3.7 C
Munich
Rabu, Februari 1, 2023

Bupati Hermus Canangkan Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras Di Weluri

Must read

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com— Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH resmi canangkan program Gerakan menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras diKampung Weluri, Distrik Manokwari Manokwari Selatan, Kamis (27/10/2022).

Pencangan itu dilakukan dalam rangkaian bulan bakti gotong royong menyambut HUT Manokwari ke-124 tahun 2022. Dengan tema, “Pangan Aman, Negara Kuat, Masyarakat Sejahtera”

Adapun komoditi yang ditanam pada saat pencanangan tersebut berupa Jagung, petatas, Singkong, Keladi, juga beberapa jenis komoditi lainnya.

Saat penanaman , Bupati didampingi Kepala Bank BI Perwakilan Provinsi Papua Barat serta forkopimda dan jajaran di Kampung Weluri, saat melakukan penanaman.

Ia menuturkan, untuk wilayahnya, fokus pertama pemerintah yaitu pengembangan komoditi padi sawah dan padi ladang. Itu yang coba di kembangkan di 2000 hektar lahan produktif yang sudah di siapkan oleh para petani di dataran Warmpramasi.

“Kita juga menanam pendamping beras, seperti petatas, singkong, jagung, keladi dan juga beberapa komoditi lainnya sehingga bisa ada keseimbangan,”sebut orang nomor 1 di Manokwari ini.

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH saat memberikan
sambutan pada pencanangan program Gerakan menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras diKampung Weluri, Distrik Manokwari Manokwari Selatan, Kamis (27/10/2022).

Dengan demikian, masyarakat di kabupaten manokwari tak hanya mengonsumsi dan bergantung pada beras.

Pemerintah daerah Manokwari berharap kata Bupati, tanaman pangan lokal seperti yang sudah disebutkan di atas, di anjurkan agar dapat dikelola dan dikonsumsi masyarakat.

“Karena dengan begitu masyarakat dan pemerintah bisa membangun keseimbangan antara beras dan komoditi lokal ini,”ujarnya

Selain itu, tambah Bupati, fokus juga terhadap komoditi yang berdampak pada peningkatan inflasi di Kabupaten Manokwari terutama Cabai, Bawang dan Tomat.

Dan 164 Kampung yang ada di kabupaten Manokwari pasti bisa menyiapkan lahan untuk mulai menanam komoditi-komoditi dimaksud.

“Untuk menanam komoditi-komoditi ini, tergantung dari lahan dan juga potensi kampung tersebut, tetapi pemda juga menganjurkan kalau bisa setiap kampung minimal bisa ada 1 hektar lahan yang di gunakan untuk menanam komoditi lokal ini, kalaupun ada yang menanam lebih dari 2 hektar justru itu lebih baik,”ungkap Bupati.(jp/alb)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta