12 C
Munich
Kamis, Mei 23, 2024

Ini Pesan Wakil Gubenur Bagi Siswa TNI-AD yang Ikut Dikmata di Rindam Kasuari XVIII

Must read

MANSEL, JAGATPAPUA.com- Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH, MSi, mengatakan, masyarakat dan pemerintah daerah, sangat bangga kepada para siswa yang sedang mengikuti Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI-AD, Tahun 2019, di Rindam XVIII Kasuari, di Kampung Bondis, Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan.

“Pemerintah dan masyarakat menyampaikan rasa bangga dan rasa hormat bagi kalian para prajurit yang saat ini memulai pendidikan di Rindam XVIII Kasuari,” ucap Lakotani saat membacakan sambutannya, pada Upacara Pembukaan Dikmata, di Rindam XVIII, Senin (22/4/2019).

Kebanggaan ini tentunya, harus dijaga oleh para siswa TNI AD. Sebab ini merupakan kesempatan yang sangat baik , dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Tunjukan kualitas kalian, jika bisa memenuhi persyaratan sebagai siswa TNI-AD, maka yakinlah kalian dapat melalui semua proses pendidikan dengan baik hingga selesai.

Para siswa Dikmata, yang mengikuti pendidikan gelombang pertama di Rindam Kasuari XVIII.

“Ini sejarah baru yang kalian ciptakan, karena pendidikan ini diawali oleh kalian para siswa. Sehingga akan menjadi sejarah yang tidak akan terlupakan bagi kalian, juga masyarakat dan kami pemerintah,” ungkap Lakatoni.

Lanjut Lakatoni, dari sekian banyak Calon Siswa (Casis), yang mendaftar, kalian adalah prajurit-prajurit terpilih karena bisa lolos seleksi hingga mulai mengikuti pendidikan.

“Kebanggaan itu harus dijaga dan tetap dipertahankan, datang ke sini untuk jadi tentara dan pulang harus pakai pakaian loreng, dan tidak boleh lari-lari atau tidak serius ikut pendidikan, karena kalian harapan orang tua” pesan Lakatoni, disambut tepuk tangan para siswa.

Lakatoni memberikan nasihat bahwa, pendidikan militer ini sesungguhnya tidak ada yang susah, semua dapat dilewati, asalkan mematuhi ketentuan pendidikan yang berlaku. Apalagi pendidikan hanya 6 bulan, itu waktu yang tidak lama.

“Patuh pada pelatih dan Pembina, turuti aturan yang ada lima bulan itu tidak lama. Ikuti semua mekansime dan prosedur, aturan dan perintah dan bimbingan pembina dan pelatih dengan baik. Sehingga hasilnya juga baik,”ujar Lakatoni.

“Harus dipahami, Latihan militer ini keras, dan disiplin menjadi prioritas. Pendidikan ini dibuat bukan untuk mencelakakan siswa, tetapi siswa dididik untuk menjadi prajurit tangguh,” ucap Lakatoni.

“Karena mau jadi tentara jadi latihannya beda, agak keras, latihan sesuai dengan ketentuannya.Kalau ada masalah apapun tolong disampaikan jangan tipu-tipu. Kalau tidak sakit jangan alasan bilang sakit,”sambung Lakatoni.

Diakhir, sambutannya Lakatoni menyampaikan selama bagi para siswa yang mengikuti pendidikan di Rindam XVIII Kasuari, semoga Tuhan memberkati semua para siswa. “Sukses untuk kalian, ikuti semua aturan dan pulang dengan membawa hasil yang baik,”tutup Lakatoni.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta