-1.4 C
Munich
Selasa, Desember 7, 2021

Usaha Ternak Babi di Papua Barat Belum Dimaksimalkan

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, Drh. Hendrikus Fatem, mengatakan pengembangan ternak babi di Papua Barat, sangat menjanjikan, dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Namun peternak Orang Asli Papua (OAP) belum memaksimalkan usaha peternakan babi tersebut, padahal babi sangat berharga bagi sebagian masyarakat Papua. Sebab babi sering kali digunakan sebagai simbol adat untuk menyelesaikan masalah.

“Kita lihat orang Papua identik dengan peternakan babi, namun masyarakat tidak serius mengembangkan dan memanfaatkan sebagai sumber penghasilan ekonomi keluarga, karena masih dijadikan sebagai usaha sampingan,” ungkapnya, saat ditemui, Sabtu (12/10/1019).

“Kita harap kedepan usaha peternakan babi ini dapat dikembangkan menjadi usaha tetap, dan hasilnya dapat disuplai kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan,” tukasnya.

Menurut dia, program ketahanan pangan daerah, diprogramkan setiap tahun anggaran, baik peternakan babi, unggas dan sapi. Dengan harapan kebutuhan pangan tersebut tidak lagi disuplai dari luar Papua.

“Pada prinsipnya pemerintah akan membantu dari sisi fasilitas untuk menunjang pengembangan usaha peternakan yang sesuai,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan selama ini masyarakat lebih banyak bergantung terhadap sektor Migas atau produk yang berasal dari luar daerah, maka sudah saatnya masyarakat mulai memperhatikan pentingnya pengembangan usaha di sektor ekonomi.

“Sektor peternakan memberikan sumbangsih yang cukup besar kepada pemerintah, sehingga ini perlu di maksimal untuk kemakmuran masyarakat di Papua Barat,” tutupnya.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta