Connect with us

Manokwari

BPNB Papua Gelar FGD Pengembangan Pariwisata di Papua Barat

Published

on

Diskusi Pengembangan Pariwisata oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Papua Wilayah Kerja Papua dan Papua Barat bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi di Manokwari

MANOKWARI, JAGAT PAPUA.com – Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) wilayah kerja Papua dan Papua Barat, menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, mendorong sinergitas antar Lembaga dalam upaya pengembangan sektor pariwisata.

Ini dilakukan agar Papua Barat masuk dalam rute jalur perdagangan rempah, sehingga kedepan Papua Barat, terdaftar dalam wilayah peta rute perdagangan rempah oleh UNESCO di tahun 2024.

“Kita terus mendorong sinergitas antar lembaga, sehingga Papua Barat masuk rute jalur perdagangan rempah – rempah di dunia,” kata Kepala BPNB Papua wilayah kerja Papua dan Papua Barat, Desy Pola Usmany, saat dikonfirmasi di Manokwari, Selasa (22/12/2020).

Usmany menyebutkan masuknya Papua Barat dalam rute perdagangan rempah, maka secara langsung mata dunia akan tertuju pada Papua Barat, yang dulu pernah dilalui oleh kapal dagang, terutama beberapa wilayah di kawasan pesisir seperti, Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni dan Raja Ampat.

“Jika wilayah ini masuk dalam penetapan rute jalur rempah, maka dengan sendirinya potensi masuknya wisatawan menjadi lebih besar. Kondisi inilah yang harus disikapi secara serius,” jelasnya.

Guna merealisasi hal itu, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas di antara lembaga di daerah, serta perlu komitmen bersama untuk membangun pariwisata di daerah.

“Misalnya potensi unggulan lokal di setiap daerah harus digenjot. Sehingga semakin membuka peluang usaha dan ekonomi bagi daerah, yang akhirnya masyarakat yang akan menikmati dampak pengembangan pariwisata,” tandasnya.(sos)

 

Continue Reading
Advertisement


 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Pos PI GKPMI Jemaat El-Shaday Diresmikan, Disusul El-Jireh Dan House Of Glory

Published

on

Foto Bersama Wakil Ketua I BPP GKPMI Pdt Jos Philipus Padoma, Ketua BKAG Manokwari Pdt Hugo Warpur M.Th, Koorwil GKPMI Manokwari Pdt Teiker Dan Waket BPD GKPMI Pdt Yustus Mandibondibo, pada Peresmian Pos PI Jemaat El-Shaday Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Organisasi Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) terus mengembangkan sayap pelayanan di tanah Papua secara khusus di Wilayah Provinsi Papua Barat.

Peresmian Pos PI Jemaat El-Shaday dilakukan oleh Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) GKPMI Pdt Jos Philipus Padoma dan Ketua Badan Kerja Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Manokwari Pdt Hugo Warpur.,M.Th serta didampingi Ketua Koorwil GKPMI Kabupaten Manokwari Pdt Triker dan Wakil Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GKPMI Papua Barat, Pdt Yustus Mandibondibo yang juga merupakan Gembala Sidang Jemaat Getsemani Manokwari.

Peresmian tersebut sekaligus pengukuhan Gembala Pos PI Jemaat El-Shaday Pdt Jos Phlipus Padoma oleh para Hamba Tuhan Minggu (17/1/2021) di Lantai 1 Hotel Billy Manokwari.

Padoma mengatakan, Selain Pos PI Jemaat El-shaday, tahun ini juga melalui koordinator Wilayah GKPMI Kabupaten Manokwari Pdt Triker akan membuka dua Pos PI lainnya yaitu Pos PI Jemaat El-Jireh di Ransiki dan House Of Glory di Oransabri.

“Ini sangat luar biasa dalam tahun ini GKPMI bisa membuka 3 pos Pelayanan sekaligus khususnya di Wilayah Manokwari Raya. Dan diharapkan kedepan hal serupa akan terus dilakukan baik di wilayah Manokwari raya maupun Papua Barat secara umum,”kata Padoma

Terlepas sebagai Wakil Ketua I GKPMI, Padoma juga yang merupakan Gembala Jemaat El-Shaday meminta dukungan dan kerja sama semua pihak terutama Gereja-gereja GKPMI di Manokwari mengingat proses pelayanan jemaat tersebut masih sangat belia dengan demikian pengembangan pelayanan terus terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan.

Sementara Hugo melalui sambutannya memberikan apresiasi kepada GKPMI atas dibukanya pos Pelayanan ini. Dan kedepan para hamba-hamba Tuhan GKPMI di Manokwari harus bekerja lebih giat. Ia pun mempersilahkan terus dilakukannya mengembangkan Pos PI GKPMI sebanyak-banyaknya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

“Jangan hanya sampai di Pos PI El-Shaday tetapi terus dikembangkan lagi. Saya berharap GKPMI terus mengembangkan sayap pelayanan di wilayah Manokwari,. Kami BKAG akan terus mendukung”harap Warpur.(JP/me)

Continue Reading

Adat

Lakotani Dukung Pelaksanaan LK-II HMI Manokwari

Published

on

Pengurus HMI Cabang Manokwari, Saat Bertemu Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani mendukung penuh pelaksanaan Intermediate Training Latihan Kader (LK-II), yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manokwari, yang direncanakan digelar dalam waktu dekat.

Ia mengatakan, sangat mensupport langkah HMI Cabang Manokwari, untuk melaksanakan LK-II tingkat nasional. Menurutnya, dalam sebuah organisasi hal-hal seperti ini tentu sangat baik.

“Saya kira ini sesuatu yang sangat baik, untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas para kader. Serta memastikan bahwa proses perkaderan di HMI masih terus berlangsung,”ungkap Lakotani

Selaku alumni HMI, sebut Lakotani, dirinya menyambut baik pelaksanaan LK-II, yang akan dilaksanakan 6 Februari mendatang.

“Saya mendukung penuh, dan mensupport hajatan yang dilaksanakan oleh HMI Cabang Manokwari,”ucapnya

Selama menjabat sebagai Wakil Gubernur, lanjut dia, pihaknya jarang untuk menghadiri undangan baik LK-I maupun LK-II baik sebagai undangan ataupun pemateri. Sehingga kegiatan ini merupakan terobosan
yang sangat baik.

“Dan tentu hajatan ini harus didukung penuh oleh semua pihak baik di Cabang, hingga alumni hijau hitam,”ujarnya

Lakotani juga mengajak keluarga besar HMI dan Alumni, agar bersama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan Intermediate Training tersebut.

Sementara itu, Pjs Ketua Umum HMI Cabang Manokwari, Rahmad Jaya mengaku bangga, pihaknya (HMI Manokwari) mendapat kekuatan baru, karena dukungan Kanda Mola sapaan akrab wagub di rumah hijau hitam.

“Kami dari pengurus cabang sangat bersyukur, dengan support dari semua pihak termasuk kanda Mola untuk kesuksesan LK-II tingkat nasional, ini adalah kekuatan bagi dirinya dan para kader untuk terus bekerja,” tuturnya.

Sebagai alumni dan kader HMI, kata Rahmad, ini adalah sebuah mata rantai yang memang tidak bisa di lepas pisahkan. “Artinya setiap kegiatan yang HMI Cabang Manokwari lakukan, memang sukses karena support dari para alumni. Termasuk kanda Mola,”tutupnya.(jp/rls)

Continue Reading

Manokwari

Masyarakat Apresiasi Tinggi Pelayanan Bareskrim Polri

Published

on

JAKARTA, JAGATPAPUA.com – Berdasarkan survei yang dilakuan oleh MarkPlus, terhadap pelayanan penegakan hukum dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Markplus menemukan gambaran kepuasan masyarakat terhadap korps reserse Polri tersebut.

Deputy Chairman MarkPlus, Taufik membeberkan, survei dilakukan periode 19 November 2020 hingga 3 Desember 2020 dengan 351 responden yang memang menggunakan layanan Bareskrim sepanjang 2018 hingga 2020.

Menurut Taufik, pada aspek layanan, penilaian pelayanan secara umum mendapat nilai 4,80 yang berarti baik.

“Kemudahan prosedur pelayanan dan kesesuaian waktu pelayanan juga dinilai baik dengan masing-masing skor 4,72 dan 4,59,” kata Taufik dalam konferensi pers hasil survei secara virtual, Jumat (15/1/2020).

Hasil survei juga menunjukan sikap dan perilaku SDM di Bareskrim dinilai paling baik diantara aspek lainnya dengan skor 5,12. Diikuti oleh kompetensi SDM dalam pelayanan sebesar 4,96 dan sarana prasarana pendukung layanan 4,88.

Di sisi lain, hasil survei persepsi publik terhadap kinerja, budaya, dan komunikasi terkait penindakan kriminal pada 1.502 responden umum secara online berada pada angka 3,75 dari skala satu sampai enam.

Founder and Chairman MarkPlus Hermawan Kartajaya menambahkan, persepsi publik secara umum terhadap penindakan kriminal oleh Bareskrim mendapat skor lebih rendah jika dibandingkan dengan kepuasan pelayanan yang telah dirasakan oleh pengguna layanan Bareskrim.

Hal ini, kata dia, menunjukan adanya gap antara apa yang dirasakan masyarakat yang mendapatkan pelayanan dengan yang dipersepsikan secara umum.

“Gap antara persepsi publik secara umum dengan yang dirasakan pengguna layanan seharusnya seimbang atau lebih tinggi. Karena jika persepsi publik lebih rendah artinya Bareskrim perlu meningkatkan publikasi terkait kinerja dan inovasi yang sudah dilakukan,” ungkap Hermawan Kartajaya.

Hermawan mengatakan, komunikasi untuk membangun persepsi publik terkait penindakan kriminal perlu ditingkatkan lagi oleh Bareskrim, mengingat persepsi publik khususnya di era digital sangat berpengaruh terhadap image suatu instansi.

Publik yang belum merasakan pelayanan dari Bareskrim tentunya akan memiliki persepsi yang berbeda dibandingkan dengan yang sudah mendapatkan pelayanan. Sehingga hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi kinerja Bareskrim kedepannya.(alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta