Connect with us

Headline

Update Corona Per 20 September, 1495 Positif, 904 Sembuh

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com -Total jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Papua Barat mencapai 1495 kasus. Ada penambahan 60 kasus positif pada Minggu (20/9/2020).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 904 orang dinyatakan telah sembuh dan 26 orang terkonfirmasi positif meninggal dunia.

Data tersebut merupakan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, pada pukul 13.00 WIT.

Sementara untuk penambahan kasus positif hari ini, berasal dari Kota Sorong 32 orang, Manokwari 16 orang, Kabupaten Sorong 7 orang, dan Teluk Bintuni 5 orang.

“Jumlah pasien sembuh hari ini ada 50 orang, dari Teluk Bintuni 36 orang, Manokwari 10 orang, Kabupaten Sorong 3 orang dan Maybrat 1 orang, sehingga total sembuh hingga hari ini ada 904 orang,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, melalui rilisnya.

Sementara itu, jumlah suspek ada 1985 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 8827. Untuk sebaran wilayah masih di 11 kabupaten dan 1 kota, dengan kasus tertinggi di Kota Sorong 642 diikuti Kabupaten Teluk Bintuni 315 kasus.

Sedangkan dua Kabupaten, yakni Tambrauw dan Pegunungan Arfak, masih dikategorikan 0 kasus.

Tiniap juga mengatakan dari data yang ada menunjukan bahwa virus ini dapat menginfeksi siapa saja, tanpa memandang status, pekerjaan, jabatan, suku dan agama.

Untuk itu dia menghimbau agar semua orang tanpa terkecuali dapat menerapkan protokol kesehatan (jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker).

“Yang tidak bisa ditawar dan wajib hukumnya adalah penggunaan masker. Sehingga mari kita semua tetap waspadah, saling mengingatkan, saling melindungi, mengambil tanggungjawab untuk melindungi diri kita, keluarga, dan masyarakat luas,” tandasnya.(red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bawaslu Manokwari

Sembilan KPU di Papua Barat Tetapkan DPT Pilkada 2020, Ini Rinciannya

Published

on

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 9 KPU kabupaten/kota sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada serentak 2020 masing-masing daerahnya.

Kesembilan daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020, yakni Raja Ampat, Sorong Selatan,Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan kabupaten Manokwari.

“Saya beri apresiasi kepada teman-teman KPU di sembilan daerah, karena satu tahapan telah sukses, yaitu pleno penetapan DPT untuk Pilkada 2020, tentunya dengan mematuhi aturan dan anjuran yang berlaku di masa Pandemi Covid-19,” kata Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Paskalis Semunya, Rabu (21/10/2020).

Dia menyebut berdasarkan data yang diterima dari 715.724 jiwa atau rasio 60,95 persen penduduk Papua Barat, yang memiliki hak pilih, telah terdata dalam DPT Pilkada 2020 di sembilan daerah, sebanyak 436.243, dengan rincian 224.472 (pemilih laki-laki) dan 211.771 (pemilih perempuan).

“Pilkada 2020 di sembilah daerah ini akan berlangsung di 125 kecamatan/distrik, 1.068 desa dan 1.897 Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujarnya.

Dia melanjutkan secara teknis pelaksanaan Pilkada 2020 akan melibatkan 3.203 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 625 Panitia Pemilihan Distrik (PPD).

Adapun rincian total DPT Pilkada 2020, yakni Raja Ampat 36.771 pemilih, Sorong Selatan 45.829 pemilih, Teluk Bintuni 45.807 pemilih, Fakfak 50.206 pemilih, Kaimana 32.505 pemilih, Teluk Wondama 25.947 pemilih, Manokwari Selatan 29.360 pemikih, Pegunungan Arfak 33.423 pemilih dan Manokwari 136.395 pemilih.

Kepala Bagian (Kabag) pengawasan Bawaslu Provinsi Papua Barat, Supriono menyatakan secara umum tahapan Pilkada 2020 serentak di Papua Barat berjalan kondusif, paska penetapan DPT oleh masing-masing KPU.

“Sesuai laporan Bawaslu setempat belum ditemukan pelanggaran selama penetapan DPT. Saat ini kita juga fokus pengawasan masa kampanye,” tandasnya.(sos)

Continue Reading

Headline

Gubernur : Disiplin Protokol Kesehatan Jadi Kunci Cegah Penularan Covid-19

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Penularan virus corona (Covid-19), masih terus terjadi di wilayah kabupaten/kota di Papua Barat, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).

Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, mencatat hingga Sabtu, (17/10/2020), tercatat 3.465 orang terkonfirmasi positif, dan tingkat kesembuhan 2.504 orang.

Upaya disiplin warga untuk menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Disiplin menjadi indikasi terhadap dampak terjadinya kasus penularan. Disiplin untuk mematuhi protol kesehatan harus dikuatkan dengan melaksanakan gerakan 3 M (Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” kata Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Sabtu (17/10/2020).

Gubernur melanjutkan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Papua Barat menjadi pertanda kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman saat beraktifitas di luar.

“Kasus ini dapat diatasi jika kita membangun kesadaran bersama untuk mematuhi 3 M,” ucapnya.

Gubernur juga berharap peranan aparat penegak hukum seperti Satpol PP dan TNI/Polri tidak dengan pendekatan kekerasan dalam menyadarkan warga mematuhi protokol kesehatan.

“Seluruh masyarakat telah mengetahui bahaya Covid -19. Karena itu sikap mawas diri harus diikuti dengan kesadaran melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” tandas Gubernur.(sos)

Continue Reading

Bintuni

Roy Marthen : Pernyataan Yahya Agofa Terhadap Anisto Tendensius Dan Tidak Berdasar

Published

on

Penyerahan pembayaran uang sewa perahu oleh Roy Marthen Masyewi, SPd.

BINTUNI, JAGATPAPUA.com – Roy Marthen Masyewi, SPd, salah satu pemuda asli 7 suku di Kabupaten Teluk Bintuni, menyayangkan pengakuan Yahya Agofa dalam pemberitaan salah satu media online di Papua Barat, yang terkesan mencemarkan nama baik salah satu calon dalam Pilkada Teluk Bintuni.

Dalam berita berjudul, “Posko Kobe Oser Onar Baru Alihkan Dukungan ke PMK2, kenapa ?” yang dirilis Kamis (15/10/2020), diberitakan Yahya Agofa beralih dukungan dari Paslon AYO ke PMK2, dilatarbelakangi belum dibayarnya biaya sewa perahu.

Roy dengan tegas menyatakan informasi itu adalah hoax atau berita bohong yang berpotensi merugikan Yohanis Manibuy (Anisto), sekaligus menciptakan situasi yang tidak kondusif di masa – masa jelang pemilihan kepala daerah.

Ia sangat menyayangkan pengakuan Yahya tersebut. Pasalnya, biaya sewa perahu telah dibayarkan ketika Paslon Ali Ibrahim Bauw – Yohanis Manibuy (AYO) melakukan kampanye di Distrik Sumuri beberapa waktu lalu.

Bukti kuitansi pembayaran sewa perahu.

“Jadi itu hoax, itu berita bohong. Perahu itu Anisto sudah bayar sebelum Paslon Petahana PMK2 kampanye di Sumuri. Saya yang pergi ketemu Yahya dan bayar. Dokumentasinya semua lengkap,” ucap Roy yang juga menjabat sebagai salah satu Korwil Tim Pemenangan AYO.

Padahal awal mula ceritanya, kata Roy, Anisto tidak pernah memerintahkan Yahya untuk melakukan perjalanan menggunakan perahu tersebut.

Perahu itu digunakan atas inisiatif Yahya sendiri kemudian ia membebankan pembayaran sewa perahu kepada Anisto. Meski begitu, Anisto tidak mempersoalkan dan tetap membayar biaya sewa tersebut.

“Ceritanya itu Yahya ini pakai perahu dari Sumuri ke Bintuni waktu pendaftaran di KPU, itupun bukan atas perintah Anisto, tapi dia pakai saja baru setelah selesai acara dia minta Anisto yang bayar”, ungkap Roy.

“Anisto ini orang baik, orang pakai barang tinggal kerumah kasih nota suruh dia bayar, padahal dia tidak pernah suruh. Tapi dia tetap bayar, karena dia menghargai orang lain”, bebernya.

Roy juga turut sesali si penulis berita yang tidak melakukan konfirmasi atas benar atau tidaknya informasi yang ia peroleh ketika melakukan liputan kampanye PMK2 di Distrik Sumuri.

“Terus kenapa wartawan itu juga bisa tulis seperti ini, dia harusnya konfirmasi ke Anisto bukan tulis sembarang seperti itu, dia harus pahami Lilkada aman damai ini juga tergantung peran media. Jangan tulis dan sebarkan hoax yang bisa picu konflik,” ujar Roy.

Ia mengaku, kasus ini akan dipelajari bersama Tim Koalisi, dan apabila ditemukan adanya pelanggaran, akan di proses sesuai aturan yang berlaku.(rls/jp)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta