Connect with us

Adat

Resmikan Depo Arsip PB, Melkias: Ini Wujud Pemerintah Selamatkan Identitas Negara

Published

on

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan setda Papua Barat, Melkias Warinusa

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Arsip merupakan salah satu identitas bangsa yang berperan sebagai penyelamat Negara dan simpul pemersatu bangsa, untuk itu, perlu diselamatkan sebagai bukti rekaman penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Hal itu dikatakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan setda Papua Barat, Melkias Warinusa saat meresmikan Depo Arsip Dinas Kearispan dan Perpustakaan Provinsi Ppaua Barat, Rabu (17/3/2021).

“Dalam menghadapi tantangan globalisasi, dan untuk mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yang baik, dan bersih serta guna meningkatkan kualitas pelayanan publik maka perlu didukung dengan adanya tata kelola kearsipan yang dilakukan secara efektif, efisien dan transparansi,”ujarnya

Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2012 tentang pelaksanaan undang-undang Nomor 43 tahun 2019 dan Peraturan Kepala ANRI Nomor 31 tahun 2015 tentang pedoman pembentukan Depot arsip.

Bahwa dalam melakukan penata kelolaan arsip diperlukan adanya sarana prasarana yang memadai sesuai standar yang ditetapkan dalam peraturan tersebut, ketersediaan gedung, ruangan penyimpanan arsip dan spesifikasi peralatan pengelolaan arsip lainnya, dalam kaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dimana arsip merupakan sarana informasi dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam UU Kearsipan juga mengamanatkan bahwa pemerintah wajib mengadakan, mengatur, dan mengawasi dari aspek akuntabilitas kinerja penyelenggaraan kearsipan, sedangkan sebagai memori kolektif bangsa.

Salah satu tempat yang wajib bagi kearsipan adalah ruang penyimpanan arsip (Depo arsip) di mana ruang penyimpanan arsip ini merupakan suatu gedung yang dirancang dengan struktur khusus yang bersih, bebas dari serangga atau hama, air dan juga memiliki suhu ruangan yang tidak terlalu lembab ataupun panas, serta pengaturan penerangan yang baik guna memenuhi kebutuhan terhadap perlindungan aktif serta mengutamakan adanya pemeliharaan dan perawatan arsip secara baik dan benar.

“Saya mengimbau dan mengharapkan dukungan dan atensi dari seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah ( OPD ) yang ada serta Pimpinan lembaga vertikal lainnya untuk memiliki kepedulian dalam mendukung kegiatan penata kelolaan arsip di daerah ini khususnya di tingkat unit kerja masing-masing, dan tidak perlu ragu dan khawatir untuk menyerahkan arsip ini aktif nya untuk disimpan pada Depo arsip yang tersedia,”imbau Melkias

Semua ASN lewat unit kerja masing-masing mendukung dan mensukseskan penata kelolaan arsip yang baik dan benar di pemerintahan Provinsi Papua Barat, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam penyelenggaraan tugas dan tanggung jawab kita semua.(JP/SOS)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Buka Safari Ramadhan, Sekaligus Gubernur Dan Wagub Ikut Buka Puasa Bersama MUI PB

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, dan Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani membuka Safari Ramadhan 1442 H/2021 M, Jumat (16/4/2021), di Kantor MUI PB.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan membuka kegiatan safari ramadhan 1442 H/2021 M, yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Jumat (16/4/2021) dikantor MUI PB.

Usai membuka safari ramadhan tersebut, Gubernur tampak kompak bersama Wakil Gubernur PB, Mohamad Lakotani SH.,M.Si mengikuti acara buka puasa bersama.

Gubernur mengatakan, kegiatan Safari 1440 yang digagas oleh MUI PB, atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi walaupun dalam suasana wabah covid -19.

“Mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,”ajak Gubernur.

“Safari ramadhan ini rencana akan dilaksanakan ke kabupaten kota se Provinsi Papua Barat yang langsung mendatangkan ustad dari MUI pusat. Walaupun pada tahun lalu tidak dapat terlaksana karena adanya Corona, semoga kegiatan safari ramadhan Ini mendapat kemudahan dari Tuhan.,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Satres Narkoba Polres Wondama, Bekuk 2 Remaja Pemilik 7 Peket Ganja Siap Edar

Published

on

Jumpa Pers ungkap Kasus Narkoba, yang dipimpin Kapolres Wondama, AKBP Yohanes Agustiandaru, SH.S.IK.MH, dan Kasat Narkoba Polres Wondama, Iptu Muhamad Ramli, Kamis (16/4/2021), di ruang media center polres Wondama.

WONDAMA,JAGATPAPUA.com– Dua remaja berinisial BNM dan MK, dibekuk Satres Narkoba, Polres Wondama, karena diduga menjadi perantara dan pengedar Narkotika jenis Ganja.

Kedua remaja tersebut berasal dari kampung Wasior II, distrik Wasior Kabupaten Teluk Wondama, yang diketahui masih berusia sekolah.

Kapolres Wondama, AKBP Yohanes Agustiandaru, SH.S.IK.MH pada Jumpa pers di ruang media center Polres Wondama, Jumat, (16/4/2021) mengatakan, adapun kronologis penggeledahan dan penangkapan terhadap dua remaja tersebut berawal dari informasi yang diterima oleh anggota Satres Narkoba, kemudian di tindak lanjuti ke Tempat kejadian Perkara (TKP).

Setibanya di TKP, anggota Satres melakukan penggeledahan, dari tangan BNM ditemukan 4 paket ganja kecil tepat dalam saku celana
bersama 3 orang rekannya termasuk MK. Polisi juga menemukan 1 tas gendong warna biru tua merek nike milik MK dan ternyata berisi 1 paket ganja kering dan uang senilai Rp. 1.300.000 rupiah. Uang tersebut di duga hasil penjualan ganja.

“Anggota mendapat Informasi ada transaksi jual beli ganja, kemudian di tindak lanjuti ke TKP di Kampung Wasior II, distrik Wasior. Pada hari Senin tanggal 22 Februai 2021. Ditemukan dalam saku celana BNM ganja kering siap edar, sebanyak 4 paket kecil. Dari tangan MK pemilik tas gendong warna biru tua 1 paket ganja. Anggota terus melakukan penggeledahan dan ditemukan lagi 2 paket ganja kering milik saudara BNM yang akan di perjual belikan beserta uang tunia Rp. 1.300.000 rupiah. Total narkotika jenis ganja yang di temukan sebanyak 2,75 gram, dan 4 bungkus plastic kosong”ungkap Agustiandaru.

Kkedua remaja itu dijerat UU Narkotika dengan hukuman penjara minimal 5 tahun, dan paling lama 20 tahun, denda minimal 1 miliar atau paling banyak 10 miliar.

“BMM dan MK, dikenakan pasal 114 ayat 1 UU Narkotika, yaitu setiap orang menahan, melawan hukum, membeli, menerima, menjadi perantara. Pasal 111 ayat 1, memiliki, menyimpan dan menguasai dan pasal 132 ayat 1 terkait percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, uu nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 1 miliar paling banyak 10 miliar,”Ujar Kapolres yang akrab di sapa Ndaru itu.

Ndaru, berpesan agar warga masyarakat Wondama terutam orang tua wajib mengawasi aktivitas anak setiap harinya. Dia juga berharap apabila ada hal-hal yang mencurigakan tentang narkotika atau perbuatan jahat lainnya, dapat dilaporkan kepihak Polres atau anggota polisi.

“Kami imbau, kepada orang tua yang punya anak masih sekolah tetap awasi pergaulan anak-anaknya. Awasi kesehariannya. Dan apabila ada info terkait peredaran narkotika dapat menginformasikan ke polres teluk wondama,” tutur Ndaru.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Wondama, Iptu Muhamad Ramli menambahkan, BNM dan MK mendapatkan barang haram itu dari Manokwari. Dan kata dia, kedua remaja tersebut tidak terkait dengan jaringan narkotika yang sudah diungkapkan oleh Mapolres Wondama pada waktu sebelumnya.

“Mereka dapat ganja dari Manokwari, tapi mereka tidak terkait dengan jaringan narkotika jenis ganja yang sebelum-sebelumnya. Narkotika jenis ganja ini sudah beredar di kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas bahkan sudah beredar di kalangan pelajar, penyebarannya sudah meluas,”tutup Ramli. (JP/SJR)

Continue Reading

Adat

Tak Masuk Perencanaan, Waran Batalkan Usulan Tambahan 116 CPNS Mansel

Published

on

Bupati Manokwari Selatan Markus Waran ST.,MT.

MANSEL,JAGATPAPUA.com– Bupati Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran ST.,MT menegaskan bahwa usulan penambaha 116 kuota CPNS asal Mansel ke Kementrian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) tidak masuk dalam perencanaan.

Untuk itu, pihaknya mengaku telah menyurati Menpan-RB untuk membatalkan penambahan kuota 116 CPNS dimaksud.

“Surat Bupati untuk membatalkan usulan itu sudah jelas, dan sudah kita kirim ke Kementrian terkait,” jelas Waran Jumat (16/4/2021), di Ruang kerjanya.

Dikatakan Bupati Waran, hal tersebut sudah sesuai dengan hasil pertemuan dengan Kemenpan- RB, yang juga dihadiri oleh BKN.

“Ada kabupaten dan kota lain yang mengusulkan kuota tambahan, untuk mengisi kebutuhan mereka. Tapi dari Manokwari Selatan tidak ada usulan itu. Karena program perekrutan itu ada aturannya. Harus dilihat kemampuan keuangan daerah,” kata Bupati Waran.

Untuk itu Bupati Waran berharap, masyarakat Manokwari Selatan tidak terprovokasi dan merasa kecewa dengan isu-isu penambahan kuota tersebut, sebab isu tersebut tidak benar.

“Jangan kecewa karena info tersebut tidak benar. Jangan bikin tindakan melawan hukum, saya tidak akan kompromi,” tegas Waran.(JP/NAE)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta