9.1 C
Munich
Sabtu, September 25, 2021

Sungai Webi dan Ui Di Wasior Meluap, Warga Tandia Panik Dan Mengungsi

Must read

WONDAMA,JAGATPAPUA.com– Sungai Webi dan Ui, Kampung Tandia Distrik Rasiei Kabupaten Teluk Wondama, meluap hingga masuk ke rumah warga.

Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi sejak Kamis (18/3/2021) pukul 19.00 wit hingga pukul 23.00 wit (tadi mlm). Akibat kejadian tersebut warga Tandia panik dan mengungsikan diri ke Lokasi dekat Gedung SMK Tandia.

“Ada sekitar 18 rumah warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, Hampir semua warga tadi malam mengungsi ke tempat evakuasi banjir dekat SMK Tandia karena panik, ”kata kepala kampung Tandia, Tonci Webori, Jumat (19/3/2021), kepada awak media, di Lokasi Permukiman warga terdampak Banjir.

Menurut Tonci, selain kampung Tandia, dua sungai tersebut berada di tengah kampung Webi, Sasirei dan Uryemi. Sehingga jika curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu cukup lama maka banjir di 4 Kampung tersebut juga bisa terjadi.

Sementara, Kepala Kampung Uryemi Devis Torey mengatakan, demi keselamatan warga 4 kampung, para kepala kapung telah berinisiatif menurunkan alat berat excavator untuk melakukan penggalian endapan material di dua sungai tersebut.

“Kami juga meminta bantuan pihak perusahaan yang berada di wilayah ini, kami minta tolong untuk gali material di sungai Webi dan Ui, agar tidak terjadi pendangkalan sungai, bisa memicu luapan yang mengakibatkan banjir. Sebab, ketika hujan turun terjadi banjir bukan hanya air saja tetapi material pun ikut terbawa. Untuk sementara hanya Upaya tersebut yang kami lakukan,” ujar Torey

Pihaknya juga menegaskan bahwa terkait usulan normalisasi sungai Webi dan Ui sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah daerah, termasuk melakukan normalisasi juga di sungai Rowi sehingga tidak melebar ke Webi dan Ui dan menyebabkan terjadi luapan. Namun hingga saat ini belum adanya realisasi dari pemerintah.

Torey menjamin, ketika Normalisasi sungai tersebut dilakukan Pemerintah maka tidak ada permintaan ganti rugi tanaman yang berada di sekitar lokasi normalisasi Sungai tersebut dari masyarakat.

“Selaku kepala kampung, saya jamin dan saya akan pasang badan. Apabila pemerintah menjawab aspirasi kami dengan melakukan normalisasi sungai. Saya jamin tidak ada satupun masyarakat kami yang akan minta ganti rugi tanaman atau pohon apapun, karena ini demi keselamatan kita bersama saya jamin itu,”tandas Torey.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Markus Webori bahwa aspirasi tersebut sudah disampaikan melalui Program kerja tentang Normalisasi sungai Webi dan Ui, terutama Rowi, namun hingga saat ini belum juga dijawab oleh Pemerintah.

“Sudah saya usulkan 2 kali kepada pemerintah daerah untuk normalisasi sungai Webi dan Ui, tapi hingga saat ini tidak terealisasi. Memang sungai ini bercabang dan harus di lakukan normalisasi di sungai Rowi sehingga tidak meluap ke sungai Webi dan Ui,”sebut Markus.(JP/SJR)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article