3.1 C
Munich
Sabtu, Oktober 23, 2021

Dinkes Papua Barat Lakukan Sub Pin Polio Tahap II Untuk Masyarakat

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com- Pemerintah Provinsi Papua Barat, terus berupaya meningkatkan penyebaran imunisasi di seluruh wilayah Bumi Kasuari.

Kepala Dinas Provinsi Papua Barat Otto Parorongan, mengatakan sejauh ini sudah dilakukan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN), yakni hari-hari di mana beberapa provinsi memberikan imunisasi polio kepada anak-anak.

“Ketika didapati kasus polio di Kabupaten Yahukimo, dilakukan Outbreak Respons Immunization yang sudah selesai dalam waktu dua minggu,” ujarnya.

dr. Edi.

Namun menurutnya karena Sub Pin I belum sesuai dengan harapan yang dikehendaki, maka dilakukan kembali Sub Pin tahap II ini .

Perlu diketahui penyakit polio,  merupakan serangan virus, yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen bahkan dapat mengakibatkan kematian.

“Untuk itu imunisasi polio wajib dilakukan, karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan selain dicegah” jelasnya.

Tujuan sub PIN Polio adalah untuk memutus mata rantai penularan virus polio dan memberikan perlindungan optimal kepada seluruh anak usia dibawah 15 tahun. Imunisasi polio halal dan aman, jadi orangtua tidak perlu khawatir untuk membawa anaknya ke Puskesmas dan mendapatkan imunisasi.

Kepala Seksi P2M Dinkes Papua Barat dr. Edi, menambahkan untuk mencegah infeksi polio, anak-anak harus diberi vaksin polio.

“Kenyataan di lapangan, polio menyebabkan kelumpuhan, polio tidak ada obatnya, tidak dapat disembuhkan, hanya dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Edi

Diharapkan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional polio, dapat meningkatkan cakupan imunisasi, sehingga mencegah penularan kepada kelompok usia dewasa maupun orang tua yang tidak mendapat imunisasi, apalagi kasus polio ini sudah ditemukan di kabupaten Yahukimo, provinsi Papua.

Sub PIN Polio tahap II akan sukses apabila semua pihak saling bersinergi dan terutama kesadaran lapisan masyarakat, sehingga anak-anak di Papua Barat, dapat tumbuh sebagai anak yang sehat, maka kesadaran warga untuk imunisasi sangat penting.

“Anak yang menderita lumpuh layu dapat meninggal karena virus mempengaruhi otot-otot yang membantu mereka bernapas,” terang Edi.

Edi juga menghimbau dan memperingatkan orangtua tentang pentingnya vaksin polio. Vaksin melindungi anak-anak dengan mempersiapkan tubuh mereka untuk melawan virus polio.

“Ada dua jenis vaksin yang dapat mencegah polio, yaitu vaksin virus polio tidak aktif (IPV) dan vaksin virus polio oral (OPV). Lakukan empat kali vaksin, dimulai dari sejak lahir sampai usia sekolah. Tindakan sederhana ini melindungi anak-anak kita dari penyakit polio dan mencegah anak menjadi penular penyakit bagi orang di sekitarnya,” tandas Edi.

Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sub PIN Polio) bagi 285.230 anak berusia 0 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun, dilakukan di 173 Puskesmas di 13 Kabupaten/kota se Provinsi Papua Barat, mulai tanggal 1-7 April 2019 dan tanggal 29 April – 5 Mei 2019.(el)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta