Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Tingkatkan Literasi dan Investor Pasar Modal Indonesia, BEI Gelar WWD

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.COM– Dalam meningkatkan literasi dan jumlah Investor Pasar modal di seluruh Indonesia, PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyadari pentingnya Media sebagai perantara informasi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, melalui Kantor Perwakilan Papua Barat, BEI menyelenggarakan Workshop Wartawan Daerah (WWD) dengan mengundang 12 perwakilan media di Papua Barat.

WWD yang digelar, Sabtu (6/4/2019) di Tabea Sosial House, dihadiri oleh perwakilan Wartawan dari 12 media di Manokwari, serta Kepala Kantor BEI Papua Barat, Adevi Sabath Sofani, sekaligus menyampaikan materi.

Dalam pemaparan materi, Adevi Sabath Sofani menjelaskan, bahwa acara WWD ini memberikan sejumlah update terkini terkait perkembangan pasar modal di Papua Barat, salah satunya adalah perkembangan jumlah investor di Papua Barat.

Saat ini jumlah Single Investor Identity (SID) Papua Barat sejak awal berdiri pada 08 Desember 2016 berjumlah 358 SID dan telah bertambah lebih dari 400% menjadi 1.611 SID per Februari 2019.

Peningkatan jumlah investor ini diharapkan juga sejalan dengan pemahaman investor dan calon investor terhadap produk pasar modal (selain saham) yakni Reksa Dana dan Exchange Traded-Fund (ETF).

Tentunya, kata Adevi banyak manfaat yang didapatkan ketika berinvestasi di reksa dana dan ETF. Untuk mengenal dan memahami lebih lanjut terkait reksa dana, serta ETF, masyarakat dapat mengikuti Sekolah Reksa Dana atau Kelas Reksa Dana dan ETF secara gratis di masing-masing Kantor Perwakilan BEI yang berada di penjuru Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.

Program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah

Penerapan Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui Pembukaan Rekening secara Elektronik telah diresmikan pada 28 Maret 2019 di Main Hall BEI di Jakarta.

Dalam pelaksanaan implementasi proyek Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melibatkan BEI, 5 (lima) Bank Administrator RDN, 16 (enam belas) Perusahaan Efek (PE), dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) sebagai working group yang turut melaksanakan program simplifikasi pembukaan RE dan RDN.

Melalui program ini diharapkan proses menjadi investor di pasar modal menjadi lebih cepat, mudah, dan menjangkau hingga seluruh pelosok Indonesia.

Sampai dengan kuartal pertama 2019, BEI telah mencatatkan 7 (tujuh) Perusahaan Tercatat baru. Jumlah ini merupakan jumlah Perusahaan Tercatat baru tertinggi dibandingkan dengan jumlah Perusahaan Tercatat baru pada kuartal pertama selama 5 tahun terakhir.

Banyak manfaat yang diperoleh perusahaan apabila telah menjadi Perusahaan Tercatat atau Go Public.

Perusahaan akan lebih terpacu untuk meningkatkan kinerja usahanya karena pemegang saham dapat memantau kinerja perusahaan dengan lebih transparan,  perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa, setiap saat dapat diperoleh valuasi terhadap nilai perusahaan.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Go Public, BEI menyelenggarakan Workshop Go Public dan pertemuan secara one-on-one dengan perusahaan di seluruh kota di Indonesia, termasuk di Papua Barat. Tercatat sejak awal 2019, BEI melalui Kantor Perwakilan Papua Barat telah melaksanakan Sosialisasi Go Public Meeting One on One kepada 3 (tiga) perusahaan lokal yang ada di Manokwari.

Penggabungan Wilayah Kantor Perwakilan BEI Papua Barat ke Kantor Perwakilan BEI Papua

Dia menambahkan, mulai besok, Senin, 8 April 2019 merupakan hari terakhir Kantor Perwakilan BEI Papua Barat melaksanakan kegiatan operasional di Kabupaten Manokwari dan akan bergabung dengan Kantor Perwakilan BEI Papua yang berlokasi di Jayapura, Papua.

Hal tersebut berdasarkan keputusan manajemen BEI dan sejalan dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat sebagai lembaga independen pengawas pasar modal, yang juga berada di Ibukota Provinsi Papua, yaitu Jayapura.

Meski demikian, kegiatan edukasi pasar modal kepada masyarakat di Papua Barat khususnya Manokwari dan Sorong akan terus berjalan. Selain itu, masyarakat di Papua Barat juga dapat mengunjungi Galeri Investasi BEI (GI BEI) yang tersebar di Manokwari dan Sorong untuk mendapatkan informasi mengenai pembukaan Rekening Efek dan informasi pasar modal lainnya. GI BEI yang terdapat di Papua Barat antara lain berada di GI BEI Universitas Papua di Kabupaten Manokwari; GI BEI Universitas Muhammadiyah, GI BEI Universitas Victory, dan GI BEI STAIN yang ada di Kota Sorong.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Buka Safari Ramadhan, Sekaligus Gubernur Dan Wagub Ikut Buka Puasa Bersama MUI PB

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, dan Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani membuka Safari Ramadhan 1442 H/2021 M, Jumat (16/4/2021), di Kantor MUI PB.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan membuka kegiatan safari ramadhan 1442 H/2021 M, yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Jumat (16/4/2021) dikantor MUI PB.

Usai membuka safari ramadhan tersebut, Gubernur tampak kompak bersama Wakil Gubernur PB, Mohamad Lakotani SH.,M.Si mengikuti acara buka puasa bersama.

Gubernur mengatakan, kegiatan Safari 1440 yang digagas oleh MUI PB, atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi walaupun dalam suasana wabah covid -19.

“Mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,”ajak Gubernur.

“Safari ramadhan ini rencana akan dilaksanakan ke kabupaten kota se Provinsi Papua Barat yang langsung mendatangkan ustad dari MUI pusat. Walaupun pada tahun lalu tidak dapat terlaksana karena adanya Corona, semoga kegiatan safari ramadhan Ini mendapat kemudahan dari Tuhan.,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Satres Narkoba Polres Wondama, Bekuk 2 Remaja Pemilik 7 Peket Ganja Siap Edar

Published

on

Jumpa Pers ungkap Kasus Narkoba, yang dipimpin Kapolres Wondama, AKBP Yohanes Agustiandaru, SH.S.IK.MH, dan Kasat Narkoba Polres Wondama, Iptu Muhamad Ramli, Kamis (16/4/2021), di ruang media center polres Wondama.

WONDAMA,JAGATPAPUA.com– Dua remaja berinisial BNM dan MK, dibekuk Satres Narkoba, Polres Wondama, karena diduga menjadi perantara dan pengedar Narkotika jenis Ganja.

Kedua remaja tersebut berasal dari kampung Wasior II, distrik Wasior Kabupaten Teluk Wondama, yang diketahui masih berusia sekolah.

Kapolres Wondama, AKBP Yohanes Agustiandaru, SH.S.IK.MH pada Jumpa pers di ruang media center Polres Wondama, Jumat, (16/4/2021) mengatakan, adapun kronologis penggeledahan dan penangkapan terhadap dua remaja tersebut berawal dari informasi yang diterima oleh anggota Satres Narkoba, kemudian di tindak lanjuti ke Tempat kejadian Perkara (TKP).

Setibanya di TKP, anggota Satres melakukan penggeledahan, dari tangan BNM ditemukan 4 paket ganja kecil tepat dalam saku celana
bersama 3 orang rekannya termasuk MK. Polisi juga menemukan 1 tas gendong warna biru tua merek nike milik MK dan ternyata berisi 1 paket ganja kering dan uang senilai Rp. 1.300.000 rupiah. Uang tersebut di duga hasil penjualan ganja.

“Anggota mendapat Informasi ada transaksi jual beli ganja, kemudian di tindak lanjuti ke TKP di Kampung Wasior II, distrik Wasior. Pada hari Senin tanggal 22 Februai 2021. Ditemukan dalam saku celana BNM ganja kering siap edar, sebanyak 4 paket kecil. Dari tangan MK pemilik tas gendong warna biru tua 1 paket ganja. Anggota terus melakukan penggeledahan dan ditemukan lagi 2 paket ganja kering milik saudara BNM yang akan di perjual belikan beserta uang tunia Rp. 1.300.000 rupiah. Total narkotika jenis ganja yang di temukan sebanyak 2,75 gram, dan 4 bungkus plastic kosong”ungkap Agustiandaru.

Kkedua remaja itu dijerat UU Narkotika dengan hukuman penjara minimal 5 tahun, dan paling lama 20 tahun, denda minimal 1 miliar atau paling banyak 10 miliar.

“BMM dan MK, dikenakan pasal 114 ayat 1 UU Narkotika, yaitu setiap orang menahan, melawan hukum, membeli, menerima, menjadi perantara. Pasal 111 ayat 1, memiliki, menyimpan dan menguasai dan pasal 132 ayat 1 terkait percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, uu nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 1 miliar paling banyak 10 miliar,”Ujar Kapolres yang akrab di sapa Ndaru itu.

Ndaru, berpesan agar warga masyarakat Wondama terutam orang tua wajib mengawasi aktivitas anak setiap harinya. Dia juga berharap apabila ada hal-hal yang mencurigakan tentang narkotika atau perbuatan jahat lainnya, dapat dilaporkan kepihak Polres atau anggota polisi.

“Kami imbau, kepada orang tua yang punya anak masih sekolah tetap awasi pergaulan anak-anaknya. Awasi kesehariannya. Dan apabila ada info terkait peredaran narkotika dapat menginformasikan ke polres teluk wondama,” tutur Ndaru.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Wondama, Iptu Muhamad Ramli menambahkan, BNM dan MK mendapatkan barang haram itu dari Manokwari. Dan kata dia, kedua remaja tersebut tidak terkait dengan jaringan narkotika yang sudah diungkapkan oleh Mapolres Wondama pada waktu sebelumnya.

“Mereka dapat ganja dari Manokwari, tapi mereka tidak terkait dengan jaringan narkotika jenis ganja yang sebelum-sebelumnya. Narkotika jenis ganja ini sudah beredar di kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas bahkan sudah beredar di kalangan pelajar, penyebarannya sudah meluas,”tutup Ramli. (JP/SJR)

Continue Reading

Adat

Tak Masuk Perencanaan, Waran Batalkan Usulan Tambahan 116 CPNS Mansel

Published

on

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran ST.,MT.

MANSEL,JAGATPAPUA.com– Bupati Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran ST.,MT menegaskan bahwa usulan penambaha 116 kuota CPNS asal Mansel ke Kementrian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) tidak masuk dalam perencanaan.

Untuk itu, pihaknya mengaku telah menyurati Menpan-RB untuk membatalkan penambahan kuota 116 CPNS dimaksud.

“Surat Bupati untuk membatalkan usulan itu sudah jelas, dan sudah kita kirim ke Kementrian terkait,” jelas Waran Jumat (16/4/2021), di Ruang kerjanya.

Dikatakan Bupati Waran, hal tersebut sudah sesuai dengan hasil pertemuan dengan Kemenpan- RB, yang juga dihadiri oleh BKN.

“Ada kabupaten dan kota lain yang mengusulkan kuota tambahan, untuk mengisi kebutuhan mereka. Tapi dari Manokwari Selatan tidak ada usulan itu. Karena program perekrutan itu ada aturannya. Harus dilihat kemampuan keuangan daerah,” kata Bupati Waran.

Untuk itu Bupati Waran berharap, masyarakat Manokwari Selatan tidak terprovokasi dan merasa kecewa dengan isu-isu penambahan kuota tersebut, sebab isu tersebut tidak benar.

“Jangan kecewa karena info tersebut tidak benar. Jangan bikin tindakan melawan hukum, saya tidak akan kompromi,” tegas Waran.(JP/NAE)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta