11.2 C
Munich
Rabu, Mei 22, 2024

Daud Indouw : Kritikan Pembinaan Atlit Potensial Salah Alamat

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw, menanggapi pernyataan Filep Wamafma, soal pembinaan atlit-atlit potensial di daerah.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ketua STIH Manokwari ini tepat, guna memaksimalkan atlit-atlit potensial Papua Barat, agar dapat tampil diajang Nasional maupun Internasional.

Namun kata Daud, yang melakukan pembinaan atlit potensial adalah pengurus cabang olahraga di kabupaten/kota, bukan KONI Papua Barat.

“Kritikan yang disampaikan itu ada baiknya, hanya saja salah sasaran. Kritikan itu seharusnya ditujukan kepada pengurus Cabor ditingkat Kabupaten/kota. Bukan ke KONI Papua Barat,” ucap Daud.

Daud membeberkan, kalau dilihat dari pembinaan atlit didaerah memang tidak berjalan baik, hal ini tentu berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Sehingga atlit yang ada kebanyakan dari binaan club yang direkrut ke Pengprov dan direkomendasikan ke KONI untuk mengikuti Try out.

“Sebetulnya, atlit itu milik pengkab, karena yang lakukan rekuitmen, dan pembinaan. Sedangkan yang seleksi Pengprov untuk direkomendasikan ke KONI, guna dipersiapkan mengikuti Pra PON dan PON,” jelasnya.

“Jadi kalau kita mau bicara pembinaan atlit muda potensial Papua, Dana Otsus, seharusnya tidak semua untuk bangun infrastruktur saja, melainkan bisa disuplay ke Dinas Pemuda dan Olahraga, guna mempersiapkan kegiatan rutin pembinaan atlit setiap tahun,” tuturnya.

KONI Tak Miliki Anggaran Kontrak Atlit

Daud juga menyinggung soal anggaran KONI yang tidak disediakan untuk mengontrak atlit. Sedangkan yang dilakukan Pengprov volly itu adalah urusan rumah tangganya.

“Mungkin karena Ketua Pengprov merasa atlit volly kurang, sehingga mengambil langkah mengontrak atlit. Yang jelas KONI hingga kini belum pernah mengontrak atlit atau tanda tangan MoU kontrak Atlit,” tukasnya.

Selain itu, Daud menambahkan anggaran yang dihibahkan oleh Pemprov sebesar Rp 30 milyar dan Gubernur Papua Barat selaku ketua Umum KONI Papua Barat mengalokasikan dana lagi sekitar Rp 5 milyar untuk Puslatda.

“Kedengaran besar, tapi bayangkan saja harga tiket pesawat ke luar Papua per cabor mencapai puluhan juta, belum ditambah biaya inap dan logistik. Satu Cabor diperkirakan habiskan dana sekitar Rp200-400 Juta. Dan kami siap pertanggungjawaban,” paparnya.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta