Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Rapat Koorwil TPID Se-Sulampua, Wagub Sebut Devisit Daging Ayam dan Telur Ayam Perlu Dikerjasamakan

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) dilakukan melalui vidio converece, Kamis (25/6/2020).

Rakoorwil tersebut dimonitor oleh TPID Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, Sulawesi Barat, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara.

Untuk Kondisi perkembangan perekonomian Provinsi Papua Barat, di paparkan langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani SH, M.Si.

Dalam paparannya, Wagub, menyatakan inflasi Provinsi Papua Barat, hingga Mei 2020 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Kondisi tersebut, berbeda dibanding bulan April 2020.

Selain itu, juga terdapat perbedaan realisasi secara spasial di dua kabupaten, yakni Manokwari dan Sorong. Untuk Manokwari tercatat inflasi tertinggi sebesar 0,15 persen, sedangkan di Kabupaten Sorong deflasi sebesar 0,06 persen.

“Secara tahunan inflasi Papua Barat, tercatat 1,24 persen berada dibawa deflasi nasional,” ucap Wagub.

Wagub juga mengatakan, terdapat 5 komoditas yang memiliki andil dalam menyumbang inflasi dan deflasi per bulan Mei 2020. Komoditas penyumbang inflasi yaitu bawang merah, emas perhiasan, ikan segar, telur ayam, dan gula pasir.

Sementara 5 komoditas yang menyumbang deflasi terbesar terdiri dari ikan kembung, tomat, cabe rawit, kangkung dan ikan Mumar. Sedangkan 5 komoditas penyumbang inflasi dan deflasi tahunan yaitu ikan cakalang/ikan sisik, bawang merah, perhiasan, nasi dan lauk, biaya jaringan seluler serta televisi berlangganan.

Sementara komoditas penyumbang deflasi tahunan tertinggi yaitu transportasi udara yang harganya mengalami fluktuaktif diperiode tahun 2019, cabe rawit, ikan kembung, ikan teri, dan bawang putih.

Dari kondisi ini atau berdasarkan realisasi inflasi dan hasil kajian serta eksistensi inflasi mendapatkan komoditas yang dapat dijadikan sebagai komoditas paling berpotensi untuk dikerjasamakan dalam kerja sama antar daerah, yaitu komoditas daging ayam, telur ayam, ikan segar, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih dan beras.

“Tentunya komoditas ini sebagian surplus di Papua Barat, tetapi sebagian besarnya devisit sehingga dibutuhkan kerja sama antar daerah untuk dapat didatangkan dari daerah kawasan Sulampua,” ujarnya.

Secara terinci disampaikan misalnya untuk daging ayam, Papua Barat mengalami devisit atau kekurangan stok sebanyak 5.103 ton atau sebesar 18 persen dari kebutuhan.

“Ini peluang untuk kita kerjasamakan antar daerah di Papua Barat juga Se-Sulampua. Telur ayam juga mengalami devisit sebesar 5.783 ton atau 17 persen. Ikan segar juga demikian, surplus dan selama ini mengalami over stok. Sementara cabe rawit adalah komoditas yang tersedia dan cukup atau over stok dan bawang merah dan putih kami mengalami devisit pasokan,” jelas Wagub.

Dengan demikian pemerintah mengambil langkah dalam pengendalian inflasi di daerah dengan tetap mengacu pada pedoman 4 K sebagai pedoman umum yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, komunikasi antar tim serta kelancaran distribusi.

“Langkah kongkrit yang telah diambil ditengah Pandemi Covid-19, yaitu pemda dan BI melakukan sosialisasi dan iklan layanan masyarakat, operasi pasar murah, pembinaan terhadap calster, baik claster cabe rawit, pembelian bawang merah dan putih secara mandiri,” tandas Wagub.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Gubernur Dominggus Salurkan 5.329 Bapok Tahap III Untuk Masyarakat Teluk Bintuni

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya Pada acara penyerahan Bapok, Jumat (5/3/2021) di Teluk Bintuni.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan kembali menyerahkan 5.329 Bantuan Bahan Pokok (Bapok) untuk masyarkat terdampak covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni.

Penyerahan tersebut dilakukan di Auditorium Kantor Bupati teluk Bintuni, Jumat (5/3/2021) oleh Gubernur secara simbolis kepada masyarakat penerima, didampingi Wakil Bupati Matret Kokop, serta Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Derek Ampnier serta OPD terkait dilingkup pemprov PB.

Gubernur merincikan, Bantuan tahap pertama untuk Kabupaten Teluk Bintuni telah di salurkan lewat lembaga-lembaga keagamaan sebanyak 5.075 paket senilai Rp. 713.037.500,- (tujuh ratus tiga belas juta tiga puluh tujuh ribu lima ratus rupiah).

Tahap kedua sebanyak 5.075 paket dan sekarang tahap ketiga sebanyak 5.329 paket senilai Rp. 748.724.500,- (tujuh ratus empat puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh empat ribu lima ratus rupiah).

“Maka total keseluruhan untuk kabupaten teluk bintuni sebanyak 15.479 paket senilai rp. 2.174.799.500,- (dua milyar seratus tujuh puluh empat juta tujuh ratus sembilan puluh sembilan ribu lima ratus rupiah), dan untuk tahap ketiga saat ini sebanyak 5.329 paket,”sebut Gubernur

Bantuan Bapok tahap III tersebut diperuntukan untuk umat kristen protestan sebanyak, 2.949 paket, umat islam sebanyak 1.780 paket, umat kristen katolik sebanyak 570 paket, umat hindu sebanyak 20 paket, umat budha sebanyak 10 paket.

Menurut Dominggus, pembagian Bapok telah di atur secara bertahap untuk setiap kabupaten/kota di PB dan sekarang merupakan penyerahan tahap ke III, setelah penyerahan tahap I dan II yang telah di laksanakan.

“Dan untuk kuota tahap III, ada penambahan kuota sebanyak 5 % di setiap kabupaten/kota dari kuota tahap II, atau secara total penambahan tahap III sebanyak 5.642 paket se papua barat, khusus untuk kabupaten teluk bintuni penambahan sebanyak 254 paket,”kata Gubernur.

Tentu kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak covid -19 dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari melalui pembagian Bapok sesuai komoditi yang ada yakni beras 10 kg, gula 1 kg, tepung 1 kg dan minyak goreng 1 liter dalam kemasan.(JP/sos)

Continue Reading

Adat

Melalui Muscab Ke-VIII, Bupati Harap IBI Lahirkan Pemimpin Dengan Program Yang Realistis

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH sat Membuka Muscab VIII, IBI Manokwari, Jumat (5/3/2021).

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Kabupaten Manokwari.

Muscab yang dipusatkan di Swissbel Hotel, Jumat (5/3/3/2021), Turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari, Ny Febelina Indou, dan Pengurus ranting setiap Puskesmas yang ada di Wilayah Manokwari.

Bupati mengatakan, Sebagai forum tertinggi organisasi Muscab IBI diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang lebih baik atau minimal sama dengan kepemimpinan periode sebelumnya. Yang diharapkan mampu menyusun program kerja yang lebih realistis serta mampu menyentuh kebutuhan organisasi, khususnya dalam melaksanakan fungsi pengabdian kepada masyarakat.

“Muscab kali ini mengusung tema bidan merupakan Garda terdepan mengawal kesehatan Maternal neonatal melalui germas dan pelayanan yang berkualitas dengan adanya. Muscab juga merupakan ajang konsolidasi organisasi untuk lebih meningkatkan eksistensi pelayanan kebidanan sehingga bidan dapat memberikan pelayanan yang berkualitas,”ungkap Bupati

Menurut ia, Bidan merupakan tenaga profesional yang bermitra dengan kaum perempuan dan bertanggung jawab dalam memberikan dukungan asuhan sehat selama masa hamil ibu, masa persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi.

Peran bidan tersebut mencakup upaya pencegahan promosi kesehatan, pertolongan persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, serta akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai dan melaksanakan pertolongan kegawat daruratan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua bidan Selain sebagai tenaga fungsional juga telah menjadi bagian dari Garda terdepan penanganan covid 19. Dan terima kasih juga atas semua kerja kerasnya dalam menjalani kesehatan masyarakat, tetap fokus pada tugas masing-masing namun Jangan lupa tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus Corona di Manokwari,”ucap Bupati Indou.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Pemda Akan Perhatikan Program Ikatan Bidan Indonesia, Manokwari

Published

on

Foto Bersama Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH dan Pengurus IBI Kabupaten Manokwari, Jumat (5/3/2021) , Di Swisbel Hotel, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Untuk mendorong pengembangan dalam hal kebidanan dan pelayanan kepada masyarakat terutama untuk ibu dan anak, kedepan Pemda Manokwari akan tetap memperhatikan program kerja Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Manokwari.

“Saya kira jika pemerintahan sebelumnya belum diperhatikan, maka kedepan akan kita perhatikan. Karena Pemerintah juga tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkam banyak tangan untuk mengakselerasi program kerja pemerintah,”ucap Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP., MH Jumat (5/3/2021) pada Musyawarah Cabang ke-VIII IBI Kabupaten Manokwari.

Untuk itu, Hermus berharap para bidan yang tergabung dalam IBI agar tetap semangat dalam melaksanakan tugas mulianya. Pihaknya tidak memberikan janji tetapi yang jelas IBI akan mendapat perhatian Pemerintah Daerah. Sebagai upaya untuk terus mendorong percepatan pengembangan Bidan diwilayah ini.

“Saya memberikan apresiasi karena kehadiran organisasi IBI sebagai wadah berhimpun khusus para Bidan di Manokwari untuk memperjuangkan pelayanan kesehatan kepada Masyarakat tetapi juga untuk diri sendiri,”ucap Hermus

Menurut ia, tentu dalam memberikan pelayanan kepada semua masyarakat khusus dalam penanganan pelayanan terhadap ibu hamil dan anak pasti menemui banyak maslah juga keterbatasan. Tetapi patut disadari bahwa dalam keterbatasan tersebut para bidan sudah berjuang maksimal dengan potensi dan daya yang dimiliki.(JP/alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta