Connect with us

Headline

Polisi Tangkap Pembunuh Sumiati Rimauli Simanullang, Motif Sakit Hati

Published

on

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Polisi berhasil mengungkap misteri pembunuhan ibu muda Sumiati Rimauli Simanullang (34 tahun), yang ditemukan tewas di semak-semak hutan Sowi Gunung, Manokwari, bulan Maret lalu.

Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka dengan motif pembunuhan dendam/sakit hati.

Pelaku berinisial DI (28 tahun), yang beralamat di Jalan Trikora Wosi Rendani, ditangkap pada Rabu (1/7/2020), sekitar pukul 01.15 WIT.

“Sudah ditangkap (pelakunya) dan sekarang ditahan oleh tim Reskrim Polres Manokwari,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi, melalui pesan Whatsapp, Senin (6/7/2020).

Kabid Humas mengatakan berdasarkan hasil otopsi, korban meninggal akibat gagal pernapasan. Ini juga didasarkan hasil labfor dimana modus pelaku menyuntikan cairan berwana hitam ke korban sebanyak 5 kali.

“Sutikan cairan hitam dileher kiri sebanyak 2 kali dan leher kanan 2 kali, serta 1 kali didada, yang menurut hasil labfor, cairan ini dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh,” sebut Kabid Humas.

Kabid Humas juga mengatakan akibat perbuatannya pelaku disangkalkan dengan pasal 338 KUHP atau 340 KUHP.

“DI ditetapkan sebagai tersangka, karena sudah memenuhi 2 alat bukti dan di tahan di Polres Manokwari untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tandas Kabid Humas.(red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Musrenbang Distrik Wondiboi, Alexander Minta Pemerintah Harus Bangun Talud Sungai Kabou Tahun ini

Published

on

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat distrik, di Distrik Wondiboi Kabupaten Teluk Wondama Senin (8/3/2021).

WONDAMA,JAGATPAPUA.com– Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat distrik, di Distrik Wondiboi Kabupaten Teluk Wondama menghasilkan puluhan usulan program kerja Tahun Anggaran 2021.

Distrik Wondiboi terdiri dari 4 kampung yakni, Kaibi, Kabou, Wondiboi dan Isui ini membutuhkan banyak realisasi pembangunan diwilayah tersebut.

Kepala Distrik Wondiboi Alexandra Mambor mengusulkan agar pembangunan talud sungai Kaboi harus dibangun tahun ini, karena sering meluap ketika curah hujan ekstrim.

“Pembangunan kali Kabou harus di kerjakan tahun ini sebab, apabila tidak, sungai tersebut sewaktu-waktu dapat meluap ke rumah warga yang bermukim di sekitarnya,”ungkap Mambor.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintah agar program-program pembangunan distrik Wondiboi yang sudah di usulkan pada tahun sebelumnya dapat di perhatikan dengan baik sebab, menurut dia, itu adalah kondisi rill di lapangan yang dihadapi oleh warganya.

“Program-program yang pernah di usulkan kepada dinas Pekerjaan Umum (PU), agar melihat sungai yang sekarang ini hampir meluap ke pemukiman penduduk, kami harap segera di bangun, selain dari 42 usulan program pembangunan di distrik Wondiboi yang sudah kami usulkan,”tandas Alexandra.

ia juga menegaskan agar pada Musrenbang yang akan datang khusus di Distrik Wondiboi, harus dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga dapat memberikan solusi dan tanggapan tentang sebab dan akibat usulan program yang diusulkan secara berjenjang namun tidak direlisasika oleh OPD-OPD terkait.

“Selaku kepala distrik, saya minta agar pada kesempatan Musrembang berikut dapat di hadiri oleh setiap kepala OPD, sehingga keluh kesah tentang usulan program yang disampaikan oleh kepala kampung dapat di jawab oleh setiap OPD yang ada,”tutur Alexandra.

Sementara kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan daerah (BP4D), Drs. Amirudin mengatakan semua usulan program distrik yang disampaikan tentu diupayakan agar bisa terjawab, namun ia meminta agar pihak distrik juga harus memahami kondisi keuangan daerah saat ini yang devisit akibat wabah corona.

Amirudin mengaku, pada tahun sebelumnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Teluk Wondama mencapai 1 triliun. Namun tidak bertahan lama akibat revisi anggaran daerah.

“APBD, kita pernah naik 1 triliun lebih tapi, hanya bertahan sampai dua bulan, saat ini sudah turun kurang lebih 800 miliar dan itupun masih akan di pangkas lagi, kondisi ini tidak seperti dulu lagi, saya selaku kepala OPD, ingin program usulan itu dapat direalisasikan, namun kondisi ekonomi di tengah pandemic covid-19 harus kita prioritaskan sehingga APBD kita kembali normal,”ucap Amirudin.(JP/SR).

Continue Reading

Adat

Bersama BPJS, Bupati Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Manokwari

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH pada acara Forum komunikasi kemitraan dan forum pengawasan pemeriksaan kepatuhan BPJS kesehatan bersama Pemda Manokwari dan Kejaksaan Negeri Manokwari, Selasa (9/3/2021) di Inggandi Beach, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Daerah Manokwari, berkomitmen mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-KIS Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Manokwari.

“Pemda Manokwari berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dibidang kesehatan, untuk itu, atas nama pemerintah saya mengharapkan dukungan semua pihak untuk menjaga komitmen bersama ini serta mensukseskan program strategis nasional secara khusus dibidang kesehatan sehingga memerlukan kerja keras perencanaan yang benar benar dimonitor dan dikawal secara baik,”ungkap Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH pada acara Forum komunikasi kemitraan dan forum pengawasan pemeriksaan kepatuhan BPJS kesehatan bersama Pemda Manokwari dan Kejaksaan Negeri Manokwari, Selasa (9/3/2021) di Inggandi Beach, Manokwari.

Memang disadari, masih banyak hal terkait yang harus diperbaiki seperti tempat pelayanan dan pengaturan persalinan, tentu untuk mewujudkannya membutuhkan kerja sama dan pemikiran matang dan semangat yang kokoh dari semua pihak. Tantangan dan persoalan kedepan yang membutuhkan solusi tentu semakin besar.

“Untuk itu mari sempuranakan sistem kerja kita sehingga lebih baik melalui perbaikan proses dan budaya kerja yang berdampak positif langsung kepada masyarakat,”ajak Bupati.

Sejauh ini, Pemerintah bersama BPJS kesehatan terus melakukan inovasi dalam memperluas cakupan kepesertaan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Menurut Bupati, Ini tujuan mulia yang dapat memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah dan masyarakat memberikan kepercayaan kepada BPJS kesehatan dalam menjalankan program jamkes agar akses financial atau pelayanan kesehatan sekaligu akses kualitas pelayanan dapat tercapai sesuai harapan masyarakat.

“Saya harap BPJS dapat terus bersinergi dengan Pemda Manokwari sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan hidup sehat guna memberikan kontribusi dalam membangun daerah ini,”ujarnya

Sebab, jaminan sosial adalah hak konstitusional setiap warga negara yang merupakan wujud tanggung jawab negara terhadap masyarakat Indonesia secara khusus Manokwari, terkait nawacita nasional

Dalam rangka mewujudkan universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Manokwari telah lebih awal melakukan komitmen UHC tersebut pada 1 Maret tahun 2018 lalu, dan sebagai bentuk apresiasi, presiden RI memberikan aword kepada Bupati Manokwari di istana negara saat itu.

Dengan dicanangkannya pelaksanaan jaminan kesehatan Nasional di kab Manokwari dengan predikat UHC, Manokwari telah melakukan lompatan besar luar biasa dalam penyelenggara Jamkes bagi seluruh penduduk di daerah ini tetapi juga telah meratas jalan menuju cakupan sehat penduduk Manokwari.

“Juga pencanangan ini sudah menumbuhkan kesadaran pentingnya gotong royong dalam memelihara kesehatan bersama. Karena Pemeliharaan kesehatan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab dan kebutuhan bersama,”tutup Bupati.(JP/alb).

Continue Reading

Adat

Penyuluh Sebagai Garda Terdepan, Wujudkan Keberhasilan Pertanian Di Manokwari

Published

on

Foto Bersama Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH, Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, Plh Sekda Drs Merciana Djalimun, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kukuh Saptoyudo dengan 14 P3K Penyuluh Pertanian, Selasa (9/3/2021) di Ruang Sasana Karya Kantor Bupati.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH mengatakan, penyuluh pertanian merupakan garda terdepan pemerintah kabupaten Manokwari, dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil produktivitas dibidang pertanian.

“Penyuluh pertanian Manokwari, menjadi ujung tombak dalam menentukan keberhasilan dalam pengembangan pertanian di wilayah ini,”kata Bupati pada penyerahan SK P3K Penyuluhan Pertanian, Selasa (9/3/2021), di ruang Sasana Karya, Kantor Bupati, Manokwari.

Untuk itu, harus tetap aktif dan inovatif dalam mengembangkan hal-hal yang unik untuk bisa memberdayakan seluruh petani diwilayah Manokwari, guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia berharap , kedepan pembangunan pertanian semakin kompetiti, dimana produktivitas pertanian kita bisa dimaksimalkan, dan ketersediaan pasokan bahan pangan juga mampu disiapkan melalui produksi didalam daerah, yang juga tidak terlepas dari dukungan SDM yang dimiliki oleh Pemkab dibidang pertanian.

“Khusus kepada 14 P3K penerima SK, harus bersyukur karena bahwasannya bisa menjadi pegawai. Ini adalah kesempatan yang diberikan oleh pemerintah tetapi juga Tuhan kepada saudara maka gunakanlah berkat ini dengan baik, bertugas secara profesional, tunjukan loyalitas tetapi juga kesetiaan, berkat Tuhan hanya dipercayakan dimana tempat kita bekerja,”Pesan Bupati

Banyak orang tekadang meninggalkan tempat tugas, tetapi sesungguhnya jika kita mengabdi secara tulus dan ikhlas pasti kinerja menjadi baik dan meraih kesuksesan, karena itu manfaatkanlah setiap kesempatan yang diberikan Tuhan juga pemerintah untuk membangun harga diri dan martabat dihadapan Tuhan.

“Tetapi yang paling terpenting adalah bantu pemkab Manokwari melalui dinas pertanian menjadi penyuluh pertanian yang handal”tandas Bupati.(JP/alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta