Connect with us

Headline

Anggota Polisi Yang Hilang di Pantai Bakaro Ditemukan Meninggal Dunia

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Nelayan yang sedang mencari ikan di Pantai Aipiri, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, menemukan jenazah Briptu Robert Mauri (32 tahun), yang dilaporkan hilang pada Minggu (3/11/2019) lalu.

Korban yang merupakan anggota Polres Manokwari ini ditemukan terapung tak jauh dari lokasi ia dinyatakan hilang, di sekitar Batu Nene Perairan Bakaro, pada, Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 12.00 WIT.

“Korban ditemukan pertama kali oleh nelayan, yang kemudian dilaporkan ke kami,” kata Kasat Polair Polres Manokwari, Iptu Aris Patandung, Rabu siang.

Aris mengatakan dari laporan itu, pihaknya, kemudian menuju ke lokasi penemuan untuk mengecek kebenarannya. “Saat kita dekati, benar jenazah itu adalah almarhum Briptu Robert Mauri,” terang Aris.

“Korban, saat ditemukan dalam posisi terapung dan tengkurap, dan masih mengenakan pakaian dan alat yang digunakan untuk menyelam,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, jenazah almarhum Briptu Robert Mauri, masih berada di kamar jenazah RSUD Manokwari.

Sebelumnya, Briptu Robert Maurit (32), yang merupakan anggota Polres Manokwari ini dilaporkan hilang disekitaran pantai Bakaro, Distrik Manokwari Timur, Minggu (3/11/2019) lalu.

Korban yang bertugas pada Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti), Polres Manokwari ini, terseret ombak besar saat melakukan penyelaman dangkal bersama dua rekannya, Salomon Wader (18) dan Septinus Wonar (30).(red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Begini Rincian Penggunaan Dana Covid-19 Rp 197.8 Miliar Dari Pemprov Papua Barat

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat, membuka total anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp197,8 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga program prioritas yakni untuk kesehatan, dampak sosial dan dampak ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengatakan aokasi dana itu berasal dari APBD tahun 2020, yang merupakan pergeseran anggaran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Barat.

“Pergeseran anggaran ini sesuai Permendagri dan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Nomor 440/2627/SJ tanggal 30 Maret 2020,” ujar Gubernur, saat memberikan laporan perkembangan penanganan dan pencegahan Covid-19 pada Rapat Satuan Gugus Tugas, Selasa (7/7/2020) di Manokwari.

Gubernur merincikan untuk penanganan kesehatan yang meliputi 36 kegiatan dengan total belanja sebesar Rp.90.129.618.395. Selanjutnya untuk jaringan pengaman sosial meliputi dua kegiatan yaitu bantuan tunai dan bantuan non tunai, serta bantuan pangan sebesar Rp48.665.014.518.75.

Penanggulangan dampak ekonomi berupa bantuan pasca kerja yang difokuskan bagi tenaga kerja yang dirumahkan atau PHK dan bantuan sektor formal atau nonformal.

Sedangkan untuk dukungan sekretariat meliputi biaya penunjangan kesekertariatan dan biaya pendataan non kesehatan dengan total biaya Rp4.423.320.000.

“Untuk pengadaan barang kebutuhan pokok dan biaya distribusi sebesar Rp 51.576.093.946, dengan rincian biaya pengadaan barang kebutuhan pokok Rp 45.993.885.600 dan biaya distribusi Rp 5.573.238.346,” ujar Gubernur.

Secara umum terkait rekapitulasi kebutuhan anggaran, yakni pengembangan komoditi pertanian tanaman pangan dan holtikultural, penyiapan stock pangan alternatif, analiasa kebutuhan dan ketersediaan pangan, data jumlah spesimen yang diambil, perkembangan penanganan Covid-9 per tanggal 5-6 Juli.

Sedangkan laboratorium Covid-19 di Papua Barat terdapat di 10 Rumah Sakit Umum dan 1 Rumah Sakit Pertamina dengan memiliki 10 unit mesin TCM yang terdapat di beberapa rumah sakit, juga 6 unit mesin Rt-PCR.(me)

Continue Reading

Headline

Polisi Tangkap Pembunuh Sumiati Rimauli Simanullang, Motif Sakit Hati

Published

on

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Polisi berhasil mengungkap misteri pembunuhan ibu muda Sumiati Rimauli Simanullang (34 tahun), yang ditemukan tewas di semak-semak hutan Sowi Gunung, Manokwari, bulan Maret lalu.

Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka dengan motif pembunuhan dendam/sakit hati.

Pelaku berinisial DI (28 tahun), yang beralamat di Jalan Trikora Wosi Rendani, ditangkap pada Rabu (1/7/2020), sekitar pukul 01.15 WIT.

“Sudah ditangkap (pelakunya) dan sekarang ditahan oleh tim Reskrim Polres Manokwari,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi, melalui pesan Whatsapp, Senin (6/7/2020).

Kabid Humas mengatakan berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal akibat gagal pernapasan. Ini juga didasarkan hasil labfor dimana modus pelaku menyuntikan cairan berwana hitam ke korban sebanyak 5 kali.

“Sutikan cairan hitam dileher kiri sebanyak 2 kali dan leher kanan 2 kali, serta 1 kali didada, yang menurut hasil labfor, cairan ini dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh,” sebut Kabid Humas.

Kabid Humas juga mengatakan akibat perbuatannya pelaku disangkalkan dengan pasal 338 KUHP atau 340 KUHP.

“DI ditetapkan sebagai tersangka, karena sudah memenuhi 2 alat bukti dan di tahan di Polres Manokwari untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tandas Kabid Humas.(red)

Continue Reading

Headline

Pihak Keluarga Bantah Kabar yang Beredar Kadinkes Pegaf Meninggal Karena Covid-19

Published

on

Daud Indouw

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sempat beredar kabar Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak (Pegaf), meninggal karena Covid-19, dibantah oleh pihak keluarga.

Perwakilan keluarga Daud Indouw menegaskan Kadinkes Pegaf meninggalkan karena penyakit bawaan dan bukan karena infeksi virus corona Covid-19, yang sempat beredar atau dimuat di media.

“Jadi tolong diklarifikasi, sama sekali Kadinkes Pegaf itu tidak sakit Covid-19 dan keluarga besar tidak terima atas pernyataan dari Gugus Tugas yang telah dimuat di media,” tegasnya, Jumat (3/7/2020) malam.

Mengenai informasi tersebut kata Daud, pemakaman almarhum tidak seperti pemakaman bagi seorang pejabat yang meninggal. Padahal almarhum adalah pejabat Pegaf yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pegaf.

“Pemakaman almarhum seperti pemakaman masyarakat biasa, karena tidak ada pejabat Pegaf yang hadir untuk melakukan pelepasan jenazah, serta tidak ada tabur bunga, krans bunga, dan terkesan almarhum bukan pejabat di Pegaf,” ujarnya

“Intinya keluarga tidak yakin almarhum positif Covid-19. Keluarga merasa dengan pemberitaan dan vonis Satgas nama keluarga tercoreng, sehingga saya minta Satgas maupun media untuk menjaga kebersamaan yang ada,” sambungnya.

Selain itu, Daud juga mengatakan berdasarkan pengakuan dari keluarga, almarhum mempunyai penyakit bawaan, sehingga keluarga meyakini 80 persen almarhum meninggal bukan karena Covid-19 tetapi penyakit bawaan.

“10 hari kedepan, kalau istri dan anak almarhum dalam pemeriksaan tidak terbukti Covid-19, maka kami akan tuntut balik. Apalagi almarhum sama sekali tidak pernah keluarga daerah dan Pegaf masih sebagai daerah Zona Hijau,” tukasnya.

Untuk itu, Daud juga mengingatkan kepada media agar kedepan, setiap orang yang meninggal tidak bisa langsung ditulis Covid-19, karena sebelum ada Corona juga ada penyakit lain yang bisa mematikan.

“Setiap orang yang meninggal dunia dengan posisi serangan jantung semua didorong ke Covid-19. Sementara penyakit lain dikesampingkan. Kedepan media juga harus berhati-hati untuk menulis,” tandasnya.(me)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta