16.8 C
Munich
Selasa, Juli 27, 2021

Tingkatkan Literasi dan Investor Pasar Modal Indonesia, BEI Gelar WWD

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.COM– Dalam meningkatkan literasi dan jumlah Investor Pasar modal di seluruh Indonesia, PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyadari pentingnya Media sebagai perantara informasi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, melalui Kantor Perwakilan Papua Barat, BEI menyelenggarakan Workshop Wartawan Daerah (WWD) dengan mengundang 12 perwakilan media di Papua Barat.

WWD yang digelar, Sabtu (6/4/2019) di Tabea Sosial House, dihadiri oleh perwakilan Wartawan dari 12 media di Manokwari, serta Kepala Kantor BEI Papua Barat, Adevi Sabath Sofani, sekaligus menyampaikan materi.

Dalam pemaparan materi, Adevi Sabath Sofani menjelaskan, bahwa acara WWD ini memberikan sejumlah update terkini terkait perkembangan pasar modal di Papua Barat, salah satunya adalah perkembangan jumlah investor di Papua Barat.

Saat ini jumlah Single Investor Identity (SID) Papua Barat sejak awal berdiri pada 08 Desember 2016 berjumlah 358 SID dan telah bertambah lebih dari 400% menjadi 1.611 SID per Februari 2019.

Peningkatan jumlah investor ini diharapkan juga sejalan dengan pemahaman investor dan calon investor terhadap produk pasar modal (selain saham) yakni Reksa Dana dan Exchange Traded-Fund (ETF).

Tentunya, kata Adevi banyak manfaat yang didapatkan ketika berinvestasi di reksa dana dan ETF. Untuk mengenal dan memahami lebih lanjut terkait reksa dana, serta ETF, masyarakat dapat mengikuti Sekolah Reksa Dana atau Kelas Reksa Dana dan ETF secara gratis di masing-masing Kantor Perwakilan BEI yang berada di penjuru Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.

Program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah

Penerapan Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui Pembukaan Rekening secara Elektronik telah diresmikan pada 28 Maret 2019 di Main Hall BEI di Jakarta.

Dalam pelaksanaan implementasi proyek Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melibatkan BEI, 5 (lima) Bank Administrator RDN, 16 (enam belas) Perusahaan Efek (PE), dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) sebagai working group yang turut melaksanakan program simplifikasi pembukaan RE dan RDN.

Melalui program ini diharapkan proses menjadi investor di pasar modal menjadi lebih cepat, mudah, dan menjangkau hingga seluruh pelosok Indonesia.

Sampai dengan kuartal pertama 2019, BEI telah mencatatkan 7 (tujuh) Perusahaan Tercatat baru. Jumlah ini merupakan jumlah Perusahaan Tercatat baru tertinggi dibandingkan dengan jumlah Perusahaan Tercatat baru pada kuartal pertama selama 5 tahun terakhir.

Banyak manfaat yang diperoleh perusahaan apabila telah menjadi Perusahaan Tercatat atau Go Public.

Perusahaan akan lebih terpacu untuk meningkatkan kinerja usahanya karena pemegang saham dapat memantau kinerja perusahaan dengan lebih transparan,  perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, setiap saat dapat diperoleh valuasi terhadap nilai perusahaan.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Go Public, BEI menyelenggarakan Workshop Go Public dan pertemuan secara one-on-one dengan perusahaan di seluruh kota di Indonesia, termasuk di Papua Barat. Tercatat sejak awal 2019, BEI melalui Kantor Perwakilan Papua Barat telah melaksanakan Sosialisasi Go Public Meeting One on One kepada 3 (tiga) perusahaan lokal yang ada di Manokwari.

Penggabungan Wilayah Kantor Perwakilan BEI Papua Barat ke Kantor Perwakilan BEI Papua

Dia menambahkan, mulai besok, Senin, 8 April 2019 merupakan hari terakhir Kantor Perwakilan BEI Papua Barat melaksanakan kegiatan operasional di Kabupaten Manokwari dan akan bergabung dengan Kantor Perwakilan BEI Papua yang berlokasi di Jayapura, Papua.

Hal tersebut berdasarkan keputusan manajemen BEI dan sejalan dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat sebagai lembaga independen pengawas pasar modal, yang juga berada di Ibukota Provinsi Papua, yaitu Jayapura.

Meski demikian, kegiatan edukasi pasar modal kepada masyarakat di Papua Barat khususnya Manokwari dan Sorong akan terus berjalan. Selain itu, masyarakat di Papua Barat juga dapat mengunjungi Galeri Investasi BEI (GI BEI) yang tersebar di Manokwari dan Sorong untuk mendapatkan informasi mengenai pembukaan Rekening Efek dan informasi pasar modal lainnya. GI BEI yang terdapat di Papua Barat antara lain berada di GI BEI Universitas Papua di Kabupaten Manokwari; GI BEI Universitas Muhammadiyah, GI BEI Universitas Victory, dan GI BEI STAIN yang ada di Kota Sorong.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article