13.2 C
Munich
Kamis, Mei 30, 2024

Pemerintah Didesak Siapkan Tempat Karantina Terpusat Untuk Pasien Covid-19

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Desakan agar Pemda Kabupaten/kota, di Papua Barat, dapat secepatnya menyiapkan lokasi karantina terpusat terus mengalir. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Papua Barat, Marinus Bonepay.

Menurut dia, lokasi karantina terpusat itu merupakan kebutuhan mendasar dalam Penanganan Covid-19, karena lokasi itu tidak hanya Pasien Positif, tetapi setiap orang dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) juga mendapat tempat khusus untuk diisolasi. Sehingga tidak lagi diisolasi mandiri di rumah atau RSUD.

“RSUD adalah tempat berobat masyarakat secara umum. Meski dipisahkan diruangan khusus atau penanganannya terpisah dengan pasien lain, tetapi tidak bisa menjamin dapat memutus mata rantai Covid-19 apalagi berlangsung dalam waktu lama,” ungkapnya, kepada jagatpapua.com, Selasa (19/5/2020).

“Ini sama halnya dengan pasien yang diisolasi mandiri di rumah, akankah diawasi selama 24 jam oleh Satgas atau medis?, justru kedisiplinan mereka untuk patuh terhadap anjuran medis tidak dapat dijamin 100 persen,” ujar Marinus, yang juga merupaka Ketua Perindo Papua Barat ini.

Dia menilai pemerintah terkesan lambat mengambil langkah dalam hal menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19, termasuk tempat karantina terpusat dan Rumah Sakit Khusus di Manokwari dan Provinsi Papua Barat.

“Covid-19 ini bukan baru saja diketahui, tetapi sudah jauh hari dan imbauan sudah jelas dari pemerintah pusat. Maka pemerintah daerah sudah harus menyiapkan hal utama yang berkaitan dengan penanganan Covid-19, misalnya Rumah Sakit khusus beserta dokter spesialis dan juga tempat karantina khusus,” tukasnya.

Selain itu, lanjut dia realita yang terjadi saat ini, Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, RSUD Manokwari yang menjadi tempat rujukan pasien Covid-19, juga digunakan oleh pasien umum untuk memeriksa diri, sehingga ini akan membuat potensi penyebaran Virus Corona sangat besar.

“Setiap saat masyarakat datang berobat di rumah sakit itu, kemudian jika sikap pemerintah seperti ini maka penyebaran virus ini akan meluas. Masyarakat yang sehat akan terinfeksi. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Dia menuturkan, anggaran Covid-19 sudah jelas untuk penanganan virus, maka pemerintah daerah juga diharapkan jangan terlalu fokus pada penyerahan bantuan Bahan Makanan (Bama), tetapi yang diprioritaskan adalah tempat karantina terpusat dan kebutuhan fasilitas untuk pasien Covid-19 dan APD untuk tenaga medis.

“Yang terlihat sekarang dana besar itu lebih diprioritaskan pada bantuan sosial, sosialisasi. Memang bansos dan sosialisasi penting tetapi tempat karantina terpusat juga sangat penting. Kalau cara pemerintah seperti itu maka yang pertama dipikirkan masyarakat adalah soal bansos. Padahal yang dicegah bukan soal makan minumnya tetapi penyebaran virus ini,” tutupnya.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta