0.6 C
Munich
Jumat, Desember 1, 2023

Antisipasi Isu Demo, Polda PB Perketat Pengamanan Objek Vital Di Manokwari

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Beredar kabar adanya isu unjukrasa, Polda Papua Barat memperketat pengamanan objek vital, seperti kantor Telkom, Telkomsel, Pertamina, Bandara, Pelabuhan serta sejumlah kantor Pemerintah, seperti Kantor Gubernur dan Kantor Bupati.

“Kapolda Brigjen Pol Drs Herry Nahak menyampaikan ini ketika bertatap muka dengan para personel Brimob BKO Nusantara,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey, Jumat (30/8/2019) di Media Center Polda PB di Swissbel Hotel.

Mathias menuturkan, pengetatan pengamanan di sejumlah objek vital dan Kantor Pemerintahan menyikapi potensi keributan seperti yang terjadi di Jayapura, Kamis 29 Agustus. Beberapa objek vital seperti kantor PT Telkom di Jayapura dibakar massa.

Polda sudah mendapat pemberitahuan bahwa pada Senin, 2 September, ada massa yang akan melakukan aksi unjuk rasa dengan sasaran Gantor Gubernur. Unttuk jajaran TNI dan Polri meningkatkan kesiap-siagan.

“Tadi Brimob BKO dikumpulkan di Mako Brimob Polda Papua Barat. Beberapa hal yang disampaikan Bapak Kapolda agar menjadi atensi para personel Brimob saat melaksanakan tugas menghadapi massa. Ini juga mengantisipasi kejadian di Jayapura,”ujar Krey

Kapolda lanjut Kabid Humas, menyampaikan beberapa hal penting, terutama meminta kepada para personel Brimob untuk tetap siaga. ‘’Bahwa ada informasi pada hari Senin itu (2 September) ada aksi massa.

Kantor PT Telkom dan Telkomsel menjadi atensi tersendiri dalam pengamanan. Ini tak lepas dari keputusan pemerintah yang memblokir internet di Papua Barat dan Papua.

“Telah diperintahan kepada Karo Ops dan para kapolres untuk tingkatkan pengamanan di objek-objek vital nasional terutama di kantor PT Telkom, juga di Pertamina, bandara, perkantoran provinsi,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan kepada para personel Polri agar berhati-hati mengambil tindakan saat berhadapan dengan massa dan tidak terpencing. Tak dikehendaki ada kekerasan dan timbul korban saat aksi unjuk rasa berlangsung. Personel yang bertugas di lapangan juga harus tetap mengacuh pada SOP.

“Diingatkan jangan sampai ada korban dari masyarakat. Kita bukan perang menghadapi musuh tetapi berhadapan dengan saudara-saudara sendiri. Jangan ada kekerasan karena kita berhadap dengan orang yang tidak bersenjata, saudara kita sendiri,” tuturnya.

Ditambahkan Kabid Humas, saat ini di Papua Barat terdapat 13 SSK (satuan setingkat kompi) Brimob BKO dari sejumlah Polda, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat. Mereka disebar di Mankwari 5 SSK, Sorong 6 SSK dan Fakfak 2 SSK.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta