Connect with us

Adat

Sah! APBD Papua Barat Tahun 2021 Tembus Rp8.824 Triliun

Published

on

Sidang Paripurna Penetapan APBD Provinsi Papua Barat, Tahun 2021 oleh DPRPB, Rabu (17/2/2021) di Hotel Aston.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com-Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi papua Barat (DPRPB) menetapkan Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Papua Barat tahun 2021 sebesar Rp 8.824.967.136.608,00 (Delapan Triliun delapan ratus dua puluh empat miliar Sembilan ratus enam puluh tujuh juta, seratus tiga puluh enam ribu enam ratus delapan rupiah).

Hal itu dibacakan plh Sekretaris Dewan DPRPB, Jasat Kadarusman usai persetujuan fraksi di DPRPB, pada Rapat Paripurna penetapan terhadap RAPERDA APBD Provinsi PB tahun anggaran 2021, Rabu (17/2/2021) malam di Hotel Aston, Manokwari.

Jasat merinci, Total APBD Rp 8.824.967.136.608,00 terdiri dari Pendapatan asli ( PAD ) sebesar Rp 412.577.256.373,00 , pendapatan transfer sebesar Rp 6. 417.490.925,00, dengan jumlah pendapatan sebesar Rp 6 .830.068.181.373,00.

Sedangkan untuk Belanja Operasional sebesar Rp 3.219.940.543.621,00, Belanja Modal Sebesar Rp 2.348.266.644.148,00, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 158.689.425.009,00, Belanja Transfer Sebesar Rp 2.100.651.045.202,00 dan untuk jumlah belanja sebesar Rp 7.827.517.657.980 00 dengan menghasilkan total Surplus ( Defisit ) sebesar Rp 997.449.476.607,00.

Sementara untuk Penerimaan pembiayaan sebesar Rp 997.449.478.628,00, sisa lebih perhitungan Anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 997.449.478.628,00, jumlah penerimaan pembiayaan sebesar Rp 997.449.478.628,00, jumlah pengeluaran pembiayaan Rp 0 , pembiayaan netto sebesar Rp 997.449.478.628,00 dengan sisa pembiaayaan anggaran daerah tahun berkenaan sebesar Rp 2.021,00.

“Dengan demikianTotal APBD Papua Barat sebesar Rp 8.824.967.136.608,00,”ungkap Jasat.

Sementara Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengatakan berdasarkan hasil pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) sementara dan rancangan APBD Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2021 yang telah disampaikan lewat pendapat akhir fraksi.

“Meski demikian tentunya masih ada catatan-catatan yang sifatnya membangun dalam rangka menegakkan pemerintah yang bersih, profesional, cerdas, dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,”kata Dominggus

Untuk itu pada kesempatan ini dengan kemampuan yang terbatas, Gubernur mengajak kita semua saling bahu-membahu untuk bekerja meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan di semua sektor untuk kepentingan masyarakat di Provinsi Papua Barat.

Menurut Dominggus, semua diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjalankan misi dan amanat yang kita emban dalam membangun Provinsi Papua Barat yang kita cita-citakan bersama.

“Itulah sebabnya saya mengajak kita semua untuk menanggalkan dan meninggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok. Sebaliknya yang harus kita utamakan adalah kepentingan rakyat dan sebagian besar masih hidup dalam kemiskinan, terisolasi dan tidak berdaya,”ungkap Mandacan.

Sementara, Ketua DPRPB Orgenes Wonggor mengatakan, sejak awal pembahasan KUA PPAS terjadi dinamika pembahasan dan hal itu merupakan hal yang wajar.

“Kami berharap agar seluruh pimpinan OPD dapat menjalankan program kegiatan yang telah dituangkan pada tahun anggaran 2021 ini dan kepada seluruh pengelola anggaran dapat melaksanakan dengan penuh tanggung jawab, akuntabel, dan tetap menggacu pada prinsip-prinsip pengelolaan anggaran,”tutur Wonggor.(JP/alb)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Peroleh Champion Terbanyak, Kaimana Bawa Pulang Piala Bergilir Gubernur Pada Pesparawi PB 2021

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, didampingi Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani, SH M.Si dan Ketua Panitia Pesparawi Abia Ullu S.Sos, saat menyerahkan piala bergilir Gubernur PB kepada Ketua LPPD Kaimana sebagai Daerah Pemenang Pesparawi PB.

SORONG,JAGATPAPUA.com– Kontingen Pesparawi Kabupaten Kaimana berhasil meraih juara umum pada lomba Pesparawi Ke-XIII Se-Tanah Papua, Tingkat Provinsi Papua Barat, Tahun 2021.

Ketua Dewan Juri Pesparawi ke-XIII se-Tanah Papua, Tingkat Provinsi PB, Roberth Hammar saat membacakan SK Ketua Umum LPPD Provinsi PB tentang penetapan perolehan Medali mengatakan, untuk juara umum ditentukan dengan memperhitungkan jumlah perolehan Champion terbanyak, dan kontingen yang banyak memperoleh champion adalah Kontingen Pesparawi LPPD Kabupaten Kaimana.

Yaitu dengan memperoleh 5 Champion dari total perolehan 8 medali emas pada kategori lomba Paduan Suara Anak (PSA) dengan nilai tertinggi 84,12, Paduan suara Pria (PSP) dengan nilai tertinggi 84,77, Paduan suara Dewasa Campuran (PSDC) dengan perolehan nilai tertinggi 85,82, dan Kategori Solis anak 7-9 Tahun dengan perolehan nilai tertinggi 82,18, serta kategori solis remaja putra dengan perolehan nilai 82,08.

Selain itu memperoleh medali Gold (Emas) pada kategori lomba Paduan Suara Remaja pemuda Campuran (PSRPC) 85,20, Paduan suara Wanita (PSW) 86,52, Paduan suara music Etnik (PSME) 84,63, Sedangkan 2 medali Perak pada kategori lomba Solis Anak 10-13 tahun dengan perolehan nilai 78,08, dan kategori Solis Remaja Putri (SRP) dengan perolehan nilai 73,83.

Disusul Kontingen Pesparawi Kabupaten Maybrat dengan perolehan 2 campion dari 9 medali emas yaitu pada kategori Paduan Suara Musik Etnik (PSME) dengan nilai 85,92, dan kategori Vokal Group dengan Nilai 83,58 dan 2 medali perak pada kategori Solis Remaja Putra dengan Nilai 75,48 dan Kategori Musik Pop Gereja dengan nilai 79,52.

Selain itu, kabupaten Manokwari mengikuti 7 kategori lomba dengan memperoleh 5 medali Emas dan 2 perak. Kabupaten Teluk Wondama mengikuti 5 kategori lomba dengan memperoleh 2 medali emas, 2 perak dan 1 Perunggu. Kabupaten Pegunungan Arfak mengikuti 2 kategori dengan perolehan medali 1 emas dan 1 perak.

Kabupaten Manokwari Selatan mengikuti 3 kategori lomba dengan perolehan medali 2 perak dan 1 perunggu. Kabupaten teluk Bintuni mengikuti 6 kategori lomba dengan perolehan medali 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Kabupaten Fak-Fak mengikuti 9 kategori Lomba dengan perolehan medali 6 emas dan 3 perak. Kabupaten Sorong Selatan mengikuti 10 kategori lomba dengan perolehan medali 4 emas dan 6 perak. Raja Ampat mengikuti 3 kategori lomba dengan perolehan medali 2 emas dan 1 silver.

Kabupaten Sorong mengikuti 7 kategori lomba dengan perolehan medali 2 emas dan 5 perak. Kota Sorong mengikuti 11 kategori lomba dengan perolehan medali 5 emas dan 6 perak. Kabupaten Tambrau mengikuti 8 kategori lomba dengan perolehan medali 4 emas dan 4 perak.(JP/Sos)

Continue Reading

Adat

Tutup Pesparawi XIII PB, Gubernur: Siapkan Kontingen Menuju Pesparawi Nasional Tahun 2022

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan bersama Forkopimda Menabuh tifa menutup Acara Pesparawi Ke-XIII Se Tanah Papua, Tingkat Provinsi PB, Minggu (28/2/2021) di Gedung Lamberthus Jitmau, Kantor Wali Kota, Sorong.

SORONG,JAGATPAPUA.com– Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Se-Tanah Papua, Tingkat Provinsi Papua Barat secara resmi ditutup oleh Gubernur PB Drs Dominggus Mandacan.

Penutupan Pesparawi tersebut diawali dengan ibadah bersama, dan ditutup dengan penabuhan tifa, Minggu (28/2/2021) di Gedung Drs Ec. Lamberthus Jitmau MM, Kantor Walikota Sorong.

Turut Hadir dalam acara penutupan, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani SH,M.Si dan Forkopimda PB, Walikota Sorong Lamberthus Jitmau bersama Forkopimda, Kapolda Papua Barat, serta ketua LPPD masing-masing daerah se-PB, Ketua LPPD Papua serta Direktur LPPN.

Gubernur Papua Barat dalam sambutannya mengatakan Pesparawi ini sangat terkait dengan pengembangan karakter bangsa, untuk itu melalui momen ini semua peserta lomba senantiasa mengembangkan potensi seni suara yang dimiliki untuk memuji Tuhan.

Pesparawi ini telah mendorong dan menghidupkan talenta potensial yang merupakan asset dalam mengembangkan paduan suara di PB. Paduan suara tidak hadir hanya karena lomba saja tetapi kiranya dapat dikembangkan di gereja masing-masing.

“Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada LPPD yang dinyatakan menang dengan nilai tertinggi yang diberikan oleh dewan juri baik LPPD dengan peserta yang meraih medali Gold (Emas), Silver (perak) dan Bronch (perunggu),”ucap Gubernur.

Kepada LPPD diharapkan mempersiapkan kontingen pesparawi PB untuk berlaga di Pesparawi ke XIII tingkat Nasional di Jogjakarta pada Maret tahun 2022. Dan bagi peserta yang belum berhasil jangan berkecil hati sebab sesungguhnya memuji Tuhan itu telah dinyatakan lewat semua penampilan dan persembahan nyanyian kepada Tuhan.

“Kepada lembaga pengembangan Pesparawi daerah Papua Barat dalam tugas dan fungsinya telah melakukan pembinaan agar setiap iven pesparawi dapat menghasilkan talenta terbaik di PB, Nasional dan Internasional,”tandasnya.

Sementara Ketua umum LPPD Papua Barat, DR Drs Nataniel Mandacan M.Si mengatakan, penyelenggaraan Pesparawi adalah untuk memberikan pemahaman dan motivasi bahwa Iven tersebut bersifat lomba, tetapi disisi lain untuk memuliakan Tuhan melalui puji-pujian.

“Selain itu dilakukan untuk menumbuhkan Persaudaraan yang rukun antara denominasi gereja di PB. Semua anak-anak yang terlibat datang dari semua denominasi gereja bersatu dan memuji tuhan tidak memandang dia dari gereja mana tetapi bersatu untuk memuji tuhan,”ucap Natan.

Sementara Ketua Panitia Pesparawi Se-Tanah Papua Tingkat Provinsi Ppaua Barat Tahun 2021, Abia Ullu S.Sos dalam laporannya mengatakan, Pesparawi ke-XIII tingkat Papua Barat diikuti oleh 13 kabupaten kota dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 1.967 orang.

Ia merinci peserta lomba dengan kategori paduan suara sebanyak 45 kelompok dan non paduan suara 47 kelompok dengan jumlah kategori yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota adalah 12 kategori.

“Pelaksanaan Pesparawi PB berlangsungs esuai jadwal pelaksanaan yaitu dimulai pada 17-28 februari 2021 di 4 Kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Manokwari, teluk Bintuni, Fak-Fak, Kaimana dan berakhir di Kota Sorong semua berjalan dengan baik,”tandas Abia

Abia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur PB dan para Bupati Walikota, pengurus LPPD yang telah memberikan dukungan dan perhatian penuh dalam mensukseskan Pesparawi dimaksud.
Acara tersebut dirangkaikan dengan pembagian champion serta piala bergilir dan sertifikat bagi para peserta pemenang di setiap Kategori lomba.(JP/Sos)

Continue Reading

Adat

Ini Pesan Gubernur Saat Meresmikan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Sorong

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, pada peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

SORONG,JAGATPAPUA.com– Gereja merupakan salah satu lembaga yang dipanggil dalam bentuk persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih yang mempunyai peranan dan tanggung jawab yang dominan terhadap pembinaan mental dan spiritual umat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya pada acara peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

Dalam mewujudkan visi gereja sebagai lembaga dalam realisasinya, tidak terpisahkan dengan peran pemerintah sebagai pengayom, Pembina serta pengambil kebijakan dalam pertumbuhan serta pengembangan kehidupan Rohani.

Tampak Depan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Kabupaten Sorong.

“Pemerintah akan selalu hadir ditengah umat Tuhan dalam hal pembinaan dan pembangunan dibidang keagamaan. Pemerintah juga memiliki peran penting sebagai bagian integral dari upaya meletakan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah,”ungkap Gubernur Mandacan, dihadapan semua jemaat GKI Syaloom.

Dengan demikian manusia sebagai subyek pembangunan akan mampu menempatkan diri dalam ekselarasan dan keserasian hidup antar umat beragama. Ia menyebut, Gereja merupakan sarana paling penting didalam melaksanakan tugas keagamaan orang percaya untuk bersekutu, beribadah dan melayani Tuhan.

“Jemaat GKI Syaloom klamalu klasis malamoi Kabupaten Sorong dapat bermanfaat kepada seluruh jemaat sebagai Rumah yang kudus dalam mewujudkan panggilan Tuhan untuk menyembah, memuliakan Allah, memberitakan injil dan memberdayakan warga jemaat sesuai dengan misi Gereja sebagai tempat pembinaan kerohanian sehingga jemaat lebih taat kepada Tuhan,”kata Mandacan

Dengan demikian Mandacan menambahkan, jemaat akan memiliki moral dan etika yang baik serta taat kepada Norma keagamaan dan Norma Hukum serta menumbuhkan motivasi kepada umat untuk rajin beribadah, sehingga kasih dan damai sejahtera dari Tuhan senantiasa menyertai semua umat terutama anggota jemaat GKI Syaloom.(JP/Sos)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta