Connect with us

Headline

Ketua PGGP Harap Momen Paskah Jangan Jadi Seremonial Semata

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com- Peringatan Hari Raya Paskah, yang hadir berselang dua hari dengan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, sedikit mengganggu konsentrasi sebagian besar umat Nasrani, di Manokwari dan umum di Papua Barat, dalam melaksanakan kegiatan kerohanian sebelum dan pada saat hari raya Paskah itu sendiri.

Ketua PGGP Papua Barat, Pdt Sherly F.A.Parinussa Siagian S.Th mengatakan, momen Paskah, seharus menjadi motivasi dan inspirasi bagi kehidupan umat Nasrani di Papua Barat, bukan sebatas seremoni semata. Makna dari Perayaan ini, memiliki kekuatan besar dalam mewujudkan perubahan hidup ke arah yang lebih baik sesuai perintah dalam Firman Tuhan.

“Kita sendiri mengalami hari pemilihan tanggal 17 April atau hari Rabu, dan pada hari Rabu, masuk dalam pekan Paskah, karena pekan paskah itu di mulai dari Rabu Agung, Kamis Putih, Jumat Agung, sampai Sabtu Sunyi dan Minggu Paskah,” ungkap Sherly.

Sherly, menerangkan pelaksanaan Pemilu serentak yang dilakukan pada Pekan Paskah, kalau dilihat sisi positifnya, semua itu tidak terlepas dari rencana Tuhan. Kalaupun perayaan Paskah dilakukan di tengah-tengah pergumulan bangsa untuk mencari para pemimpin yang benar atau orang-orang strategis, maka momentum perayaan Paskah, harusnya menjadi doa bersama.

“Pada momen Paskah ini, kita meminta dan bermohon kepada Tuhan menghadirkan pemimpin bangsa yang takut akan Tuhan, pemimpin bangsa yang hidup dalam karya dan nilai – nilai pengorbanan Yesus Kristus itu sendiri,”ucap Sherly.

Menurut Sherly, adalah hal yang positif, kehadiran gereja melalui perayaan Minggu Sengsara sampai pekan Paskah, seharusnya memberikan dampak yang kuat bagi hadirnya sebuah penyelenggaran Negara yang lebih baik. Untuk kehadiran para anggota parlemen yang baik dalam suasana Paskah ini.

Namun secara negative menurut Sherly, hingga saat ini orang tidak memahami gaung dari kontestasi politik menutupi gaung paskah

“Saya melihat kita salah kaprah, karena sesungguhnya tidak akan ada tanggal 17 (Pemilu), kalau tidak dimulai dengan apa yang kita alami ditanggal 19, 20, dan 21 (Paskah), hanya karena ada Paskah, hanya karena Salib Kristus, dan hanya karena ada pengorbanan kristus, maka kita ada sebagaimana kita ada, menjadi satu bangsa yang besar,” tukas Sherly.

Oleh karena itu, Sherly, berharap umat Nasrani, Anggota Gereja, dan Orang Percaya, dapat memaknai Minggu Perayaan Paksah, dengan hati yang bersih, walaupun memiliki keterlibatan dalam pelaksnaan Pemilu.

“Bagi mereka para Caleg. Saya harap mereka mengutamakan doa, setia mengikuti proses Paskah, ibadah – ibadah dan perjamuan Kudus. Jangan ditinggalkan hanya karena sibuk untuk menghitung surat suara, sehingga mengabaikan hal yang paling esensi,” tutur Sherly.

“ Bagi caleg, atau bagi engkau pimpinan partai, ataupun engkau bertugas di KPU, atau petugas Panitia Pemungutan Suara mari lakukan tugas dengan benar dan umat Nasrani yang terlibat dalam penyelenggara agar mengutamakan Ibadah,” ajak Sherly.

Sherliy, mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Papua Barat, sesuai dengan thema Paskah tahun ini, ‘ supaya kebangkitan Yesus Kristus, menjadikan kita sebagai pribadi – pribadi orang percaya yang hidup didalam kekuatan Tuhan’.

“Untuk melihat bangsa Indonesia lebih baik, tentunya kita sadar pertaruhan-pertaruhan politik ini bisa memperkeruh nilai kasih, nilai kebersaaman, nilai kejujuran, karena manusia memperebutkan kedudukan atau posisi, tetapi mengabaikan nilai sesungguhnya dari nilai kemenangan,” ungkap Sherly.

“Kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih oleh kejujuran keterbukaan hati, pengorbanan diri dan sikap menghargai kemanusiaan. Sebab kemenangan, dengan mengabaikan nilai kemanusiaan, mengabaikan hak-hak sesama, meraih kemenangan dengan hoax, maka sebenarnya kemenangan yang demikian akan merusak bangsa ini,”tutup Sherly.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Ini Pesan Gubernur Saat Meresmikan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Sorong

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, pada peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

SORONG,JAGATPAPUA.com– Gereja merupakan salah satu lembaga yang dipanggil dalam bentuk persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih yang mempunyai peranan dan tanggung jawab yang dominan terhadap pembinaan mental dan spiritual umat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya pada acara peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

Dalam mewujudkan visi gereja sebagai lembaga dalam realisasinya, tidak terpisahkan dengan peran pemerintah sebagai pengayom, Pembina serta pengambil kebijakan dalam pertumbuhan serta pengembangan kehidupan Rohani.

Tampak Depan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Kabupaten Sorong.

“Pemerintah akan selalu hadir ditengah umat Tuhan dalam hal pembinaan dan pembangunan dibidang keagamaan. Pemerintah juga memiliki peran penting sebagai bagian integral dari upaya meletakan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah,”ungkap Gubernur Mandacan, dihadapan semua jemaat GKI Syaloom.

Dengan demikian manusia sebagai subyek pembangunan akan mampu menempatkan diri dalam ekselarasan dan keserasian hidup antar umat beragama. Ia menyebut, Gereja merupakan sarana paling penting didalam melaksanakan tugas keagamaan orang percaya untuk bersekutu, beribadah dan melayani Tuhan.

“Jemaat GKI Syaloom klamalu klasis malamoi Kabupaten Sorong dapat bermanfaat kepada seluruh jemaat sebagai Rumah yang kudus dalam mewujudkan panggilan Tuhan untuk menyembah, memuliakan Allah, memberitakan injil dan memberdayakan warga jemaat sesuai dengan misi Gereja sebagai tempat pembinaan kerohanian sehingga jemaat lebih taat kepada Tuhan,”kata Mandacan

Dengan demikian Mandacan menambahkan, jemaat akan memiliki moral dan etika yang baik serta taat kepada Norma keagamaan dan Norma Hukum serta menumbuhkan motivasi kepada umat untuk rajin beribadah, sehingga kasih dan damai sejahtera dari Tuhan senantiasa menyertai semua umat terutama anggota jemaat GKI Syaloom.(JP/Sos)

Continue Reading

Adat

Bupati: Pemda Manokwari Akan Tambah 2 Unit Mobil Damkar

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, didampingi Anggota DPRD Alyosius Siep saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari akan menambah 2 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). Sebab 2 Mobil Damkar milik Pemda ludes dibakar massa saat rusuh 19 Agustus 2019 lalu.

Hal itu dilakukan karena masyarakat menilai Pemerintah Lambat dalam mengambil langkah cepat untuk mengirim mobil Damkar ke lokasi kebakaran yang terjadi.

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan saat ini fasilitas pemadam kebakaran di Kabupaten Manokwari belum tersedia. Tetapi sesuai informasi yang diterima Pemda Manokwari mendapat jatah 2 unit mobil Damkar dari pemprov PB yang waktu realisasinya masih menunggu petunjuk pemprov.

“Sehingga memang beberapa kejadian kebakaran di Wilayah ini penanganannya belum maksimal di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari,” ungkap Hermus Indou kepada awak media usai meninjau lokasi kebakaran di pasar wosi, Sabtu ( 27/02/2021 ).

“Ketersediaan Damkar sangat penting untuk mengatasi peristiwa kebakaran seperti ini, sehingga direncanakan akan melakukan pengadaan 2 atau bahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran melalui APBD kita supaya bisa mengantisipasi kejadian-kejadian serupa yang nanti akan terjadi lagi,”tandas Bupati

Sementara Kepala Satpol-PP Kabupaten Manokwari Yusuf Kayukatui membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manokwari memang memiliki 2 unit kendaraan pemadam kebakaran, namun tidak bisa digunakan karena mobil tersebut rusak.

“Ada 2 unit, tapi mobil damkar yang besar pengadaan 2001 sudah tidak bisa dipakai karena mulai rusak, sedangkan mobil hibah dari Pemerintah tahun 2018 sudah terbakar saat terjadi demo pada Agustus 2019. Jadi sampai sekarang kita di Kabupaten Manokwari belum memiliki mobil pemadam kebakaran,”pungkasnya.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Dan Wabub Utamakan Perhatian Bagi Warga Yang Terdampak

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou dan Edi Budoyo meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu disekitar Pasar Wosi, Manokwari.

Bupati dan Wabub yang tiba dilokasi kebakaran, Sabtu (27/2/2021) didampingi Anggota DPRD Manokwari, Alyosius Siep serta sejumlah Pimpinan OPD terkait lingkup Pemda Manokwari.

Bupati mengatakan, sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa korban juga warga masyarakat diwilayah tersebut yang terkena dampak kebakaran. Menurut ia, tindakan pertama yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari yaitu memperhatikan keluarga yang merupakan korban atas kebakaran tersebut, juga masyarakat yang terkena dampak.

“Kita memperhatikan kebutuhan mereka, selanjutnya kita akan memastikan data jumlah keluarga yang terdampak dari OPD terkait, sehingga kita bisa tahu secara jelas dan pasti berapa keluarga yang terkena dampak dari peristiwa ini,”kata Bupati Indou

selain itu, terkait bangunan yang rusak akibat kebakaran itu akan dikoordinasikan kemudian apakah akan dibangun kembali atau tindaklanjutnya seperti apa.

“Kami tadi juga sudah bertemu dengan Ketua-ketua RT bertanya terkait dengan mengapa sampai terjadi kebakaran, mereka juga sudah menjelaskan bahwa memang itu karena adanya konslet listrik,”ucap Bupati.(JP/alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta