Connect with us

Adat

PT. Gag Nikel Dinilai Rugikan Masyarakat Adat Suku Kawe

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com- Sejak melakukan eksplorasi, hingga proses eksploitasi pada Februari 2018, PT. Gag Nikel tidak pernah melibatkan masyarakat Adat Suku Kawe, yang merupakan pemilik Pulau Gag, di Kabupaten Raja Ampat.

Hal tersebut terungkap, saat Anggota dan Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB), bertemu masyarakat adat Suku Kawe di Selpele, Distrik Waigeo Bagian Barat Kabupaten Raja Ampat, pada 11 April 2019 lalu.

“Sejak proses eksplorasi hingga eksploitasi tahun lalu, masyarakat adat Suku Kawe, tidak pernah dilibatkan. Bahkan hal-hal yang menjadi keharusan perusahaan kepada masyarakat adat tidak dipenuhi,” kata Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga, MRPB, Yulianus Thebu, Jumat (26/4/2019).

“Sikap perusahaan inilah yang membuat mereka merasa hak adatnya tidak dihargai, baik dari perusahaan maupun pemerintah daerah dan Pusat. Padahal secara aturan, Pihak perusahaan harus memberikan kompensasi kepada masyarakat adat pemilik ulayat, sebagai ganti rugi,” ungkap Yulianus.

Yulianus mengatakan dengan kewenangan yang dimiliki MRPB, maka dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pihak perusahaan. Selain untuk melaporkan semua aktifitasnya, perusahaan juga diminta memperjelas terkait Kompensasi masyarakat Adat.

“Pada prinsipnya, keberpihakan terhadap Hak adat masyarakat Kawe merupakan satu keharusan untuk dilakukan, oleh pihak perusahaan terkait,” ungkap Yulianus.

Yulianus menuturkan, memang bagi Negara, keberadaan perusahaan ini adalah positif, karena memberikan sumbangsih besar terhadap Negara lewat royalti dan sumber pendapatan lainnya.

“Untuk negara tentu sebagai lahan sumber devisa, tetapi bagi masyarakat adat Suku Maya, secara khusus Suku Kawe, kehadiran perusahaan ini malah memiskinkan masyarakat adat,” tegas Yulianus.

Selain itu, Yulianus mengutarakan anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam), yakni PT Gag Nikel, menargetkan, produksi Nikel di Pulau Gag, 1,8 juta ton. Target itu meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya 900 ribu ton.

Penambahan infrastruktur penunjang produksi juga akan terus ditingkatkan. Sehingga, produksi bisa meningkat menjadi 3 juta ton nikel di tahun 2020. Produksi 3 juta ton itu sejalan dengan kapasitas pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang akan dibangun.

“Jika dikatakan masyarakat sudah merasakan manfaat positif dengan kehadiran perusahaan ini, maka saya pertanyakan, manfaat positif apa? Program PPM ATAU CSR belum dinikmati, ditambah lagi dana kompensasi yang menjadi tanggungjawab perusahan belum ada,” ucap Yulianus.

“Selaku perwakilan adat Suku Maya, Kabupaten Raja Ampat, maka saya akan sampaikan persoalan ini dalam rapat Pokja dan Rapat Kerja MRPB, untuk segera ditindak lanjuti,” ujar Yulianus.

Disisi lain, Yulianus mendiskripsikan Pulau Gag merupakan salah satu Pulau, pada gugusan kepulauan Raja Ampat dan terletak di Bagian Barat Kepala Burung Irian Jaya. Pulau Gag memiliki luas sekitar 6500 ha. Pulau Gag terletak 160 km arah barat laut Kota Sorong.

Untuk mencapai pula ini dari Sorong dapat ditempuh dengan menggunakan Kapal Motor selama 12 jam, dan Speed Boat 500 HP 4 jam atau menggunakan pesawat udara dengan waktu tempuh 45 menit.

Kondisi topografi Pulau Gag sebagian besar berbukit dan bergunung dengan puncak tertinggi Gunung Susu, dengan ketinggian mencapai 350 meter dari permukaan laut, dan terletak dibagian Selatan. Selain itu juga memiliki potensi sumber daya yang tinggi, meliputi Sumberdaya Mineral, Perikanan, Ekosistem Mangrove, Terumbu Karang, Rumput Laut dan Biota Laut lainnya.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Hormati Umat Islam, Pasokan Miras Dan THM Dihentikan Selama Bulan Puasa

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH mengimbau kepada semua umat beragama, agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban dalam mendukung dan menyukseskan ibadah puasa yang dilakukan oleh umat Islam di Manokwari.

“Mari terus mendukung saudara-saudara kita yang beragama Islam dalam melaksnakan ibadah puasa. Yang tidak hanya meningkatkan iman percaya serta taqwa kepada Tuhan tetapi juga bermanfaat untuk membina kerukunan dan hubungan yang harmonis antar umat beragama,”ajak Bupati, diruang kerjanya.

Terkait hal itu, maka ia menegaskan agar semua tempat hiburan malam yang berada di pusat kota Manokwari, untuk tidak beroperasi selama bulan suci ramadhan berlangsung. Ini bentuk penghormatan dan memberikan kesempatan kepada umat Islam dalam menikmati hubungannya bersama Tuhan dibulan puasa.

“Saya juga imbau agar pasokan miras ilegal yang akan masuk di Manokwari mulai sekarang harus dihentikan selama bulan puasa, saya sangat mengharapkan kerja sama aparat keamanan dalam memperketat penjagaan pintu-pintu masuknya miras tersebut,”tegas Bupati

Hal ini berarti bahwa bersama semua pihak berjuang untuk menjaga Manokwari tetap berada dalam situasi aman dan damai, karena masyarakat yang sehat dan memiliki pikiran positif akan mampu mengendalikan diri dalam mendukung ibadah umat Islam.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

PT Cokran Resmi Milik Pemerintah Manokwari Selatan

Published

on

Penandatanganan Berita Acara Pengalihan PT Cokran oleh Bupati Mansel Markus Waran, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 45/KM.6/2021 pada Senin (12/4/2021) di Gedung DJKN, Jakarta Pusat.

JAKARTA,JAGATPAPUA.com– PT Cokran yang sebelumnya merupakan Aset eks Yayasan Iran Jaya Development Foundation (IJJDF) yang berlokasi di Ransiki, sudah resmi menjadi milik Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 45/KM.6/2021 pada Senin (12/4/2021) dari Direktur Jenderal Kekayaan Negara kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan di Gedung DJKN, Jakarta Pusat.

Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh DJKN Ronald Silaban kepada Pemda Mansel yang diterima bupati Manokwari Selatan Markus Waran, ST, MT, didampingi Kaban Keuangan Mansel Frengky Mandacan dan Kabid Aset Daerah Mansel Levinus Waran, yang sekaligus dengan penandatanganan berita acara.

“Penyerahan aset eks IJJDF dilakukan setelah terbitnya PMK No. 456 Tahun 2018 tentang penyelesaian aset eks IJJDF. Selaku pengelola barang. DJKN sangat mendukung upaya pemda Mansel dalam penyelesaikan aset eks IJJDF. Dan dukungan itu diberikan dalam bentuk persetujuan atas permohonan status hukum eks IJJDF menjadi BMD pada Pemda Mansel,”beber Silaban

Ia menjelaskan aset eks IJJDF yang memiliki luas 4.093 ha dengan nilai NJOP 6, 1 Trilyun di atasnya terhampar perkebunan coklat yang terletak di desa Ransiki. Sehingga ia berharap, setelah penyerahan aset ini, Pemda Mansel bisa mengelola lahan tersebut secara efektif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, dalam hal pembukaan lapangan kerja.

Menanggapi hal itu, Waran mengatakan, sangat bersyukur kepada Tuhan, dan sangat terharu karena perjuangan yang sangat panjang soal status hukum eks PT. Cokran, tetapi dapat diselesaikan.

“PT. Cokran sudah jelas dan terang benderang karena sudah jadi milik Pemda Mansel. Karena sudah jelas kepemilikannya kita akan atur dengan baik. Misalnya untuk buat PT atau BUMD yang nantinya mengelola aset tersebut untuk kepentingan rakyat. Termasuk menyelesaikan sejumlah persoalan di atas lahan tersebut,”ucap Waran.(JP/NAE)

Continue Reading

Adat

Daerah Mansel Dijatah 16 Juta Materai 10 Ribu, Materai 3 Dan 6 Ribu Tidak Lagi Digunakan

Published

on

Admin Kantor Pos Cabang Ransiki Deddy, Saat Memberikan pelayanan kepada masyarakat, Senin (12/4/2021).

MANSEL,JAGATPAPUA.com– Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) diberikan jatah 16 juta Materai 10 Ribu, dan saat ini telah diberlakukan.

Hal itu disampaikan, Admin Kantor Pos Cabang Ransiki, Deddy kepada awak media Senin (12/4/2021) di Kantor Pos Ransiki. Dengan demikian kata Deddy, penggunan materai 3 ribu dan 6 ribu tidak lagi digunakan.

“Kemarin akhir Maret Manokwari Selatan dapat jatah 16 juta materai 10 ribu,”sebut Deddy

Untuk stok materai 3 ribu dan 6 ribu yang ada tidak lagi dijual belikan. Sekarang sistem otomatis pakai yang materai 10 ribu.

Menurut ia, stok materai 10 ribu tersebut masih disimpan di Kantor Pos Manokwari dan akan disuplai ke Manokwari Selatan secara berkala.

“Sebulan terakhir ini stok materai 10 ribu selalu habis dengan cepat. Karena sekarang ini ada penerimaan Bintara Noken, jadi materai cepat habis,”akunya

“Selain materai, Manokwari Selatan juga memperoleh pasokan 1,5 juta lembar perangko tambahan,”tutup Deddy.(JP/NAE).

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta