3.1 C
Munich
Sabtu, Oktober 23, 2021

Tingkatkan Produksi Padi, Pemprov Pabar Optimalkan Garap 4.372 Ha Lahan Nganggur

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebagai upaya membangkitkan kembali sektor pertanian di tengah Pandemi Covid-19, pemprov Papua Barat berupaya mengoptimalkan 4.371 Hektar (ha) lahan nganggur, yang selama ini tidak tertanami akibat sejumlah kendala.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat, Yopi Fonataba mengatakan hingga saat ini, total luas lahan padi di Papua Barat, yang telah dicetak mencapai 11.545 ha, namun yang intensif selalu tertanami hanya 7.174 ha, akibat para petani terkendala beberapa persoalan.

Untuk itu, kendala-kendala tersebut harus dibenahi oleh pemerintah daerah, baik provinsi barat maupun kabupaten/kota, agar kedepan 100 persen lahan tersebut bisa tertanami.

“Semisal semua lahan ditanami padi dengan rata-rata produksi 5 ton per ha, berarti produksi padi di Papua Barat, satu musim tanam bisa menghasilkan 57.725 ton gaba kering panen dan jika dikonfersi menjadi beras produksi, bersihnya 35.789,5 ton,” jelasnya pada kegiatan kunjungan kerja Gubernur Papua Barat, di Wasegi Indah, Prafi Manokwari, Rabu (17/6/2020).

Kunjungan Gubernur tersebut sekaligus menyerahkan Sertifikat Tanah 860 bidang kepada petani program retribusi Tanah, di lokasi pembibitan kelapa sawit, program peremajaan sawit rakyat oleh Koperasi Produsen Sawit Arfak Sejahtera.

Selain itu, dia menyebut sejumlah kendala yang ditemui sehingga masih ada 4.371 lahan tidak dioptimalkan atau tidak ditanami secara intensif, karena modal usaha dan belum terdapat benih unggul bersertifikat.

“Faktor lain yang jadi penghambat, yakni harga jual beras yang belum memadai, serta kebutuhan air irigasi, karena lahan sudah dicetak tapi belum terjangkau air irigasinya dan obatan-obatan pengendalian hama dan penyakit,” tanfasnya.

Sementara Plh Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengatakan, program ketahanan pangan telah dilaksanakan melalui kegiatan intensifikasi, yaitu peningkatan pendayagunaan lahan yang sudah tersedia dan tinggal dikembangkan dalam bentuk pengolahan tanah.

Namun pihaknya berharap bagi stakeholder penyedia benih agar menyediakan benih unggul dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi alam dan petani.

“Kita juga harap peralatan dan mesin pertanian yang disediakan harus memadai sehingga tidak terjadi antrian yang berdampak pada mundurnya masa panen,” ucapnya.

Menanggpi hal tersebut, Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mengatakan, apabila semua lahan dimaksimalkan, maka Papua Barat tidak perlu lagi mendatangkan pasokan beras dari luar daerah.

Apalagi, kata Gubernur sejak dampak dari Virus Corona membuat daerah di wilayah Jawa tidak lagi menjual hasil pertanian seperti beras kepada daerah lainnya, termasuk Papua dan Papua Barat.

“Untuk mengoptimalkan lahan ini tentu dibutuhkan peran semua pihak, termasuk petani dan masyarakat. Intinya kita harus siap, karena kalau sudah siap kita aman tidak perlu datangkan beras dari luar,” tandas Gubernur.(alb)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta