Connect with us

Headline

Data Terbaru Covid 19 di Papua Barat : 51 ODP, 4 PDP

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat, kembali memperbarui data dugaan penyebaraan Virus Corona (Covid 19) di kabupaten/kota diwilayah tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Covid 19 Provinsi Papua Barat, Senin (23/3/2020), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 86 orang, dengan rincian 51 masih dalam pemantauan sedangkan 35 telah menyelesaikan 14 hari karantina.

“Status ODP 51 orang ini tersebar di Kota Sorong 12 orang, Manokwari 9 orang, kabupaten Sorong 12 orang, Teluk Wondama 3 orang, Fakfak 12 orang,  Raja Ampat 2 orang dan Manokwari Selatan 1 orang,” kata Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, Senin (23/3/2020).

Dia mengatakan 51 orang tersebut rata-rata memiliki riwayat perjalanan dari luar Papua Barat, yaitu Jakarta dan Makassar. “51 ODP ini mereka baru kembali dari Jakarta dan ada juga dari Makassar. Makanya mereka harus jalani karantina selama 14 hari,” ujarnya.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) 4 orang. “Status PDP awalnya 5 orang berada di kota Sorong, namun 1 sudah selesai pengawasan dan sampai hari ini masih tetap 4 orang, belum ada penambahan,” tukasnya.

Dia juga melaporkan 11 sampel telah dikirim, 1 sampel telah diperiksa, sementara 10 sampel lainnya dalam proses pemeriksaan.

“10 sampel yang masih diperiksa, yaitu 2 sampel dari Manokwari dan 8 sampel dari Sorong,” ucapnya.

“Bagi ODP, ini memiliki keluhan ringan seperti batuk, pilek atau demam. Mereka, di pantau oleh petugas medis tingkat Puskesmas,” jelasnya.

Sementara untuk keluhan berat, disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit terdekat. Meskipun pemeriksaan di Rumah Sakit, belum bisa diklasifikasi ke dalam status PDP.

“Karena dalam klasifikasi (perlakuan) tergantung hasil pemeriksaan, dengan ciri-ciri keluhan sakit. Jadi selama proses pemeriksaan dan pengobatan mereka masih dikategorikan ODP,” tandasnya.

Terpisah, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, pasca menetapkan Papua Barat siaga Covid-19 pekan lalu, belum juga memutuskan untuk pembatasan arus transportasi laut dan udara (lockdown) selama situasi siaga.

“Jika telah berstatus darurat, baru kita bisa lockdown. Tapi, kita jangan lengah dalam kondisi siaga.  Tetap lakukan pengawasan ekstra di bandara dan pelabuhan dengan kerjasama semua pihak yang terlibat dalam Satgas Covid-19,” ucap Mandacan.(akp)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Banyak Tenaga Kesehatan Terpapar Corona, 4 Faskes di Manokwari Ditutup Sementara

Published

on

Ketua harian Satgas percepatan Penanganan Covid -19 Manokwari, drg. Henri Sembiring.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 4 Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kabupaten Manokwari, ditutup operasional pelayanan untuk masyarakat umum.

Penutupan dilakukan setelah tenaga kesehatan di masing-masing Faskes tersebut diketahui positif Covid-19.

“Jumlah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif di Manokwari sudah mencapai 21 orang. Selain itu masih ada yang menunggu hasil pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR),” kata Ketua harian Satgas percepatan Penanganan Covid -19 Manokwari, drg. Henri Sembiring.

Mantan Kadinkes Manokwari ini menuturkan untuk RSUD tercatat ada 12 orang positif, Puskesmas Pasir Putih 6 orang, Puskesmas Maripi 1 orang, Puskesmas Sanggeng 1 orang dan 1 orang lainnya tenaga di fasilitas karantina.

“Empat Faskes yang ditutup sementara, yakni Puskesmas Pasir Putih, Puskesmas Sanggeng, Puskesmas Maripi serta ruang bedah RSUD Manokwari,” ujarnya.

Dia melanjutkan untuk Puskesmas Pasir Putih telah ditutup selama dua pekan dan surat edaran resmi dari Kepala Puskesmas sudah keluar. Begitu pula ruang bedah RSUD Manokwari sudah ditutup sejak beberapa hari lalu.

“Untuk Puskesmas Maripi dan Sanggeng, ditutup sementara karena masih menunggu hasil pemeriksaan RT-PCR dari sampel usap para petugas medis yang lain. Jika banyak nakes di dua Puskesmas itu terkonfirmasi positif maka penutupan layanan akan berlanjut,” ucapnya.

“Kalau hasilnya nanti banyak yang negatif dan memungkinkan dibuka, maka Puskesmas Maripi dan Sanggeng bisa dibuka kembali,” tambahnya.

Dia menambahkan hasil pemeriksaan RT-PCR nakes dan seluruh pegawai Puskesmas Sanggeng hari ini akan keluar. Sedangkan Puskesmas Maripi kemungkinan baru diketahui hasilnya pada Rabu (23/9/2020).

“Kalau Puskesmas Sanggeng hari ini hasilnya negatif, besok mereka sudah bisa kembali membuka pelayanan seperti biasa,” tandasnya.(me)

Continue Reading

Headline

Update Corona Per 20 September, 1495 Positif, 904 Sembuh

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com -Total jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Papua Barat mencapai 1495 kasus. Ada penambahan 60 kasus positif pada Minggu (20/9/2020).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 904 orang dinyatakan telah sembuh dan 26 orang terkonfirmasi positif meninggal dunia.

Data tersebut merupakan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, pada pukul 13.00 WIT.

Sementara untuk penambahan kasus positif hari ini, berasal dari Kota Sorong 32 orang, Manokwari 16 orang, Kabupaten Sorong 7 orang, dan Teluk Bintuni 5 orang.

“Jumlah pasien sembuh hari ini ada 50 orang, dari Teluk Bintuni 36 orang, Manokwari 10 orang, Kabupaten Sorong 3 orang dan Maybrat 1 orang, sehingga total sembuh hingga hari ini ada 904 orang,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, melalui rilisnya.

Sementara itu, jumlah suspek ada 1985 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 8827. Untuk sebaran wilayah masih di 11 kabupaten dan 1 kota, dengan kasus tertinggi di Kota Sorong 642 diikuti Kabupaten Teluk Bintuni 315 kasus.

Sedangkan dua Kabupaten, yakni Tambrauw dan Pegunungan Arfak, masih dikategorikan 0 kasus.

Tiniap juga mengatakan dari data yang ada menunjukan bahwa virus ini dapat menginfeksi siapa saja, tanpa memandang status, pekerjaan, jabatan, suku dan agama.

Untuk itu dia menghimbau agar semua orang tanpa terkecuali dapat menerapkan protokol kesehatan (jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker).

“Yang tidak bisa ditawar dan wajib hukumnya adalah penggunaan masker. Sehingga mari kita semua tetap waspadah, saling mengingatkan, saling melindungi, mengambil tanggungjawab untuk melindungi diri kita, keluarga, dan masyarakat luas,” tandasnya.(red)

Continue Reading

Headline

21 Anggota Polisi di Polda Papua Barat Positif Covid-19

Published

on

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebanyak 25 orang dijajaran Polda Papua Barat, terpapar Covid-19. Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, mengatakan 25 orang tersebut rata-rata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Untuk Polri sudah terjangkit 25 orang. Saya yakin Kodam dan jajaran Kodim juga pasti ada. Ini yang harus kita cegah dan pendisiplinan pribadi dan institusi sangat diperlukan,” kata Kapolda pada kegiatan Sinergitas TNI Polri di Makodam Kasuari, Jumat (18/9/2020).

“Percuma kalau kita lakukan hal hal penindakan, tapi kita juga terjangkit. Ini yang sangat berat, apalagi situasi saat ini sudah sangat rentan,” ucap Kapolda.

Sementara itu ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi, merincikan dari 25 orang tersebut, 21 merupakan anggota Polri, sedangkan lainnya adalah keluarga dari anggota tersebut.

“Anggota ini diketahui positif terjangkit virus corona atau Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan berkala oleh Biddokkes Polda Papua Barat,” ujar Kabid Humas, melalui pesan Whatsaap, Jumat (18/9/2020).

Kabid Humas melanjutkan, saat ini para anggota tersebut ditempatkan pada ruang perawatan isolasi dan mendapat pengawasan dari Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Bidokkes Polda Papua Barat.

“Yang sembuh ada 7 orang, 8 masih dalam perawatan dan sisanya menjalani isolasi dirumah sakit,” tandas Kabid Humas.(red)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta