Connect with us

Manokwari

Manokwari Menuju ‘New Normal’, Sembiring : Yang Melanggar Disanksi

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Saat ini Pemerintah Kabupaten Manokwari, melalui Satgas Covid-19 masih membahas persiapan untuk tatanan baru atau New Normal.

Diantaranya regulasi terkait Covid-19, serta sosialisasi Protokol Kesehatan kepada masyarakat melalui lembaga keagamaan di Manokwari.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari, dr. Henri Sembiring, Kamis (11/6/2020).

“Untuk Manokwari belum bisa terapkan New Normal, tetapi tetap akan mengarah ke situ, Satgas sedang mempersiapkan rancangan regulasi menuju Manokwari New Normal,” ujarnya sembiring

Menurut dia, ketika New Normal sudah diberlakukan, tentu aturan tersebut akan mengikat masyarakat, artinya masyarakat yang melanggar aturan Protokol Kesehatan akan diberikan sanksi.

“Misalnya di gereja atau masjid, setiap umat yang beribadah harus mentaati aturan, jarak antar umat adalah 1 meter, ketika ditemukan jarak tidak sesuai, maka itu pelanggaran, dan akan diamankan oleh TNI/Polri yang bertugas,” ujarnya.

“Jika sama sekali tidak mematuhi Protokol Kesehatan bisa saja ibadah itu dibubarkan, yang pembangkang bisa di proses hukum,” terangnya.

Dia mengaku alasan Manokwari belum bisa terapkan New Normal, karena orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan 10 pasien positif Covid-19 belum dirapid tes secara massal.

“Kita perlu lakukan rapid test terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kalau yang reaktif kita swab. Setelah semua itu kita lakukan dan apabila kurvanya menurun saya rekomendasikan ke bupati kita keluar dari tanggap darurat dan masuk dalam massa New Normal,” ujarnya.

Sementara terkait sosialisasi, Satgas telah membangun kerjasama dengan para tokoh agama dan lembaga keagamaan di manokwari pada 3 Juni 2020. Sehingga tidak lagi melalui orang per orang tetapi melalui tempat ibadah baik masjid, gereja, Hindu dan Budha.

“Satgas sedang menyiapkan materi dalam bentuk flashdisk dan hardisk yang nanti dibacakan para toko agama/pdt pada saat ibadah. Juga flashdisk yang nanti direkam oleh RRI sehingga sosialisasinya merata kepada masyarakat,” tandasnya.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Bupati: Pemda Manokwari Akan Tambah 2 Unit Mobil Damkar

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, didampingi Anggota DPRD Alyosius Siep saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari akan menambah 2 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). Sebab 2 Mobil Damkar milik Pemda ludes dibakar massa saat rusuh 19 Agustus 2019 lalu.

Hal itu dilakukan karena masyarakat menilai Pemerintah Lambat dalam mengambil langkah cepat untuk mengirim mobil Damkar ke lokasi kebakaran yang terjadi.

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan saat ini fasilitas pemadam kebakaran di Kabupaten Manokwari belum tersedia. Tetapi sesuai informasi yang diterima Pemda Manokwari mendapat jatah 2 unit mobil Damkar dari pemprov PB yang waktu realisasinya masih menunggu petunjuk pemprov.

“Sehingga memang beberapa kejadian kebakaran di Wilayah ini penanganannya belum maksimal di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari,” ungkap Hermus Indou kepada awak media usai meninjau lokasi kebakaran di pasar wosi, Sabtu ( 27/02/2021 ).

“Ketersediaan Damkar sangat penting untuk mengatasi peristiwa kebakaran seperti ini, sehingga direncanakan akan melakukan pengadaan 2 atau bahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran melalui APBD kita supaya bisa mengantisipasi kejadian-kejadian serupa yang nanti akan terjadi lagi,”tandas Bupati

Sementara Kepala Satpol-PP Kabupaten Manokwari Yusuf Kayukatui membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manokwari memang memiliki 2 unit kendaraan pemadam kebakaran, namun tidak bisa digunakan karena mobil tersebut rusak.

“Ada 2 unit, tapi mobil damkar yang besar pengadaan 2001 sudah tidak bisa dipakai karena mulai rusak, sedangkan mobil hibah dari Pemerintah tahun 2018 sudah terbakar saat terjadi demo pada Agustus 2019. Jadi sampai sekarang kita di Kabupaten Manokwari belum memiliki mobil pemadam kebakaran,”pungkasnya.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Dan Wabub Utamakan Perhatian Bagi Warga Yang Terdampak

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou dan Edi Budoyo meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu disekitar Pasar Wosi, Manokwari.

Bupati dan Wabub yang tiba dilokasi kebakaran, Sabtu (27/2/2021) didampingi Anggota DPRD Manokwari, Alyosius Siep serta sejumlah Pimpinan OPD terkait lingkup Pemda Manokwari.

Bupati mengatakan, sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa korban juga warga masyarakat diwilayah tersebut yang terkena dampak kebakaran. Menurut ia, tindakan pertama yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari yaitu memperhatikan keluarga yang merupakan korban atas kebakaran tersebut, juga masyarakat yang terkena dampak.

“Kita memperhatikan kebutuhan mereka, selanjutnya kita akan memastikan data jumlah keluarga yang terdampak dari OPD terkait, sehingga kita bisa tahu secara jelas dan pasti berapa keluarga yang terkena dampak dari peristiwa ini,”kata Bupati Indou

selain itu, terkait bangunan yang rusak akibat kebakaran itu akan dikoordinasikan kemudian apakah akan dibangun kembali atau tindaklanjutnya seperti apa.

“Kami tadi juga sudah bertemu dengan Ketua-ketua RT bertanya terkait dengan mengapa sampai terjadi kebakaran, mereka juga sudah menjelaskan bahwa memang itu karena adanya konslet listrik,”ucap Bupati.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Prokes Covid-19 Ketat Diterapkan Selama Lomba Pesparawi XIII Tingkat Provinsi PB

Published

on

Ketua Panitia Pesparawi ke-XIII Se- Tanah Papua, Tingkat Provinsi Papua Barat, Abia Ullu S.Sos.

SORONG,JAGATPAPUA.com– Ketua Panitia Lomba Pesparawi ke-XIII Se Tanah Papua, Tingkat Provinsi Papua Barat, Abia Ullu S.Sos mengatakan, Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 serius diterapkan panitia dan Peserta lomba selama pelaksanaan Lomba Pesparawi.

“Sejak proses awal pelaksanaan lomba pesparawi prokes Covid-19 sangat ketat dilakukan oleh panitia bahkan peserta atau kontingen dari setiap daerah yang mengikuti lomba pesparawi ini,”ungkap Abia, Sabtu (27/2/2021) di gedung Lambert Jitmau Kota Sorong.

Hal ini merupakan protap panitia dalam melaksanakan Pesparawi tingkat Papua Barat, dalam masa situasi pandemic Covid-19. Karena lomba Tarik suara ini jelas memiliki potensi yang sangat besar terhadap penularan virus corona.

Sehingga sekksi dalam kepanitiaan Pesparawai melaksnakan tugasnya dengan baik, terlebih khusus seksi kesehatan, yang terdiri dari tenaga kesehatan (Nakes) Dokter, sangat berperan aktif dalam mengawasi atau memeriksa kesehatan semua panitia termasuk para juri.

“Tim kesehatan ini bertugas selalu memeriksa kesehatan para peserta lomba juga jury, bahkan untuk jury diharuskan mengganti masker dalam setiap 2 jam berjalan,”ujarnya

Termasuk pengaturan posisi tempat duduk dalam setiap ruangan lomba, sangat diperhatikan dengan baik, terutama terkait jarak dari tempat duduk yang satu ke tempat duduk lainnya. Kemudian Juga fasilits lainnya yang berkaitan dengan 3 yaitu mencuci tangan, Menjaga jarak, menggunakan masker”tandasnya

Hal ini dilakukan wajib untuk memutus mata rantai penyebaran Virus corona sesuai dengan instruksi pemerintah pusat maupun pemerintah di daerah ini.

“Ya saya berharap jika kita ingin suksesnya pelaksanaan pesparawi maka semua orang yang datang harus sehat, dan kualitas puji-pujian yang dipersebahkan sebagai peserta lomba harus berkualitas untuk kemuliaan nama Tuhan”tutupnya.(JP/Sos)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta