program kerja juga dalam membenahi birokrasi di daerah ini. Sehingga kedepan tata kelola pemerintahan dan geografis daerah ini semakin lebih baik dalam menghadirkan pemerintahan yang good government, dalam menyajikan proses pembangunan di atas tanah ini.

Ia mengajak jajaran Pemprov agar apa yang beliau tulis dalam presentasi beliau dapat diperbanyak dan dibagikan kepada semua OPD untuk menjadi panduan dan referensi kita bersama. Sehingga kedepan ada peningkatan pelayanan dan tata kelola pemerintahan yang dilakukan bersama secara baik.

Capaian ini, lebih lanjut Lakotani bahwa merupakan sebuah proses yang rumit dan membutuhkan perjuangan panjang dengan dukungan keluarga juga semua pihak sehingga beliau (Sekda) bisa dikukuhkan hari ini.

“Semua dukungan tentu akan menjadi catatan baik bagi beliau juga pemprov PB,”tandas Lakotani

Capaian Ini juga tentu menjadi bekal yang baik untuk beliau dalam memasuki purna tugas tahun 2022, untuk berkiprah dibidang lainnya demi membangun Papua Barat yang maju dan berkualitas.

Sementara, Sekda Papua Barat juga menyampaikan Terima kasih kepada Bapak Agus Sumule bersama tim juga beberapa pihak lainnya yang telah membantunya selama proses perkuliahan hingga diwisuda denga Gelar DR.

“Juga semua staf saya dikantor yang sudah membantu saya, saya terima kasih.
Perkuliahan yang dilakukan hingga mencapai gelar DR merupakan tugas dan tanggung jawab saya dalam melaksanakan tugas saya sebagai sekda diwilayah PB, secara khusus dalam substansi penelitian saya terkait perilaku birokrasi di PB.(JP/alb)

 

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta