12.1 C
Munich
Senin, April 15, 2024

IDI Manokwari Harus Inovatif dan Mengutamakan Nilai Kemanusiaan

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com- Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Edi Budoyo menghadiri, Pelantikan penggurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Manokwari, Masa Bakti 2019-2022 di Swissbel Hotel, Kamis (25/4/2019).

Edi Budoyo, mengatakan pembangunan dibidang kesehatan merupakan sektor yang sangat penting dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah dan merupakan salah satu indikator penentuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“IDI sebagai organisasi profesi dan wadah resmi berkumpulnya para dokter, baik menyuarakan aspirasi dokter maupun sumbangsih yang optimal, serta berkontribusi dalam kesejahteraan dan peofesionalisme, ujar Edi, saat membacakan sambutan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan.

Tentunya sesuai dengan sumpah dan janji profesinya, serta visi misi dalam mewujudkan visi pemerintah Kabupaten Manokwari mewujudkan masyarakat Manokwari Berbudaya, Maju, Mandiri, Aman, Damai dan Sejahtera.

“Kiranya penggurus yang sudah dilantik, mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, mengedepankan rasa empatik serta mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, ungkap Edi.

“Diharapkan IDI terus menambah ilmu dan meningkatkan pengetahuan serta wawasannya, dalam memenuhi harapan peningkatan, dan percepatan pelayanan pemerintah Kabupaten Manokwari kepada masyarakat, khususnya dibidang kesehatan,” tambah Edi.

Edi mengingatkan, jangan pernàh merasa puas terhadap apa yang sudah dicapai, baik secara pribadi maupun sebagai dokter ataupun organisasi, hendaknya saling bersinergi dalam memajukan IDI.

“Jangan pernah minta ingin di puji, tapi mampu menjadi seorang yang profesionalisme dan menjauhi sikap koruptif. IDI harus saling bekerjasama dan ciptakanlah suasana kreatif dan inovatif serta eratkanlah tali persaudaraan dan kekeluargaan baik sesama dokter, mapun tenaga kesehatan,” harap Edi.

Sementara itu Ketua IDI Provinsi Papua Barat, dr Titus Taba, mengatakan, peran tenaga kesehatan (dokter) ke depan semakin banyak tantangannya. Apalagi memasuki era 2020.

“Di masa ini akan terjadi persaingan bebas di kawasan Asian untuk bidang kesehatan. Jadi jangan heran kalau banyak dokter dan perawat dari luar masuk ke daerah kita. Kita harus menjawab ini, dengan cara meningkatkan personalisme dokter,” ujar Titus.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia dr Rishka Purniawati memaparkan IDI merupakan satu-satunya organisasi profesi dari profesi dokter yang didirikan dan dalam perkembangannya diperlukan reorganisasi untuk mendukung terciptanya tata laksana organisasi yang baik.

“IDI sebagai salah satu stakeholder pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam menjamin terselenggaranya pelayanan kedokteran, bermutu serta garda terdepan dalam penyelenggaraan program kebijakan kesehatan,” kata Rishka.

Sesuai hasil musyawarah IDI cabang Kabupaten Manokwari, pada Februari 2019 lalu, ditetapkan, dr. Adhe Ismawan terpilih sebagai Ketua IDI Cabang Kabupaten Manokwari.(el)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta