Connect with us

Hukrim

Menolak Evaluasi Otsus, MRPB Dinilai Abaikan Persoalan Masyarakat Orang Asli Papua

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma, SH, M. Hum, C.LA, mengatakan MRPB sebagai garda terdepan dalam mengontrol pelaksanaan Undang-undang Otsus Papua, wajib melakukan evaluasi terhadap implementasi dari UU Otsus tersebut.

Menurut Filep, adanya penyataan MRPB menolak evaluasi pelaksanaan Otsus, maka sama saja melakukan pembiaran terhadap persoalan yang terjadi ditengah masyarakat Asli Papua, tanpa ada penyelesaian.

“Jika ingin pemberlakuan Otsus menjadi lebih baik, maka mau tidak mau perlu dilakukan evaluasi,” ungkap Filep, yang juga Ketua STIH Manokwari ini.

Selain itu, kata Filep dalam melakukan evaluasi terhadap Peraturan Perundang-Undang, tentu membutuhkan suatu metodologi atau cara dalam melakukan evaluasi, dengan merujuk pada naskah akademik, sehingga kualitas dan mutu terjamin.

“Ini maksudnya agar dokumen evaluasi Undang – undang tersebut dapat dipertanggung jawab secara ilmiah,” terang Filep, calon terpilih anggota DPD RI tersebut.

Filep menuturkan, dalam melakukan evaluasi tentu membutuhkan data empiris atau fakta-fakta sebagai dasar untuk mengevaluasi implementasi suatu produk hukum.

“Pemprov Provinsi, MRPB dan DPR PB perlu melakukan evaluasi Otsus, karena implementasi peraturan perundang – undangan ada pada masyarakat,” ucap Filep.

Oleh sebab itu untuk membuktikan kebenaran bahwa Otsus benar telah diimplementasi dengan baik atau tidak, maka perlu dilakukan evaluasi sebagai pertanggung jawaban hukum pemerintah terhadap rakyat Papua dan sebagai dasar pengambilan keputusan yang benar dan tepat.

“MRPB seharusnya tidak perlu menolak, kenapa harus ubah cara pandang, karena MRPB, DPR PB dan Pemerintah adalah alat penyelenggara Negara atau dalam istilah tata negara disebut struktur tata pemerintahan di daerah khusus Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, dan hasil evaluasi ini untuk mengukur sejauh mana implementasi UU Otsus di tanah Papua,” jelas Filep.

Filep menyebut, tugas dan fungsi MRP memastikan Otsus telah dilaksanakan dengan benar, yaitu Keberpihakan, Perlindungan, Pemberdayaan dan Penghormatan terhadap Orang Asli Papua yang merupakan subjek Hukum pemberlakuan UU Otsus.

“Jika MRPB menolak Otsus lalu kerja mereka apa?? apakah dengan melakukan reses, dan semua yang diketahui, dilihat dan disaksikan yang menjadi kebutuhan, persoalan yang dihadapi masyarakat asli Papua, harus diam saja,” tukas Filep.

“Namun jika Otsus adalah masa depan atau peraturan yang lebih tepat, maka perlu ada argumentasi berdasarkan data untuk memperjuangkan hal tersebut. Tetapi bila kita hanya berpikir tolak/tidak terima tanpa data yang valid, saya pikir menghadapi Negara seperti sekarang jangan sampe kita mendapat kata, “Pulang dan Renungkan jilid ke II lagi,” tutup Filep.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Gubernur: Mari Doakan Para Saudara Korban Bencana Alam Di NTT

Published

on

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Niko Tike saat membakar lilin untuk mengenang para Korban NTT.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mengajak semua pihak untuk mendoakan para saudara korban bencana Alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dengan peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi dibeberapa kabupaten di provinsi nusa tenggara timur sejak tanggal 4 april tahun 2021 yang lalu saya mengajak kita untuk sama sama berdoa bagi saudara – saudara kita kita sehingga diberikan kekuatan dan ketabahan, dan peristiwa ini segera berlalu,”ajak Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli Gubernur Bidang ekonomi Pembangunan, pada Ibadah Oikumene dan upacara seribu lilin untuk NTT, Sabtu (17/4/2021) di Gereja Santo Agustinus, Brawijaya, Manokwari.

Walaupun kata Dominggus, bencana tersebut merupakan sesuatu yang tidak diketahui manusia, kapan dan dimana bencana ini akan menimpa manusia namun sebagai umat yang percaya kepada Tuhan ia mengajak untuk berdoa setiap saat agar selalu dilindungi oleh Tuhan.

Suasana duka yang dirasakan oleh masyarakat kerukunan Flobamora di Provinsi PB tentu menjadi duka kita bersama, semua bangsa indonesia, untuk itu apa yang telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk turut membantu memberikan sumbangsih berupa materi maupun pikiran yang diberikan untuk meringankan beban para korban Bencana Alam NTT.

“Kiranya Tuhan selalu memberikan berkat yang melimpah, bagi keluarga besar flobamora, atas nama pemerintah provinsi papua barat menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam atas kejadian yang menimpah saudara – saudara kita disana (NTT),”ucap Dominggus

Menurut ia, perlu disadari bersama bahwa bencana alam tersebut merupakan rahasia Allah yang maha kuasa sehingga kita dituntut selalu untuk bertekun dan berdoa sehingga bencana ini tidak terjadi lagi dan biarlah situasi pemulihan bagi saudara – saudara di NTT terjadi.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Hadiri Upacara 1000 Lilin, Hermus: Percaya, Tuhan Pasti Pulihkan NTT, Gantikan Duka Dengan Sukacita

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH., melakukan pembakaran lilin untuk mengenang para korban bencana Alam NTT, pada ibadah dan pembakaran 1000 lilin untuk NTT, yang diselenggarakan Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Papua Barat, Sabtu (17/4/2021) di depan Gereja Santo Agustinus Brawijaya, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH, mengajak seluruh warga masyarakat, terutama keluarga korban Bencana NTT untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas Musibah yang menimpa warga di sejumlah daerah di Provinsi NTT, pada 4 April 2021.

“Ini merupakan peristiwa yang terjadi atas seijin Tuhan, kita ambil hikmah di balik peristiwa ini, saya ajak semua masyarakat NTT untuk bersyukur, dan percaya Tuhan pasti pulihkan NTT, gantikan duka dengan sukacita, gantikan kerugian warga korban bencana dengan berkat yang melimpah,”ucap Bupati pada Ibadah, pembakaran 1000 lilin untuk NTT, Sabtu (17/4/2021) di Gedung Gereja Santo Agustinus, Brawijaya Manokwari.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Manokwari turut berbela sungkawa atas peristiwa bencana alam banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten di NTT, dan telah memakan korban jiwa juga kerugian serta kerusakan yang luar biasa bagi warga,”ucap Bupati

Ia juga mengajak agar semua pihak berdoa secara khusus warga Flobamora Papua Barat juga Manokwari, supaya Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan bagi warga korban bencana NTT. Disisi lain warga diajarkan mengikhlaskan musibah ini dan mengakui kedaulatan Tuhan.

“Kita percaya bahwasannya bencana ini adalah ujian tapi ini teguran juga bagi kita. Untuk mengakui kebesaran dan kuasa Tuhan,”kata Bupati

Pemerintah lebih lanjut kata Bupati, berharap kepada semua pihak baik masyarakat, pemerintah Manokwari untuk ikut bertanggung jawab terhadap warga korban bencana tersebut, sebagai tubuh Kristus Yesus yang juga sebagai kepala gereja tentu kita akan ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di NTT.

Bupati mengaku, terkait hal tersebut, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan Edaran yang diperuntukan bagi semua pihak masyarakat juga OPD dilingkup pemkab Manokwari untuk juga mengambil bagian dalam memberikan bantuan melalui BPBD Manokwari, selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi PB agar bantuan yang telah terakomodir dijadikan 1 paket dan dilanjutkan kepada korban bencana melalui Posko Penanggulangan bantuan NTT di Manokwari.

“Pemerintah dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemprov PB agar bantuan pemkab dan pemprov di jadikan satu paket sebagai tanda kasih kita kepada saudara kita di NTT,”tutup Hermus.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Buka Safari Ramadhan, Sekaligus Gubernur Dan Wagub Ikut Buka Puasa Bersama MUI PB

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, dan Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani membuka Safari Ramadhan 1442 H/2021 M, Jumat (16/4/2021), di Kantor MUI PB.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan membuka kegiatan safari ramadhan 1442 H/2021 M, yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Jumat (16/4/2021) dikantor MUI PB.

Usai membuka safari ramadhan tersebut, Gubernur tampak kompak bersama Wakil Gubernur PB, Mohamad Lakotani SH.,M.Si mengikuti acara buka puasa bersama.

Gubernur mengatakan, kegiatan Safari 1440 yang digagas oleh MUI PB, atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi walaupun dalam suasana wabah covid -19.

“Mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,”ajak Gubernur.

“Safari ramadhan ini rencana akan dilaksanakan ke kabupaten kota se Provinsi Papua Barat yang langsung mendatangkan ustad dari MUI pusat. Walaupun pada tahun lalu tidak dapat terlaksana karena adanya Corona, semoga kegiatan safari ramadhan Ini mendapat kemudahan dari Tuhan.,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta