10.3 C
Munich
Sabtu, September 25, 2021

Siap Lebih Awal, Marinus Gandeng Yosep Yowen Maju Bupati Tambrauw 2022

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Meski Pilkada Kabupaten Tambrauw terhitung masih tersisa tiga tahun lagi. Namun sudah ada bakal calon bupati dan wakil bupati yang mempersiapkan diri lebih awal.

Dia adalah Marinus Bonepai A.Md S.Sos dan Yosep Yewen A.Md atau yang disingkat “MARI YO”. Saat ini bakal calon bupati dan wakil bupati Tambrauw Periode 2022-2027, ini mulai menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pilkada tersebut.

“Persiapan lebih awal agar tidak terkesan tiba saat, tiba akal. Ini semua harus siap, ketika semuanya mendadak jelas kita diperhadapkan dengan waktu, bisa saja pemilihan wakil tidak tepat,” kata Ketua DPW Perindo Papua Barat, Marinus Bonepay, Minggu (6/9/2019).

Marinus mengatakan dirinya sudah sangat siap, berkaitan dengan Pilkada tahun 2022, termasuk membangun komunikasi dengan beberapa partai politik, dan khusus Partai Perindo mendapat dukungan penuh dari DPP.

Menurut dia, ada beberapa hal yang membuatnya ikut bertarung pada Pilkada nanti, yaitu berkaitan tapal batas wilayah pemerintahan yang hingga saat ini belum tuntas antar Kabupaten Tambrauw-Manokwari, dan Tambrau-Sorong.

Kemudian konflik internal masyarakat dan keamanan. Karena pembangunan suatu daerah dapat berjalan baik apabila didukung oleh keamanan yang kondusif.

“Harus kita akui pembangunan di tambrauw belum maksimal. Akibat persoalan tapal batas tersebut. Karena antar pemerintah tidak ada yang mau legowo, nah masalah-masalah inilah yang menjadi catatan penting saya,” tukasnya.

Dia menjelaskan, sebanyak 60 persen wilayah Tambrauw adalah wilayah konservasi, sementara wilayah yang dikelola hanya 40 persen. Sehingga harus memiliki kajian baik, agar tidak merugikan masyarakat.

Juga percepatan infrastruktur dasar seperti pekantoran dan perumahan pegawai agar para pegawai dapat melaksnakan tugas pemerintahan secara baii. Karena pemerintah setempat belum menyiapkan sarana prasarana bagi pegawai.

Selain itu, Infrastruktur didalam kota dikategorikan belum siap, serta sudah 10 tahun ibu kota masih berada di Sausapor sementara sesuai UU itu di fev. Ini yang harus didorong, sehingga fasilitas pemerintahan yang belum selesai segera dituntaskan.

“Juga bagaimana memberdayakan masyarakat Tambrauw untuk menjadi tuan di negeri sendiri, dan mengejar ketertinggalan berbagai aspek pembangunan dari daerah lain,” sebutnya.

“Serta memberikan kesempatan masyarakat asli Tambrauw untuk leluasa bekerja, dan akan memaksimalkan Otsus untuk pendidikan, kesehatan, infratruktur ekonomi khusus bagi masyarakat Tambrauw,” tutupnya.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article