-0.6 C
Munich
Jumat, Desember 9, 2022

Kapolres Diminta Tinggalkan Warisan Baik Selama Bertugas di Mansel

Must read

MANSEL,JAGATPAPUA.com
Kapolres Manokwari Selatan (Mansel) AKBP Tolopan Simanjuntak diminta meninggalkan warisan baik selama bertugas di kabupaten berjuluk Segitiga Emas tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Pemuda Arfak Mansel Michael Inden saat melaksanakan mediasi dengan Kapolres Mansel, buntut dari pemalangan jalan akibat kekecewaan warga dengan tidak lolosnya tiga peserta, yakni Iskarani Indouw, Petrus Indouw dan Edison Indouw pada seleksi Bintara Polri.

“Harapan kami dari pemuda Arfak, selama bertugas di Mansel, bapak harus tinggalkan nama di sini. Pak Kapolres bangun kordinasi dengan Pemda Mansel, agar bisa mengakomodir tiga peserta yang ikut seleksi Bintara Polri, selain itu juga bisa mengakomodir adik-adik kami yang mengikuti seleksi Akpol,” tuturnya.

Kata Michael, selama ini warga selalu mendukung program pemerintah terkait pertahanan dan keamanan, salah satunya dengan menghibahkan lahan untuk lokasi kantor baik TNI maupun Polri.

“Sehingga harapan kami harus ada timbal balik positif bagi adik-adik kami yang ada di sini. Persoalan nilai, harus ada kebijakan khusus. Dengan adanya insiden pemalangan seperti ini, mungkin ada informasi berjenjang kepala Kapolda, agar bisa memperhatikan adik-adik kami. Masyarakat antusias mendukung program pemerintah, memberikan lahan untuk TNI dan Polri. Tapi harapan kami, kalau adik-adik kami ikut tes, mohon diperhatikan,” ujarnya.

“Harus ada jatah khusus untuk putra dan putri Arfak. Di tubuh Polri, kami lihat anak-anak Arfak ini jumlahnya kurang sekali. Jadi kami harap untuk diperhatikan yang ada di enam distrik di Wilayah Mansel,” sambungnya.

Hal yang sama juga diutarakan pemilik hak ulayat lokasi yang rencananya akan dijadikan tempat pembangunan Mapolres Mansel, Maurits Indou.

Maurits mengatakan, keinginan untuk mengikutsertakan anak-anak serta saudaranya pada seleksi Polri, tak lepas dari perkataan mantan Wakapolda Papua Barat yang kini menjabat Kapolda Papua, untuk memperhatikan anak-anak Mansel pada seleksi menjadi anggota Polri.

“Waktu itu mantan Wakapolda tanya apakah kami siap untuk anak kita ikut menjadi anggota Polri, dan saya sampaikan kami siap. Ada lima anak kami yang ikut, namun yang satu sudah lewat usia, sementara yang satu karena gigi depan ada celah. Itu kami sudah maklumi. Namun yang tiga ini sudah lolos dan ke Polda Papua Barat, kemarin mereka telepon saya dan sangat kecewa tidak lolos pada tes lanjutan,” ungkapnya.

Bahkan kata Maurits, apabila ketiga anak tersebut tidak diakomodir, pihaknya tidak akan mengizinkan lahannya untuk dijadikan tempat pembangunan Mapolres.

“Mapolres Mansel yang dibangun di Sabri, itu untuk anak-anak di enam distrik di wilayah Mansel. Kalau tidak diakomodir, peletakan batu pertama pembangunan Mapolres yang rencananya Juni depan, kami palang. Jadi harus ada kepastian untuk ketiga anak ini. Kalau tidak, lahan Polres saya tidak kasih. Tanah saya punya,” tegasnya.

Sementara itu, menyikapi sejumlah aspirasi warga, Kapolres Mansel AKBP Tolopan Simanjuntak mengatakan, institusi Polri memiliki prosedur berjenjang hingga ke Kapolri.

Selain itu, persoalan tahapan seleksi kata Kapolres, hingga saat ini masih berlangsung.

“Secara tes sekarang masih berlangsung, untuk psikotes itu belum diumumkan hasilnya, walaupun pada pelaksanaan tes sudah ditempel hasilnya. Itu merupakan asas transparansi pada proses penerimaan Bintara. Kemudian yang harus dipahami, namanya langit itu berlapis-lapis, di atas saya masih ada Bapak Kapolda, di atas Kapolda ada Kapolri,”ujarnya

“Kemudian penerimaan Bintara ini sudah terstruktur dari Mabes. Yang saya sudah sampaikan yang lalu, selama masih dalam kapasitas Polres dan lingkup wewenang Kapolres, sejumlah persyaratan seperti batas usia dan tinggi badan terpenuhi, kita berangkatkan semua. Itu saya penuhi. Sekarang sudah ada dikapasitas pimpinan kita, dalam hal ini Polda dan Polri yang ada di Mabes. Jadi sekarang mari kita sama-sama berjuang, sama-sama berdoa agar adik-adik kita ini bisa melalui setiap tahapan-tahapan tes yang ada,” ucapnya.

Diungkapkan Kapolres, pada penerimaan Bintara Polri, ada sejumlah tes yang harus diikuti. Sehingga Kapolres berharap, keluarga dari setiap peserta seleksi, bisa mempersiapkan diri para peserta, sehingga bisa melalui setiap tes dengan baik.

“Karena contoh, yang mengetahui kondisi kesehatan adik-adik kita ini, adalah mereka dan keluarga. Jadi pertama ada tes kesehatan, kalau lolos, ada psikotes, kalau lolos psikotes, masuk pada tes akademis, kemudian masuk pada pengumuman untuk ikut pada tahap-tahap selanjutnya. Semua prosedur ini, dari Sabang sampai Merauke dilakukan dengan sistem komputer,” ungkapnya.

Kedepan kata Kapolres, melalui sejumlah instansi Pemda, akan melaksanakan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut.

“Nanti mungkin kita cari waktu, untuk duduk bersama pemerintah daerah untuk mengakomodir aspirasi dari warga. Kapasitas saya sebagai Kapolres, dan mana yang menjadi bagian Pak Bupati, kemudian juga bagian dari yang anggota DPRD,” terangnya.(jp/dhy)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta