Connect with us

Hukrim

Bupati Waran Ingatkan ASN Bijak Ber Media Sosial

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, meminta kepada Aparat Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak dilingkungan Pemkab Mansel, agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Hal ini, lanjut Bupati bukan melarang ataupun membatasi semangat demokrasi dan keterbukaan informasi. Namun bijak dalam bermedsos itu perlu dipahami untuk  menjunjung tinggi hak azasi manusia (HAM) dan kebebasan menyampaikan pendapat.

“Media sosial ini umum yang dikonsumsi publik, sehingga yang disampaikan akan dibaca masyarakat. Sebaiknya dalam penyampaian informasi harus di cek lebih dulu kebenaranya, karena bisa jadi masalah hukum,” sebut Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengajak ASN dan tenaga kontrak dapat memanfaatkan media sosial, sebagai sarana untuk bersosialisasi, berkomunikasi, dan bersilaturahmi dan tidak mudah terpancing dan terhasut oleh berita hoax.

“Mari kita ciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman untuk melayani masyarakat,” tandas Bupati.(nae)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe Dituntut Hukuman 10 Bulan Penjara

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Manokwari, Benony A.Kombado, menuntut terdakwa tiga mahasiswa, Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus Aliknoe dengan tuntutan penjara 10 bulan penjara.

Pembacaan surat tuntutan tersebut dalam agenda sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Manokwari mengikuti protokol pencegahan Covid-19, Jumat (22/5/2020).

Dari empat Pasal Pidana KUHP yang didakwakan oleh JPU, para terdakwa hanya dituntut dengan satu pasal Pidana yaitu Pasal 160 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 huruf (e) KUHP, tentang penghasutan.

Selanjutnya, dalam dakwaanya, Kombado juga memerintahkan agar para terdakwa tetap ditahan, serta menetapkan 12 barang bukti yang menguatkan fakta-fakta penuntutan hukuman.

Sementara, Yan Christian Warinussy, SH, selaku koordinator tim kuasa hukum terdakwa menyatakan tuntutan Pasal Pidana 160 KUHP terhadap tiga kliennya sangat tepat, karena tiga kliennya bukan berperan sebagai inisiator dalam aksi unjuk rasa pada 3 September 2019 yang mendasari perkara tersebut hingga di persidangan.

“Tuntutan pasal 160 KUHP Jo Pasal 55 (Ayat 1) ke 1 huruf (e), sesuai dengan fakta-fakta persidangan yang menguatkan peran ketiga terdakwa,” ujar Warinussy.

Namun, untuk pembelaan terhadap kliennya, lanjut Warinussy, pihaknya akan mengajukan pembelaan dengan permohonan pengurangan pidana penjara 10 bulan yang dituntut JPU, mengingat ke tiga kliennya masih berstatus sebagai mahasiswa aktif yang berhak mendapatkan pendidikan dan menggapai masa depan masing-masing.

“Tentu kami akan lakukan pembelaan dalam sidang lanjutan. Kami mohon ada keringanan hukuman dari Hakim, agar tiga klien kami bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Mengingat masa penahanan sementara yang dijalani sudah delapan bulan lebih,” ujar Warinussy.

Sementara, ketua majelis Hakim Pengadilan Negeri Manokwar, Sony A.B Loemoery, menunda sidang tersebut untuk dilanjutkan pada tanggal 28 Mei 2020 dengan agenda pembelaan dari kuasa hukum tiga terdakwa.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa Erik Aliknoe, Pende Mirin dan Yunus  Alinoe ditangkap dalam waktu berbeda pada bulan September 2019 oleh tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat, pasca aksi unjuk rasa tolak rasisme di jalan Gunung Salju Kelurahan Amban, Manokwari.

Dalam dakwaan Jaksa di awal persidangan, tiga terdakwa didakwa dengan empat pasal KUHP diantaranya, Pasal 106 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1e KUHP, Pasal 110 ayat (1) KUHP, Pasal 160 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e dan atau Pasal 212 KUHP jo Pasal 213 ke 1e jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP.(akp)

 

Continue Reading

Headline

Sayang Mandabayan Divonis Sembilan Bulan Penjara Kasus Makar

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sayang Mandabayan, terdakwa kasus Makar, menerima vonis hukuman 9 (sembilan) bulan penjara oleh Hakim pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari, Selasa (19/5/2020).

Sidang yang dilakukan secara online tersebut, terdakwa Sayang Mandabayan, menyatakan menerima, melalui sambungan teleconference dari Lapas Manokwari, disaksikan Hakim, Jaksa dan peserta sidang di ruang sidang PN Manokwari.

Ketua Majelis Hakim, Faisal M.Kossah, menyatakan putusan hukuman terhadap Sayang Mandabayan, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Manokwari.

“JPU tuntut 10 bulan, kami putus/vonis 9 bulan,” ujar Faisal.

Sementara, Metuzalak Awom, Ketua Tim kuasa hukum Sayang Mandabayan, menyatakan kliennya telah menjalani masa hukuman sembilan bulan berjalan.

“Klien saya ditahan sejak 3 Oktober 2019 sesuai Surat Perintah Penahanan. Jadi maksimal dua minggu lagi, Sayang Mandabayan bisa bebas demi hukum,” ujarnY.

Atas nama Sayang Mandabayan, Awom juga menyampaikan terima kasih kepada Hakim, Jaksa serta semua pihak yang telah terlibat dalam perkara ini, hingga menerima putusan keadilan oleh Negara melalui Pengadilan Negeri Manokwari.

“Terima kasih, kepada semua yang sudah terlibat dalam proses hukum klien kami sampai mendapat putusan keadilan oleh Negara,” ujar Awom.

Diketahui, Sayang Mandabayan ditangkap di Bandara Rendani Manokwari, pada 2 September 2019, karena membawa ribuan aksesori bintang kejora berbahan kertas bertangkai lidi, kaos bertuliskan kata lawan dan teks lagu kebangsaan Papua.

Sayang Mandabayan selanjutnya diproses hukum dari Kepolisian, hingga didakwa pasal Makar oleh Kejaksaan Negeri Manokwari, dan hari ini menerima vonis hukuman 9 bulan.(akp)

Continue Reading

Headline

Oknum Polisi Terlibat Judi Togel Akan Ditindak

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Ransiki, Manokwari Selatan, menetapkan satu tersangka judi togel (toto gelap) berinisial A, yang diduga sebagai bandar.

Tersangka A, diamankan bersama dua orang rekannya, yang bertugas sebagai agen di Oransbari dan Ransiki pada Rabu (13/5/2020) malam.

Bahkan dalam pemeriksaan, tersangka A berdalil, ia berani menjual togel, karena mendapat beking dari oknum polisi yang aktif bertugas di Polres Mansel.

“Pengakuan tersangka, ia berani jual, karena ada beking dari oknum anggota Polres Mansel, namun pengakuan itu perlu didalami lagi, dan saat ini tersangka sudah dilimpahkan ke Polres Mansel,” kata Kapolsek Ransiki Iptu Otto Woff.

Sementara itu, Kapolres Mansel AKBP Slamet Haryono Termahut, mengatakan akan menindak dan memproses sesuai dengan ketentuan jika ada oknum polisi terlibat judi ‘toto gelap’ (togel).

“Kalau ada oknum polisi terlibat dibelakang bandar judi akan diproses, namun masih akan didalami lagi, karena ini baru pengakuan tersangka” ucapnya, saat dikonfirmasi, Jumat.

Kapolres juga mengatakan sudah merupakan komitmen dari kepolisian untuk memberantas judi togel dan siapapun yang terlibat akan diusut hingga tuntas.

“Siapapun yang terlibat akan diproses dan oknum ini juga akan diperiksa secara internal oleh provost sejauh mana keterlibatannya,” ucap Kapolres.(nae)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta