-1.5 C
Munich
Sabtu, Januari 28, 2023

Resmikan Tongkonan Suku Toraja, Gubernur Dan Bupati Ingatkan Jaga Dan Lestarikan

Must read

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Rumah adat Suku Toraja atau Tongkonan yang terletak di puncak Soribo Kabupaten Manokwari, diresmikan oleh Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan M.Si bersama Bupati Manokwari Hermus Indou SIP.,MH, dan Kapolda Papua Barat Tornagogo Sihombing Senin (9/5/2022).

Gubernur mengingatkan agar rumah adat Suku Toraja (Tongkonan) harus dijaga dan dilestarikan, sebab juga berfungsi sebagai penyelengaraan pemerintahan adat, dan semua aktifitas upacara ritual.

“Tongkonan memiliki nilai adat budaya atau ritual yang sangat penting bagi suku Toraja yang perlu untuk terus dijaga dan dilestarikan. Tongkonan tidak hanya memiliki makna sebagai tempat duduk atau tempat bermusyawarah, untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan peran dan fungsinya dalam wilayah adat Toraja tetapi juga berfungsi sebagai penyelenggaraan pemerintahan adat, perkawinan, pemakaman dan semua aktifitas upacara ritual adat,”beber Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan M.Si, pada peresmian Tongkonan Suku Toraja, Senin (9/5/2022) di Soribo, Manokwari.

Hal ini patut disyukuri, karena Tuhan baik bagi semua masyarakat suku Toraja, sehingga Pembangunan tongkonan dapat diselesaikan.

“Prosesi syukuran atau dalam bahasa Toraja di kenal dengan manggara tongkonan. Manggara tongkonan yang dilaksanakan selama 3 hari hendaknya dimaknai tidak hanya sekedar acara seremonial, sebaliknya sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada nilai-nilai istiadat Toraja yang harus terus dijaga dan di lestarikan di tanah Papua,”ucap Gubernur

Acara syukuran manggara tongkonan lebih lanjut Gubernur Mandacan, menjadi momen penting untuk melakukan edukasi atau memperkenalkan nilai-nilai adat budaya kepada generasi muda dan anak cucu dimasa depan yang lahir atau besar di perantauan sehingga dapat terus di lestarikan oleh generasi muda berikutnya.

“Saya bangga karena tidak pernah dijumpai di daerah lain yaitu pembangunan rumah adat tongkonan berdampingan dengan rumah adat kaki seribu, hal ini memiliki nilai filosofi bahwa dimana pun masyarakat Toraja berpijak disitu langit dijunjung artinya dimana pun masyarakat Toraja ada selalu terbuka dan dapat hidup berdampingan serta saling menghormati dengan Suku-suku lainnya di daerah ini,”tukas Gubernur Mandacan.(jp/alb)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta