Connect with us

Manokwari

Disepakati Rp 91 Miliar Untuk Pengadaan Tanah RSAD Dan Batalyon 761 Kasuari, Di Distrik Warmare

Published

on

MANOKWARI,JAGATPAPUA.COM– Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kodam VIII Kasuari dan Masyarakat pemilik hak Ulayat Pembangunan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD), dan Pembangunan Batalyon Infantri 761 Di Distrik Warmare Kabupaten Manokwari, Kamis 4 april 2019 telah menyepakati harga tanah yang totalnya senilai  Rp91 Miliar untuk lahan seluas 70 Hektar.

Kesepakatan harga yang di bahas dalam Musyawarah bersama, antara Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mnadacan M.Si, Panglima Kodam Kasuari VIII yang diwakilkan Kasdam Brigjen TNI Deni Sambowo, dipusatkan di Aula Serbaguna Kantor Distrik Warmare. Dalam pertemuan tersebut, pemilik hak Ulayat menetapkan harga tanah Rp 130.000,- per meter dikalikan 70 Hektar maka total nilai yang harus dibayarkan pemprov PB adalah Rp91 miliar.

Pertemuan tersebut merupakan yang ketiga kalinya sejak pertemuan yang dilakukan pada tahun 2017 lalu. Dan memang diakui, bahwa rencana pembangunan ini terkendala dengan kesepakatan harga antara pemprov PB, dan pemilik hak ulayat yang saat itu meminta pemerintah membayar Rp150.000/meter.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur PB mengharapkan kesepakatan harga tersebut merupakan awal dari kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah dan pemilik hak ulayat juga pihak Kodam. Sehingga pembangunan RSAD dan Batalyon infantry dapat dilaksankan dengan baik.

“Kita selesaikan ini secara terbuka, sehingga semuanya jelas tidak ada lagi hal-hal yang disembunyikan , semua harus terbuka supaya jelas juga bagi kami pemerintah,”ungkap Mandacan.

Mandacan menjelaskan, bahwa pembayaran ganti rugi Tanah berbeda dengan ganti rugi Tanaman atau Tumbuhan yang tumbuh tepat di areal lokasi tersebut, yang saat ini sedang dalam tahap penghitungan oleh tim dari Kantor Jasa Penilai Publik KJPP.

Dihadapan pemilik ulayat Gubernur menuturkan bahwa hasil kesepakatan dengan total nilai Rp91 miliar ini baru akan diajukan untuk diakomodir dalam APBD tahun 2020, dan akan dibayarkan secara bertahap.

“Sementara untuk tanaman tumbuh di dalam lokasi tersebut akan dihitung tersendiri sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat,” Tandas Mnadacan

Selanjutnya, dalam berita acara yang ditandatangani oleh kedua pihak, terdapat beberapa kesepakatan yakni nilai ganti kerugian Tanah untuk pembangunan RSAD tepatnya di Kampung Geintuy distrik Warmare, seluas 10 Hektar Rp 13 Milyar Rupiah, yang dibayarkan dalam 2 Tahun anggaran.

Sementara untuk pembangunan Batalyon Infanteri 761 di Kampung Duwin Distrik Warmare seluas 60 Hektar Rp 78 Milyar Rupiah yang rencana dibayarkan dalam 3 tahap oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Ini Pesan Gubernur Saat Meresmikan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Sorong

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, pada peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

SORONG,JAGATPAPUA.com– Gereja merupakan salah satu lembaga yang dipanggil dalam bentuk persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih yang mempunyai peranan dan tanggung jawab yang dominan terhadap pembinaan mental dan spiritual umat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya pada acara peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

Dalam mewujudkan visi gereja sebagai lembaga dalam realisasinya, tidak terpisahkan dengan peran pemerintah sebagai pengayom, Pembina serta pengambil kebijakan dalam pertumbuhan serta pengembangan kehidupan Rohani.

Tampak Depan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Kabupaten Sorong.

“Pemerintah akan selalu hadir ditengah umat Tuhan dalam hal pembinaan dan pembangunan dibidang keagamaan. Pemerintah juga memiliki peran penting sebagai bagian integral dari upaya meletakan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah,”ungkap Gubernur Mandacan, dihadapan semua jemaat GKI Syaloom.

Dengan demikian manusia sebagai subyek pembangunan akan mampu menempatkan diri dalam ekselarasan dan keserasian hidup antar umat beragama. Ia menyebut, Gereja merupakan sarana paling penting didalam melaksanakan tugas keagamaan orang percaya untuk bersekutu, beribadah dan melayani Tuhan.

“Jemaat GKI Syaloom klamalu klasis malamoi Kabupaten Sorong dapat bermanfaat kepada seluruh jemaat sebagai Rumah yang kudus dalam mewujudkan panggilan Tuhan untuk menyembah, memuliakan Allah, memberitakan injil dan memberdayakan warga jemaat sesuai dengan misi Gereja sebagai tempat pembinaan kerohanian sehingga jemaat lebih taat kepada Tuhan,”kata Mandacan

Dengan demikian Mandacan menambahkan, jemaat akan memiliki moral dan etika yang baik serta taat kepada Norma keagamaan dan Norma Hukum serta menumbuhkan motivasi kepada umat untuk rajin beribadah, sehingga kasih dan damai sejahtera dari Tuhan senantiasa menyertai semua umat terutama anggota jemaat GKI Syaloom.(JP/Sos)

Continue Reading

Adat

Bupati: Pemda Manokwari Akan Tambah 2 Unit Mobil Damkar

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, didampingi Anggota DPRD Alyosius Siep saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari akan menambah 2 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). Sebab 2 Mobil Damkar milik Pemda ludes dibakar massa saat rusuh 19 Agustus 2019 lalu.

Hal itu dilakukan karena masyarakat menilai Pemerintah Lambat dalam mengambil langkah cepat untuk mengirim mobil Damkar ke lokasi kebakaran yang terjadi.

Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan saat ini fasilitas pemadam kebakaran di Kabupaten Manokwari belum tersedia. Tetapi sesuai informasi yang diterima Pemda Manokwari mendapat jatah 2 unit mobil Damkar dari pemprov PB yang waktu realisasinya masih menunggu petunjuk pemprov.

“Sehingga memang beberapa kejadian kebakaran di Wilayah ini penanganannya belum maksimal di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari,” ungkap Hermus Indou kepada awak media usai meninjau lokasi kebakaran di pasar wosi, Sabtu ( 27/02/2021 ).

“Ketersediaan Damkar sangat penting untuk mengatasi peristiwa kebakaran seperti ini, sehingga direncanakan akan melakukan pengadaan 2 atau bahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran melalui APBD kita supaya bisa mengantisipasi kejadian-kejadian serupa yang nanti akan terjadi lagi,”tandas Bupati

Sementara Kepala Satpol-PP Kabupaten Manokwari Yusuf Kayukatui membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manokwari memang memiliki 2 unit kendaraan pemadam kebakaran, namun tidak bisa digunakan karena mobil tersebut rusak.

“Ada 2 unit, tapi mobil damkar yang besar pengadaan 2001 sudah tidak bisa dipakai karena mulai rusak, sedangkan mobil hibah dari Pemerintah tahun 2018 sudah terbakar saat terjadi demo pada Agustus 2019. Jadi sampai sekarang kita di Kabupaten Manokwari belum memiliki mobil pemadam kebakaran,”pungkasnya.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Dan Wabub Utamakan Perhatian Bagi Warga Yang Terdampak

Published

on

Bupati Manokwari Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Drs Edy Budoyo, saat meninjau lokasi peristiwa kebakaran di Pasar Wosi Sabtu (27/2/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou dan Edi Budoyo meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu disekitar Pasar Wosi, Manokwari.

Bupati dan Wabub yang tiba dilokasi kebakaran, Sabtu (27/2/2021) didampingi Anggota DPRD Manokwari, Alyosius Siep serta sejumlah Pimpinan OPD terkait lingkup Pemda Manokwari.

Bupati mengatakan, sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa korban juga warga masyarakat diwilayah tersebut yang terkena dampak kebakaran. Menurut ia, tindakan pertama yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari yaitu memperhatikan keluarga yang merupakan korban atas kebakaran tersebut, juga masyarakat yang terkena dampak.

“Kita memperhatikan kebutuhan mereka, selanjutnya kita akan memastikan data jumlah keluarga yang terdampak dari OPD terkait, sehingga kita bisa tahu secara jelas dan pasti berapa keluarga yang terkena dampak dari peristiwa ini,”kata Bupati Indou

selain itu, terkait bangunan yang rusak akibat kebakaran itu akan dikoordinasikan kemudian apakah akan dibangun kembali atau tindaklanjutnya seperti apa.

“Kami tadi juga sudah bertemu dengan Ketua-ketua RT bertanya terkait dengan mengapa sampai terjadi kebakaran, mereka juga sudah menjelaskan bahwa memang itu karena adanya konslet listrik,”ucap Bupati.(JP/alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta