2.9 C
Munich
Selasa, Februari 27, 2024

Stop Hoax dan People Power

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com- Ci-Payung plus Papua Barat mengadakan diskusi bertajuk, “Ngopi Bareng” dengan tema dukung legitimasi KPU RI dan tolak berita Hoax, di salah satu Cafe di Reremi Puncak, Jumat (3/5/2019).

Diskusi ini dimoderatori oleh Ketua Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI), Rusmanudin Kelkusa.

Rusmanudin Kelkusa mengatakan, perbedaan suara dalam Pemilihan Umum, adalah hak setiap orang, akan tetapi dengan perbedaan bukan berarti tidak ada persatuan. Justru sebaliknya berbeda tapi kita tetap satu.

“Pasca Pilpres banyak macam kegaduhan terjadi di masyarakat. hal ini karena masing-masing kubu mengklaim kemenangan, sehingga mengakibatkan tidak kondusifnya kondisi keamanan dan sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap dari kelompok Ci-payung plus dapat mengambil peran dalam kehidupan sosial guna meminimalisir terjadinya gesekan di masyarakat, sambil menunggu hasil dari KPU, sebagai lembaga yang memiliki wewenang dalam menggumumkan pemenang Pemilu Presiden.

Sementara, Ketua GMNI Manokwari Chandra Furima, mengutarakan saat ini isu yang sangat hangat adalah saling klaim kemenangan, disertai dengan penyampaian dari media-media berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan.

“Untuk itu harapan kami, marilah kita bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada KPU dalam menyampaikan hasil Pemilu, kepada masyarakat berdasarkan aturan yang berlaku, serta mendukung penyelesaian dan kita menolak isu People Power yang meresahkan,” ujarnya.

Ketua HMI cabang Manokwari, Saridin Teruan menuturkan, inilah saatnya peranan mahasiswa untuk dapat menyaring Informasi yang bertebaran di masyarakat, dan menyampaikan agar jangan mudah terpengaruh dengan opini dan berita Hoax, karena KPU masih menjalankan tugasnya.

Saat ini kita sementar menunggu hasil keputusan KPU, terkait hasil pencoblosan 17 April 2019, karena hanya KPU yang memiliki legitimasi dalam menentukan hasil pemilu tersebut.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi sekarang ini merupakan bagaimana hasil dari politik entah itu Presiden, Wakil Presiden dan para Caleg yang terpilih dapat bekerja untuk rakyat.

“Semua pihak harus menghargai pengorbanan para pahlawan demokrasi yang sudah berperan serta mengawal proses demokrasi negara hingga meninggal dunia,” pungkasnya.(el)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta