12.3 C
Munich
Rabu, Mei 22, 2024

Sriwijaya Air Pastikan Armadanya Layak Terbang

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air, Retri Maya, mengatakan seluruh armada Sriwijaya Air, layak beroperasi, dan selalu mengedepankan faktor keselamatan keamanan dan kenyamanan diseluruh penerbangannya.

“Soal keterlambatan jadwal penerbangan Sriwijaya Air selama bulan Juli 2019 di Manokwari, pihak managemen Sriwijaya Air memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas kejadian tersebut,” ungkapnya, melalui rilis yang diterima media ini, Sabtu (27/7/2019).

Menurut dia, Sriwijaya Air sangat patuh terhadap regulasi penerbangan termasuk salah satunya yaitu mengimplementasikan standar keamanan yang tinggi. Hal ini diyakini menjadi salah satu Standard of Procedure (SOP) perusahaan dalam mengoperasikan setiap layanannya.

“Dalam aturan penerbangan diberlakukan kewajiban pengecekan kelayakan armada oleh pihak internal maupun eksternal dalam hal ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Sehingga setiap armada yang dioperasikan Sriwijaya Air layak untuk beroperasi,” sebutnya.

Dia menjelaskan, Jika dikatakan pesawat Sriwijaya Air tidak layak terbang dan merupakan pesawat tua itu tidak benar, karena semua sudah melalui Standard of Procedure (SOP), perusahaan dalam mengoperasikan setiap layanannya.

“Saat ini kami gunakan pesawat boeing 737 dan 500 untuk layani rute Manokwari, karena landasan Bandar Udara Rendani,” terangnya.

Kata Maya, saat ini pun Sriwijaya Air telah menjalin kerjasama dengan Garuda Maintenance Facility Aero Asia dalam hal perawatan seluruh armadanya.

Sriwijaya Air mempercayakan perawatan seluruh armadanya kepada salah satu MRO (Maintenance, Repai dan Overhaul) terbesar di Asia Tenggara yaitu GMF AA. Dengan demikian kami memastikan bahwa reliability pesawat kami cukup baik.

Disisi lain, demi memberikan layanan yang optimal kepada seluruh pelanggannya Sriwijaya Air pun pernah berupaya untuk mengganti armada yang akan digunakan untuk melayani penerbangan dengan pesawat boeing dari dan menuju Manokwari. Namun hal tersebut belum dapat direalisasikan karena sampai sekarang masih ada kendala dengan landasan yang belum memadai pada saat mendarat di Bandar Udara Rendani, Manokwari.

“Sriwijaya Air pun sudah pernah dua kali mencoba menerbangkan Boeing 737 800 NG ke Manokwari. Akan tetapi karena landasan bandar udara rendani Manokwari yang pendek cukup beresiko terhadap keselamatan penerbangan jadi kami tetap layani dengan Boeing 737 500,” bebernya.

Atas kejadian keterlambatan penerbangan Sriwijaya Air beberapa waktu lalu, dia berharap seluruh pelanggan tidak memberikan asumsi yang semata-mata dapat menimbulkan keresahan di masyarakat serta merusak citra Sriwijaya Air.

Perlu kita ketahui bahwa keterlambatan yang dialami Sriwijaya Air kemarin tidak hanya karena faktor kerusakan pesawat tapi juga faktor kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk memaksa pesawat diterbangkan.

“Komitmen kami selalu mengutamakan keselamatan penumpang dan crew. Oleh karena itu kami terpaksa harus menunda jadwal penerbangan 115 penumpang pada 25 Juli 2019 lalu,” tukasnya.

“Kami berencana mengalihkan penerbangan menuju Manokwari ke rute lainnya, terhitung sejak 30 Juli 2019,” tutupnya.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta