Connect with us

Ekonomi & Bisnis

PT. Makmur Sejahtera Permai, Jamin Pasokan Bapok Aman Ditengah Wabah Corona

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Manajer PT. Makmur Sejahtera Permai, Cabang Kaimana, Taofik Shio, memastikan ketersediaan bahan pokok (Bapok) aman, ditengah mewabahnya Virus Corona (Covid-19).

Bahkan, Taofik mematikan jika sewaktu-waktu pemerintah melakukan Lockdown pada pelabuhan laut dan udara, pihaknya dapat menjamin bapok tetap aman hingga satu bulan kedepan.

“Digudang kami masih ada stok beras dan minyak goreng. Maksimal bisa bertahan hingga satu bulan ke depan, untuk mencukupi kebutuhan warga Kaimana,” ungkapnya, saat ditemui, Sabtu (28/3/2020).

Dia juga mengaku jika kapal barang masih diijinkan masuk untuk melakukan pembongkaran dalam dua minggu, kebutuhan akan sembako dijamin dapat mencukupi hingga tiga bulan kedepan.

“Untuk stok beras dari ukuran 5 Kg hingga 25 Kg, masih tersedia sebanyak 4.600 Sak (karung). Kita juga masih punya stok beras di dua konteiner yang belum dibongkar di pelabuhan,” jelasnya.

Ditanya soal kemungkinan akan ada kenaikan harga kebutuhan pokok, ia mengatakan untuk harga jual masih tetap sama, belum ada kenaikan.

“Harga jual tetap, hanya kita akan batasi pengambilan dari para pengecer. Ini untuk mengantisipasi adanya penimbunan, apa lagi dengan situasi saat ini,” tutupnya.(lc)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Papua Barat Canangkan Tanam Bibit Unggul Kakao di Lahan Koperasi Ebersut Ransiki

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Pemprov Papua Barat, berupaya mengembalikan kejayaan komoditas perkebunan diwilayah tersebut. Salah satu komoditas yang ditargetkan adalah kakao.

Untuk itu, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, melakukan pencanangan penanaman bibit unggul kakao di lahan koperasi Ebersut, Cokran Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Rabu (27/5/2020).

Ini agar target mengembalikan kejayaan kakao di Indonesia, lebih khusus di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat dapat terwujud.

Apalagi Manokwari Selatan, pernah merasakan masa kejayaan untuk tanaman kakao. Bahkan ketika krisis ekonomi tengah melanda, petani kakao sejahtera karena harganya juga terkerek naik. Namun, sejak maraknya hama penyakit tanaman di tahun 2000-an, dan tutupnya PT. Cokran Ransiki, kakao tidak lagi menjadi primadona buat petani.

Dalam sambutannya Gubernur Drs. Dominggus Mandacan mengatakan penanaman tanaman kakao ini tentu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat bangsa dan negara, serta penanaman tanaman perkebunan tersebut sesuai dengan pencanangan provinsi Papua Barat sebagai provinsi berkelanjutan.

“Kita tentu harapkan penanaman bibit unggul kakao ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Papua Barat,” ucap Gubernur.

Gubernur juga berharap Koperasi Ebersut dapat terus meningkatkan produktivitas, serta memberikan pelatihan kepada petani untuk pengembangan kakao hingga produksi agar dapat menghasilkan biji coklat premium yang unggul.

Sementara itu Bupati Mansel, Markus Waran menambahkan dalam pengembangan komoditas kakao oleh Koperasi Ebersut, adanya campur tangan dari pemerintah Papua Barat, untuk pengembangan coklat unggul kedepannya.(nae)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Pemprov Gelontorkan Bama Bagi 3.558 Umat Islam di Manokwari

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) kepada 3.558 umat Islam di 125 masjid di Manokwari.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Pemprov Papua Barat, menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) kepada 3.558 umat Islam di 125 masjid di Kabupaten Manokwari.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan kepada Ketua MUI Provinsi Papua Barat, Kamis (21/5/2020) di kantor MUI Papua Barat.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengatakan bantuan tersebut hanya diberikan kepada umat yang layak menerima, dan secara umum di Papua Barat terdata 137.660 ribu umat muslim dengan jumlah 691 Masjid.

“Dari jumlah data umat yang layak menerima 22.953 dengan total biaya Rp3 miliar lebih,” ucap Gubernur.

Sementara bantuan khusus untuk masyarakat muslim di Kabupaten Manokwari diberikan kepada 3.558 umat dari total jumlah 21.839, di 125 masjid, dengan total biaya Rp493.138.800.

“Penyaluran bantuan berdasarkan data dari lembaga keagamaan. Selain itu penyaluran melalui lembaga keagamaan, untuk menjauhi kerumunan warga juga mentaati protokol kesehatan Covid-19 dan ini telah dilakukan di Manokwari Raya, Sorong Raya dan disusul Kaimana, Fakfak,” jelas Gubernur.

Sementara Ketua MUI Papua Barat Ahmad Naistrau, mengucapkan terima kasih kepada gubernur, yang dalam situasi mewabahnya Covid-19 masih menyempatkan waktu untuk berbagi kasih berupa bantuan sembako kepada umat muslim di Manokwari.

“Bantuan ini untuk meringkan beban seluruh umat yang ada di Papua Barat, yang sebentar lagi akan merayakan hari raya Idul Fitri,” ujarnya.(me)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Gunakan “QRIS” Untuk Transaksi Non Tunai, Solusi Ditengah Pandemi Covid-19

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, mendorong masyarakat untuk lebih mengedepankan transaksi nontunai sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Salah satunya yakni Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

Apalagi saat ini, setiap penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR (termasuk PJSP asing) wajib menggunakan QRIS. Ini diatur dalam ketentuan BI dalam PADG No.21/18/2019, tentang Implementasi Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran.

“Bank Indonesia betul-betul meningkatkan penggunaan sitem QRIS mulai awal tahun. Setelah soft Launching sejak Agustus 2017. Dan saat itu kita tidak memprediksi akan ada Pandemi Covid-19,” kata Kepala BI Papua Barat, Dony Heatubun, pada sosialisasi pembayaran non tunai berbasis QRIS, Senin (18/5/2020) di Swisbel Hotel.

Dia mengatakan adanya Pandemi ini, QRIS menjadi alternatif, karena melalui sistem ini kita tidak harus datang dan melakukan transaksi langsung seperti di bank, tetapi dapat dilakukan melalui hp.

“QRIS ini solusi yang pas, karena saat akan transaksi, kita tidak perlu lagi datang ke bank, hanya menggunakan teknologi yang ada misalnya menggunakan media komunikasi WA dan sebagainya. Ini manfaat positif yang dirasakan saat Pandemi Covid19,” ucapnya.

Dengan demikian, BI akan kembali lagi mensosialisasikan sistem pembayaran menggunakan QRIS kepada masyarakat di Papua Barat. Apalagi, data masyarakat pengguna QRIS sudah mencapai 2000an.

“Memang jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia, Papua barat masih kecil, namun dipahami karena kondisi geograsfis dan populasi kita yang relatif kecil,” tandasnya.(rls)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta