10.3 C
Munich
Sabtu, September 25, 2021

Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam di Kantor DJPb

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com Dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), tanggal 26 April 2019, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPb) Provinsi Papua Barat, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manokwari, menyelenggarakan Simulasi Evakuasi Bencana Perbendaharaan.

Sekaligus kegiatan ini diikuti dengan Simulasi Evaluasi Bencana Gempa Bumi, yang diselenggarakan dihalaman Gedung Keuangan Negara, Jumat (26/4/2019).

Kepala Kanwil DJPb Arif Wibawa mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana, sekaligus memberikan edukasi di lingkungan DJPb.

“Seperti diketahui kegiatan utama pada HKB adalah dilaksanakannya latihan atau simulasi serentak di seluruh wilayah Indonesia, seperti latihan evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, uji sirine peringatan dini, uji shelter dan lainnya ,” ungkap Arif.

“Harapan dari latihan ini untuk memberikan pengetahuan kepada kita mengenai di mana posisi kita, serta risiko apa yang ada di sekitar kita, lalu apa solusinya dalam merespon risiko bencana tersebut. Dan misalkan jika kemungkinan terjadinya gempa bumi pada saat jam operasional kantor di GKN ini,” ungkap Arif.

Menurut Arif, sebagai salah satu gedung bertingkat dan dimana Kabupaten Manokwari merupakan daerah yang rawan gempa bumi, sehingga atas dasar inilah DJPb PB dan BPBD Manokwari, berbagi edukasi mendorong ASN dan Pegawai lainnya bahkan terhadap masyarakat, untuk mampu mengelola ancaman dari bencana yang kerap terjadi di lingkungannya.

“Simulasi ini menjadi penting karena dapat menjadi pembelajaran bagi para pegawai dan/atau tamu undangan yang berada di GKN pada saat kejadian, terkait prosedur penyelamatan diri melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan, dengan tetap menghindari kepanikan,” tukas Arif.

Lanjut Arif, masyarakat  dan bahkan kita semua wajib tahu dan paham apa yang dilakukan saat gempa bumi, kebakaran gedung, tsunami, banjir bandang, tanah longsor atau letusan gunung api terjadi di lokasi mereka berada.

“Untuk kedepannya kegiatan ini akan rutin dilakukan, dengan menggandeng instansi terkait guna memberikan rasa aman bagi para pegawai GKN Manokwari dan para tamu undangan serta masyarakat,” jelas Arif.

Arif menambahkan melalui HKB, selain meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu, keluarga dan masyarakat, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, menuju Indonesia Tangguh Bencana.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kantor KPPN Manokwari, KPP Pratama Manokwari dan Kantor Bea dan Cukai Manokwari.(el)

 

 

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article