5.6 C
Munich
Selasa, April 16, 2024

Abia : Atururi pemimpin Yang Penuh Tanggung Jawab

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sosok Abraham O Atururi, dinilai sebagai pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi dan penuh tanggung jawab, serta jasa pengabdian dan bukti pembangunan bagi masyarakat dan Provinsi Papua Barat akan terus dikenang.

“Kita tentu merasa kehilangan atas terpanggilnya mantan Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi, pada Jumat malam lalu,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat, Abia Ullu S.sos.

Menurut Abia, secara pribadi dirinya bersama keluarga dapat dikenal di Manokwari maupun Papua Barat, berkat mendiang Abraham O Atururi, yang mempercayakannya menjabat sebagai Kepala BPKAD di tahun 2010 lalu.

“Tahun 2010, saya dipindah tugaskan dari Fakfak ke Provinsi. Waktu itu sempat takut dan ragu karena tuntutan aturan yang begitu ketat. Tetapi demi kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur saat itu (Abraham O Atururi), maka saya harus siap melaksanakan tugas,” ungkap Abia.

“Beliau memiliki komitmen yang teguh serta menegakan aturan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan program pembangunan harus dilakukan berdasarkan aturan,” ucap Abia.

“Saya ingat waktu opini Pengelolaan Keuangan Papua Barat, saat itu terus Disklaimer dan terakhir tahun 2012. Beliau buat satu komitmen tidak akan terjadi Disklaimer lagi di 2013 dan seterusnya. Itu terbukti, hingga sekarang kita tetap WTP,” ujar Abia, seraya menahan Isak tangisnya.

Abia mengungkapkan, Abraham O Atururi adalah sosok yang memiliki prinsip dan disiplin tinggi, ketika staf diberi kepercayaan, maka kepercayaan itu akan tetap dipupuk dengan baik. Disitulah timbul rasa saling memiliki dalam melaksanakan pekerjaan antara pemimpin dan staf.

“Ada komitmen antara beliau dengan saya, selaku bendahara umum daerah. Ketika saya sampaikan tidak boleh harus sesuai aturan, ternyata beliau ikut, karena berdasarkan aturan itu kami berhasil keluar dari Disclaimer menjadi WTP,” terang Abia.

“Ada hal prinsip yang beliau tinggalkan, yaitu harus duduklah disitu sampai pintar, dan setelah kami di keuangan praktekan ternyata benar terbukti, siapa yang duduk dan bekerja pasti akan tahu dan paham pekerjaan itu,” sambung Abia.

“Hal lain yang saya ingat, beliau sampaikan, yang baik harus baik dan benar, jangan baik saja, karena baik belum tentu benar, jadi harus baik dan benar. Bahasa itu saya simpan dan aplikasikan dalam tugas dan arahannya itu sangat bermanfaat sekali,” tutup Abia.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta