Connect with us

Manokwari

Rosalina : Masyarakat Harus Tetap Lakukan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Published

on

Tokoh Politik Perempuan Papua, dr. Rosalina Irene Rumaseuw.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Grafik Virus Covid-19 secara Nasional terus meningkat, data per 26 Mei 2020 telah mencapai angka 23.165 orang yang terpapar Virus Corona dan Papua Barat termasuk daerah penyumbang naiknya kurva Covid-19 tersebut.

Salah satu Tokoh Politik Perempuan Papua, dr. Rosalina Irene Rumaseuw, M.Kes, mengatakan salah satu penyebab terus naiknya kurva Covid-19, akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Diantaranya, menggunakan masker saat bepergian, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dan juga tetap berada di rumah jika tidak ada kepentingan yang urgen. Karena itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Semua ini dilakukan agar masyarakat yang sehat tetap sehat dan sakit bisa sembuh. Covid ini bukan tipu-tipu, penyebarannya sudah mendunia, dan pembawaannya buka dari hewan, seperti nyamuk yang dipukul langsung mati, tapi kalau manusia kan tidak mungkin setelah terinfeksi kita bunuh,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan himbauan yang diberikan oleh pemerintah sudah jelas, baik melalui media cetak, elektronik maupun online dan radio, bahkan dari lembaga keagamaan, dan para tokoh masyarakat. Hanya saja pemberlakuan tersebut kembali kepada kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat harus tahu kekebalan tubuh setiap orang tidak sama. Bersyukur jika masih ada masyarakat yang belum terkena penyakit ini. Tetapi jangan menganggap remeh, patuhi anjuran pemerintah karena mereka adalah wakil Allah didunia,” ucapnya.

“Kalau pemerintah sudah imbau, maka mau tidak mau, suka tidak suka harus diikuti, karena itu untuk kebaikan bersama, dan apabila selama pemberlakuan protokol ada hal-hal yang dianggap tidak berkenan, atau mungkin ada saran bisa disampaikan saja ke pemerintah melalui tokoh adat ataupun agama terdekat,” tukasnya.

Dilain sisi, dia juga menilai salah satu yang membuat masyarakat acuh tidak acuh dengan situasi saat ini karena bantuan sembako dari pemerintah belum merata.

“Kita lihat di Itali, begitu diberlakukan lockdown semua masyarakat akar rumput diberikan jaminan ekonominya dan itu dilakukan pemerintah secara terbuka. Namun ini tidak dilakukan oleh Pemda di kabupaten/kota atau provinsi Papua Barar. Padahal itu penting dan tentu pemerintah juga harus berbenah diri,” ucapnya.

Memang diakui, penyakit ini muncul mendadak dan pemerintah sendiri tidak punya persiapan anggaran sigap seperti di Singapore yang mempunyai dana simpan untuk menghadapi bencana non alam seperti Covid-19.

Sementara di Indonesia untuk alokasi anggaran sesuai instruksi Presiden, sehingga tinggal bagaimana pemerintah daerah menjabarkannya agar masyarakat juga tidak serta merta menyalahkan pemerintah.

Dia mencontohkan ketegasan pemberlakuan aturan penanganan Covid-19 di Kabupaten Biak Numfor, patut dicontohi Pemkab Manokwari dan Papua Barat secara umum. Aturan yang dikeluarkan oleh bupati setempat disesuaikan dengan watak masyarakatnya dan penerapan protokol kesehatan Covid-19 disertai pengawasan langsung oleh TNI dan Polri melalui Satgas Penanganan Covid-19. Aktivitas masyarakat diawasi secara ketat dan dibatasi sesuai waktu yang ditentukan.

“Ketegasan Bupati Biak Numfor, dalam penanganan Covid-19 patut dicontohi. Bupati memberikan batas waktu pasar hingga jam 14.00 Wit, yang lewat waktu akan disanksi. Dan hasil kebun mama Papua diborong oleh Pemda melalui pemerintah kampung di mana masyarakat itu tinggal, baik hasil kebun juga hasil melaut,” jelasnya.

“Saya pribadi sedih kalau Papua menganggap remeh, serta jangan samakan kita dengan masyarakat non Papua. Mereka banyak sementara SDM kita hanya sedikit. Ini yang harus kita jaga mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi anjuran pemerintah, karena itu sama saja kita menjaga kehidupan para generasi penerus kedepannya,” ujarnya.

Dia menambahkan cara penyebaran Virus ini tidak seperti jenis penyakit lainnya, Corona akan memyebar dengan sangat cepat ketika adanya kerumunan warga, maka harus menjaga jarak. Karena ketika sudah terinfeksi jelas keluarga kita juga akan kena, dan masyarakat juga tidak boleh menstigma negatif, karena ini bukan penyakit memalukan, tetapi mari saling mendukung sehingga bisa menghambat penyebaran virus tersebut.

“Medis kita sedikit, sangat terbatas, tidak seimbang dengan populasi pasien jika terjadi outbreak, karena penanganan Covid-19 ada SOPnya tidak sama dengan bencana alam. Ini yang harus dipikirkan pemerintah,” tutupnya.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Sempat Terputus, Sekarang Sistem Kelistrikan Di Yalimo Kembali Normal

Published

on

Proses pembangunan jalan penghubung diwilayah Wamena-Yalimo.

YALIMO,JAGATPAPUA.com– Akibat perbaikan jalan yang dilakukan beberapa waktu oleh pemerintah Kabupaten Jaya Wijaya (Wamena) ke arah Yalimo sempat membuat akses kelistrikan di wilayah tersebut juga terputus.

Namun saat ini suplai listrik sudah dapat diakses kembali, karena pekerjaan pembangunan jalan diwilayah tersebut juga sudah terhubung.

PLN telah melakukan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listrik di Elelim, Senin, (1/3/2021) kemarin. Hal ini membuat suplai listrik untuk pelanggan di Yalimo kembali normal.

Meski perbaikan jalan masih berlangsung, sebanyak 7200 liter bahan bakar telah berhasil dikirimkan. Dalam melewati akses yang masih sulit di titik putus, pengangkutan ini mendapat bantuan dari alat berat yang berada di lokasi tersebut.

“Puji syukur saat ini kondisi kelistrikan di Yalimo telah kembali normal berkat suplai bahan bakar yang dapat diterima kembali,” ujar General Manager PLN UIW P2B, Abdul Farid.

Pasca terputusnya jalan yang menghubungkan Wamena dan Yalimo, PLN terus berkoordinasi dengan pihak setempat untuk mengetahui progres dan rencana pekerjaan pembersihan dan perbaikan akses tersebut. Cadangan bahan bakar pembangkit yang sempat menipis saat itu mengharuskan PLN melakukan penyesuaian operasional pembangkit selama beberapa hari.

“Terima kasih atas bantuan dan gerak cepat dari seluruh pihak. Meski pekerjaan akses jalan masih belum selesai, namun suplai bahan bakar pembangkit kami sudah dapat melewati titik-titik yang tadinya sempat terputus,” tutup Farid.

PLTD Elelim sendiri memiliki daya mampu sebesar 1100 kW. Daya tersebut menyuplai 1.174 pelanggan yang ada di Yalimo dengan beban puncak saat ini mencapai 400 kW.(JP/rls)

Continue Reading

Adat

Besok Personil Polda Papua Barat Akan Divaksin Covid-19

Published

on

Personil Anggota Polda Papua Barat saat melakukan screening untuk persiapan Pelaksanaan Vaksin Covid-19, Selasa (2/3/2021) di RS Bhayangkara Polda PB, Maripi, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Polda Papua Barat melakukan screening kepada personil yang telah mendaftar untuk vaksinasi Covid-19.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, hal ini merupakan komitmen pemberian vaksin kepada petugas pelayanan Publik yang selalu berada di garda terdepan.

“Pemberian vaksin terhadap personil Polri khususnya polda papua Barat ini terkait tugas pelayanan publik yang selalu berhadapan dengan masyarakat,”Kata Kombes Pol. Adam Erwindi, Selasa (2/3-2021).

Dikatakan, untuk itu sebelum pelaksanaan vaksin besok, hari ini Personil Polda PB discreening dengan maksud untuk memastikan kondisi kesehatan personil sebelum menjalani penyuntikan vaksin Covid-19.

Sebagai informasi, kata Erwindi, Personil Polda Papua Barat menjalani screening di RS Bhayangkara Polda Papua Barat, sejak pukul 09.00 wit.

Sementara, Kabid Dokkes Polda Papua Barat Kombes Pol dr. Sariman menambahkan, screening yang dilakukan mulai dari pengecekan tensi dan suhu tubuh serta mengisi kuesioner yang dipandu oleh tim dokkes.

“Ini pengecekan awal yang harus dilaksanakan sebelum divaksin. Sehingga besok siap untuk divaksin,” ujar Kabid Dokkes

Kabid Dokkes juga menambahkan launching pelaksanaan Vaksinasi dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap I Provinsi Papua Barat, dan tahap II Kabupaten Manokwari .

“Nanti dilanjutan dengan vaksinasi masal kepada personil Polda Papua Barat. Yang ditargetkan sebanyak 250 sampai 300 personil yang siap untuk di vaksinasi,”sebut Kabid Dokes.(JP/rls)

Continue Reading

Adat

Masyarakat Tambrauw Terima 10.562 Paket Bapok Dan Rp9 M Lebih Bantuan Tangan Kasih

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat menyerahkan Bantuan Bapok, Bantuan tunai Program tangan Kasih dan Stimulus kepada warga masyarakat Kabupaten Tambrauw, Selasa (2/3/2021) di Kabupaten Tambrauw.

TAMBRAUW,JAGATPAPUA.com– Masyarakat terdampak covid-19 Kabupaten Tambrauw menerima sebanyak 10.562 paket Bantuan Bahan Pokok (Bapok) dan Rp9.381.600 Miliar Bantuan tunai program Tangan Kasih Pemprov PB, kepada 2.106 pekerja informal dan non formal.

Penyerahan Bapok dan Bantuan tunai tangan kasih tahap III tersebut dilakukan oleh Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan Selasa (2/3/2021) dalam kunjungan Kerjanya di Kabupaten Tambrauw. Turut mendampingi dalam Kunker tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Frederik Saidui, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi PB Stepanus Selang serta OPD terkait.

Selain itu, dalam Kunker tersebut, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan bantuan stimulus kepada 300 pelaku usaha mikro dan kecil dengan total dana sebesar Rp600 juta melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi PB. Setiap pelaku usaha mendapat Rp2 juta per orang.

Dalam sambutannya, Gubernur merincikan, khusus untuk Bapok Kabupaten Tambrauw tahap I sebanyak 3.463 paket, Tahap II sebanyak 3.463 paket, tahap III sebanyak 3.636 paket dan tambahan pada tahap III sebanyak 172 paket. Dengan demikian total paket Bapok untuk tahap I hingga tahap III sebanyak 10.562 paket.

Gubernur Mandacan berharap semoga bantuan yang diserahkan tersebut dapat mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana non alam covid-19 di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Sementara secara umum untuk bantuan program tangan kasih Pemprov PB mengalokasikan dana sebesar Rp 224.341.200.000,- ( dua ratus dua puluh empat miliar tiga ratus empat puluh satu juta dua ratus ribu rupiah), untuk 52.317 orang pekerja informal dan non formal seperti kelompok pekerja mandiri baik tukang ojek, supir, pedagang sayur, petani, nelayan serta profesi mandiri lainnya.

Sedangkan Bantuan stimulus bagi pelaku usaha secara umum di PB sebesar 10.339.000.000 miliar untuk 4.668 penerima.(JP/sos)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta