Connect with us

Papua Barat

Ratusan Mahasiswa Asal Sorsel Di Jayapura Akan Kembalikan Sembako Dari Pasangan Yance-Felix

Published

on

MANOKWARI,JAGATPAPUA.Com-Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) Provinsi Papua Barat yang menempuh pendidikan di sejumlah Universitas di Jayapura-Papua, akan mengembalikan Bantuan Bahan Makanan (Bama) yang diterima dari Bakal pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sorsel Periode 2019-2024, Yance Salambauw, SH.MH Dan dr. Felix Duwit, MSc.MPH.SpDP.

Hal tersebut diungkapkan salah satu Sesepuh Sorsel, Jhony Seranik melalui telephon Selulernya kepada jagatpapua.com, Minggu (7/6/2020). Jhony mengatakan bantuan Bama yang diberikan pasangan Yance-Felix tersebut kepada mahasiswa yang terdampak covid-19 di Jayapura, dinilai sangat mulia, namun sangat disayangkan karena pasangan tersebut menyertakan Surat Pernyataan Dukungan Pasangan Calon perseorangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sorsel dalam lembar model B.IKWK Perseorangan.

Surat Pernyataan Dukungan Calon Perseorangan Yang Ikut Disertakan Pasangan Yance-Felix Dalam Paket Bantuan Bahan Makan.

“Sebenarnya bantuan Bama ini sangat baik, dan sangat membantu para mahasiswa asal Sorsel di Jayapura yang ikut terdampak akibat wabah covid-19, namun jangan ada unsur politik. Apalagi Bantuan itu disertai Surat penyataan Dukungan Pasangan calon Bupati,”ungkap Jhony

Jhony menyebutkan Bantuan Bama yang diberikan kepada Ratusan Mahasiswa tersebut setiap paketnya berisi Beras, Minyak Goreng Telur Ayam, Super Mie dan Disinfektan. Bantuan disertai surat pernyataan dukungan tersebut dirasakan tidak sesuai dengan situasi covid-19 saat ini, sehingga mahasiswa memutuskan akan mengembalikan bantuan tersebut.

Jhony berharap agar hal ini harus menjadi pelajaran bagi pasangan calon lainnya, jangan memanfaatkan situasi covid-19 untuk memenuhi kebutuhan Politik setiap Pasangan Calon.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi & Bisnis

Bahas Izin Prinsip Tambang Emas, Pemkab Pegaf Akan Bertemu Pemprov

Published

on

Sekda Kabupaten Pegaf, Everd Dowansiba.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Potensi tambang emas di Distrik Minyambauw dan Testega di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) saat ini mulai dilirik oleh pemda setempat dan akan segera disiapkan perijinannya.

“Potensi tambang ini sudah diketahui termasuk masyarakat di Pegaf. Sehingga sesegera mungkin kita akan mengurus hal-hal terkait izin prinsip, dan kami masih menunggu izin itu dari Pemerintah Provinsi Papua Barat,” ujar Sekda Kabupaten Pegaf, Everd Dowansiba.

Dia juga mengatakan izin prinsip mengenai tambang dan juga Kehutanan itu kewenangannya di provinsi, sehingga Pemkab hanya sifatnya berkoordinasi terkait perijinan tersebut.

“Diupayakan dalam waktu dekat kita akan bentuk tim untuk bekerjasama dengan provinsi dalam hal ini dinas terkait, dan dalam pengelolaannya tentu melibatkan masyarakat adat setempat,” tukasnya.

Selain itu, keberadaan izin ini agar tidak terkesan ilegal ketika masyarakat melakukan aktivitas pendulangan emas, serta ada wadah yang mengatur aktivitas masyarakat tersebut.

“Izin prinsip ini juga untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, agar kedepannya tidak ada masalah, apalagi akan didirikan koperasi tambang,” tukasnya.(me)

Continue Reading

Adat

Kawal Dana Otsus, MRPB Akan Teken MoU Dengan Kejati Papua Barat

Published

on

Ketua MRPB Papua Barat, Maxi N Ahoren.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), akan bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, untuk mengawal dan mengawasi penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sangat besar nilainya.

Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui penandatangan Nota kesepahaman Memorandum Of Undarstanding (MoU), yang direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan Kejati dan penandatangan MoU ini secara khusus untuk mengawal terkait pengelolaan dan penggunaan dana Otsus di Papua Barat. Jadi bersama kejaksaan kita sama-sama awasi penggunaan dana tersebut,” ungkap Ketua MRPB Papua Barat, Maxi N Ahoren.

Untuk konsep kerjasamanya kata Ahoren masih disiapkan, begitu juga Kejati yang telah mengirim konsepnya untuk kemudian dipadukan. Selain penggunaan dana Otsus juga menyangkut hak-hak Orang Asli Papua (OAP), misalnya soal tanah masyarakat adat dan batas-batas wilayah adat.

“Selama ini ketika tanah masyarakat adat dan batas wilayah adat bermasalah hukum dan disidangkan di Pengadilan dengan substansi tuntutan ganti rugi, tidak ada keberpihakan keadilan, masyarakat kalah karena tidak adanya bantuan hukum dari pemerintah,” ucapnya.

Menurut dia, hal ini tentu sangat disayangkan, yang seharusnya masyarakat adat berhak menang atas kasus-kasus tersebut tetapi terkendala pengacara, sehingga selalu saja haknya berpihak kepada lain.(me)

Continue Reading

Hukrim

Jelang HUT Hari Bhakti Adhyaksa, Kejati Papua Barat Gelar Berbagai Kegiatan

Published

on

Kepala Kejati Papua Barat, Yusuf, SH, MH.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dalam serangkaian hari Bhakti Adhyaksa ke-60 yang jatuh pada tanggal 22 Juli 2020 mendatang, Kejaksaan Tinggi Papua Barat menggelar berbagai kegiatan.

Kepala Kejati Papua Barat, Yusuf, SH, MH, mengatakan kegiatan yang sudah dilakukan yakni kegiatan internal berupa optimalisasi kinerja dan pemulihan publik trust.

“Jadi kegiatan itu ada dua internal maupun external. Untuk internal kita lakukan penguatan profesional, bagaimana ciptakan jaksa yang profesional, baik dalam tugas, hubungan dengan masyarakat dan publick trust. Kita buat masyarakat percaya dan terbuka kegiatan apa yang sudah diakukan,” ujar Yusuf belum lama ini.

Sedangkan untuk eksternal, telah dilakukan perjanjian kerjasama bersama 12 lembaga, baik perbankan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, BUMD, dan KPU, serta pihak terkait lainnya.

“Rencananya dalam bulan ini kita juga akan lakukan perjanjian kerjasama dengan Pertamina, PLN, Balai Kehutanan, Bulog, Perhubungan dan Pemprov Papua Barat,” tandasnya.(me)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta