3.1 C
Munich
Kamis, Januari 20, 2022

PLN Manokwari Gandeng Perindakop Berikan Pelatihan Bagi Mama Papua Di Sanggeng

Must read

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com- Untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja bagi para mama Papua dan anak-anak milenial Papua mantan pengguna Aibon dan putus sekolah, di Sanggeng Manokwari, PT PLN (Persero) UP3 Manokwari melakukan pelatihan pembuatan keripik sukun.

Kegiatan yang dilakukan melalui program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL) ini menggandeng Pemerintah daerah Kabupaten Manokwari melalui dinas Perindakop dan UMKM.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung di aula Gedung serbaguna Sion Sanggeng dibuka langsung oleh wakil bupati Manokwari, Drs Edi Budoyo.

Plt Kadis Perindakop, Harjanto Ombesappu menyebutkan, Kegiatan pelatihan dimaksudkan memberikan rasa percaya diri dalam meningkatkan usaha industri rumah tangga sehingga akan meningkatkan ekonomi masyarakat Papua serta terwujudnya peningkatan ketrampilan kerja, khususnya kemampuan dalam berusaha membuat olahan keripik sukun dan krans bunga juga dapat meningkatkan kemandirian untuk menambah penghasilan dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Ia menjelaskan, Kegiatan diikuti sebanyak 30 orang masing-masing 20 peserta (mama- mama Papua ) untuk pelatihan pembuatan olahan keripik sukun dan 10 peserta (anak mantan lem aibon dan anak putus sekolah) mengikuti pelatihan pembuatan krans Bunga.

Sementara Roberth Rumsaur selaku Manager PLN UP3 Manokwari, menyatakan Program TJSL ini bertujan untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Program Bantuan Pelatihan Keripik Sukun untuk Mama Mama Asli Papua senilai 100 Juta Rupiah sedangkan Pelatihan Krans Bunga Untuk Pemuda/I Milenial Asli Papua mantan pengguna lem aibon dan putus sekolah senilai 70 juta rupiah.

“Tak hanya pelatihan, kami juga menyerahkan bantuan peralatan juga dan modal usaha.Terkait pengolahan sukun dimana buah ini menjadi khas dari kabupaten manokwari daerah sanggeng,”sebut Rimsaur

Ia berharap dengan adanya pelatihan krans Bunga juga dapat membangun kemandirian para pemuda khususnya para mantan pengguna lem aibon dan putus sekolah.

“Kami yakin dimana ada kemauan disitu pasti dibuka kesempatan. Kami juga mohon doanya agar dapat mendukung pelayanan PLN UP3 Manokwari yang bebas tanpa calo. Hubungan sinergi bersama dengan kolaborasi pemerintah daerah kami berharap kolaborasi ini terus terbangun,” Ungkap Roberth Rumsaur

Wakil bupati Manokwari , Edi Budoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa
Keripik sukun adalah makanan yang terbuat dari sukun yang diiris tipis kemudian digoreng sampai kering dan renyah dan merupakan salah satu kudapan yang paling digemari oleh berbagai kalangan.

Budoyo mengungkapkan bahwa melihat permintaan pasar akan makanan ringan yang satu ini dinggap baik oleh pemerintah untuk semakin mengembangkan peluang usaha tersebut sedangkan krans bunga.

Sehingga dengan permintaan pasar yang terbilang tinggi di Manokwari terhadap pembuatan krans bunga maka upaya untuk memberikan pelatihan bagi sumber daya manusia dalam hal ini bagi mama-mama asli Papua juga bagi anak-anak milenial Papua dapat menggali potensi yang dimiliki.

Budoyo berharap kepada seluruh peserta yang akan mengikuti pelatihan agar dapat mengikuti dengan serius sehingga ilmu yang diberikan oleh narasumber dapat diimplementasikan dengan baik dalam dunia usaha.

“Pentingnya pelatihan pembuatan olahan keripik sukun dan pelatihan pembuatan krans bunga secara terpadu diharapkan mampu mewujudkan Manokwari yang religius, berbudaya, berdaya saing, mandiri dan sejahtera dan bisa memberikan manfaat yang besar dan menyentuh langsung kepada masyarakat” harap Budoyo.(jp/adv)

 

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta