3.1 C
Munich
Kamis, Januari 20, 2022

Raker II PGGP Hasilkan 3 Keputusan, Salah Satunya Penguatan eksistensi kota Manokwari sebagai kota Injil

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Rapat Kerja (Raker) II, Persekutuan Gereja – Gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Barat, Sabtu (17/10/2020), menghasilkan tiga keputusan.

Diantaranya, perlindungan tanah adat, pengembangan karakter pemuda, dan penguatan kota Manokwari sebagai kota Injil dengan Mansinam ikon kota Manokwari.

“Raker II ini kita laksanakan selama dua hari, Jumat (16/10/2020), dan Sabtu (17/10/2020), dengan menghasilkan 3 keputusan. Sehingga diharapkan ini dapat menjadi agenda prioritas pemerintah dalam penyusunan program kerja di tahun 2021,” kata Ketua PGGP Provinsi Papua Barat, Pdt.Shirley Parinussa.

Dirincikan, untuk point pertama agar masyarakat tidak mudah untuk memperjualbelikan tanah kepada pihak lain, serta kedua, penguatan karakter pemuda melalui penyiapan rumah rehabilitasi. Mengingat meningkatnya kasus permasalahan Narkoba, Miras dan kekerasan di kalangan pemuda.

“Masalah di kalangan pemuda saat ini meningkat, karena itu dibutuhkan rumah rehabilitasi yang dapat menampung mereka yang berhadapan dengan hukum,” ucapnya.

Ia menambahkan, rekomendasi ketiga, yakni penguatan eksistensi kota Manokwari sebagai kota Injil, dengan memaksimalkan pengembangan situs Mansinam sebagai situs religius, sehingga membawa dampak ekonomis maupun religius bagi masyarakat dan daerah.

“Kita akan mendorong agar pengelolaan situs Mansinam sebagai ikon kota Manokwari sebagai kota Injil eksis kembali,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bidang Administrasi Setda Papua Barat, Raymond Yap mengapresiasi upaya PGGP dalam rakernya telah menyepakati 3 poin rekomendasi bagi pemerintah.

Ia berjanji, akan menyampaikan kepada gubernur, sehingga dapat terakomodir di dalam penyusunan program kerja pemerintah melalui OPD terkait.(sos)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta