Connect with us

Headline

Polda Papua Barat Musnakan 404,5 Gram Ganja Kering

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, memusnakan barang bukti tindak pidana Narkoba jenis ganja kering dari hasil operasi penangkapan yang dilaksanakan pada 27 November 2020.

Pemusnahan itu dilakukan dihalaman Mapolda Papua Barat oleh Kabid Humas Polda Papua Barat, bersama pihak Kejaksaan serta penasehat hukum, Jumat (11/12/2020) siang.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengatakan ganja kering yang dimusnakan sebanyak 42 paket dengan berat keseluruhan 404,5 gram.

“Yang dimusnahkan 383,7 gram dan 8,8 gram dijadikan sampel barang bukti untuk proses persidangan dan sisanya untuk diuji di aboratorium forensik,” ujarnya.

Kabid Humas melanjutkan untuk penanganan kasusnya, penyidikan telah melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan.

“Kita masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan. Kalau berkasnya dinyatakan lengkap, tersangka segara di limpahkan untuk proses peradilan,” ucapnya.(me)

Continue Reading
Advertisement


 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

MRPB Minta Pempus Tidak Sepihak Merevisi UU Otsus

Published

on

Ketua MRP Provinsi Papua Barat, Maxi Ahoren.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat, meminta agar Pemerintah Pusat (Pempus) tidak bertindak sepihak dalam merevisi beberapa pasal UU Otsus Nomor 21 tahun 2001 sesuai ide dan pikiran Pemerintah.

karena Otsus Papua Hadir dari Hati Rakyat Papua bukan lahir karena pemerintah Pusat.

“Kita berbicara komitmen kita meminta kepada Pemerintah Pusat untuk tidak terlalu cepat mengambil langkah merevisi pasal dalam UU Otsus Nomor 21 tahun 2001 atas ide dan pikiran mereka sendiri,”tegas Ketua MRPB-PB Maxi Nelson Ahoren kepada awak Media Jumat (22/1/2021).

Sebagai lembaga Kultur kata Ahoren tengah memperjuangkan apa yang menjadi keinginan dan harapan rakyat papua barat, agar bisa duduk bersama melalui dialog dengan melibatkan pemerintah Pusat, daerah dan  masyarakat Papua.

Dalam pertemuan  nanti masyarakat bisa menyampaikan secara langsung harapan mereka.

“Terkait pertemuan ini, MRPB sudah menyampaikan kepada ketua MPR RI di Jakarta dan beliau juga menyatakan kesanggupan untuk mempertemukan kita dengan presiden. Bahkan kami sudah menyurati Presiden meminta presiden mempercepat pertemuan bersama para tokoh juga masyarakat,”kata Ahoren

Namun jika pertemuan dimaksud belum juga terlaksana dan Pempus tetap melakukan revisi melalui prolegnas maka sikap tersebut berarti bahwa UU Otsus 21 tahun 2001 tersebut dibuat atas pikiran dan ide Pemerintah Jakarta.

“Sangat disayangkan jika hal ini terjadi sepihak. Nah hal ini berarti apa yang menjadi cita-cita dan harapan masyarakat Papua sama sekali tidak terakomodir dan revisi dilakukan sepihak,”tandas Ahoren

“Kita yang punya Rumah, Dapur sendiri kita yang harus masak bukan orang lain karena kita yang lebih tahu selera kita. Bukan mereka (pempus) yang mengatur, itu salah. Kami secara tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Jakarta atas revisi beberapa pasal dalam UU Otsus adalah sepihak tanpa melibatkan MRPB dan seluruh lapisan masyarakat papua,”tukasnya

Menurut ahoren dialog itu penting, bukan ancaman bagi pemerintah pusat bahwa orang papua pasti minta Merdeka.

“Tetapi saat ini dengan Bahasa dialog orang Jakarta merasa itu ancaman bahwa orang papua minta merdeka nah ini yang salah. Jika ada pikiran bahwa dialog adalah ancaman bagi negara itu salah cara pandang negara terhadap apa yang menjadi keinginan masyarakat. Masyrakat hanya butuh kesejahteraan,”imbuhnya

Ahoren juga menambahkan, sementara terkait penyerahan hasil RDPU masih menunggu waktu pihak-pihak terkait termasuk Pemerintah Pusat untuk dilakukan.

“Pada prinsipnya surat sudah diserahkan ke anggota DPRRI melalui ketua DPRRI meminta waktu pertemuan baik dengan MRP Papua dan Papaua Barat. Untuk itu masyarakat diharapkan bersabar menunggu proses yang tidak lama lagi dilaksanakan,”harap Ahoren.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Bahas Soal Otsus, Ahoren: Jangan Korbankan Rakyat Papua Hanya Untuk Kepentingan Lembaga

Published

on

Ketua MRP Provinsi Papua Barat, Maxi Ahoren.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Provinsi dan Fraksi Otsus DPR Papua Barat harus bergandengan tangan  dalam membahas nasib Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Tidak dengan versi masing-masing, sehingga dapat menghasilkan  prespektif yang senada.
“Rakyat tak boleh dikorbankan dalam setiap kepentingan lembaga, terutama untuk membahas Otsus Papua, karena MRPB telah melakukan setar lebih awal untuk menampung aspirasi rakyat Papua terhadap Otsus,”kata Ketua MRPB Maxi Ahoren.

Jangan lagi ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) versi A atau B, tapi kita harus satu prespektif untuk suarakan aspirasi masyarakat asli Papua di Papua Barat yang telah ditetapkan dalam agenda RDP-MRPB.

“DPR fraksi Otsus seharusnya dukung apa yang sedang didorong oleh MRPB untuk mencapai satu tujuan yaitu dialog bermartabat sebelum Jakarta ambil kesimpulan tentang Otsus Papua,” ujar Ahoren.

Ahoren akui, bahwa dalam waktu dekat akan mengundang Fraksi Otsus DPR Papua Barat dan Pemerintah Provinsi, untuk duduk bersama. “Kami akan undang Fraksi Otsus DPR PB dan Pemprov untuk satukan sikap terhadap Otsus demi rakyat Papua,” kata Ahoren.

Menurut Ahoren, pemekaran dan tambahan anggaran Otsus bagi Papua dan Papua Barat, sampai kapanpun tidak dapat menyentuh hati rakyat Papua untuk meminta keadilan. Dia menuturkan, bahwa masih banyak catatan kelam masa lalu dan luka yang belum juga terselesaikan sejak pemberlakuan Otonomi khusus di atas tanah Papua.

Dia pun tak menampik bahwa sikap Jakarta dalam merespons aspirasi masyarakat Papua justru akan menambah ketidak percayaan orang Papua kepada Pemerintah Pusat. Akhir-akhir ini sebut Ahoren, telah bermunculan kelompok pro perpanjangan Otsus Papua yang berseberangan pendapat dengan kelompok Tolak Otsus Jilid II.

Sikap cuek Jakarta justru akan mimicu ketidak percayaan orang Papua kepada pemerintah pusat, bahkan bisa pula memicu konflik horizontal, antara kelompok pro dan kontra terhadap Otsus Papua. Ini adalah realita yang harus dipertimbangkan oleh Jakarta.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Pos PI GKPMI Jemaat El-Shaday Diresmikan, Disusul El-Jireh Dan House Of Glory

Published

on

Foto Bersama Wakil Ketua I BPP GKPMI Pdt Jos Philipus Padoma, Ketua BKAG Manokwari Pdt Hugo Warpur M.Th, Koorwil GKPMI Manokwari Pdt Teiker Dan Waket BPD GKPMI Pdt Yustus Mandibondibo, pada Peresmian Pos PI Jemaat El-Shaday Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Organisasi Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GKPMI) terus mengembangkan sayap pelayanan di tanah Papua secara khusus di Wilayah Provinsi Papua Barat.

Peresmian Pos PI Jemaat El-Shaday dilakukan oleh Wakil Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) GKPMI Pdt Jos Philipus Padoma dan Ketua Badan Kerja Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Manokwari Pdt Hugo Warpur.,M.Th serta didampingi Ketua Koorwil GKPMI Kabupaten Manokwari Pdt Triker dan Wakil Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GKPMI Papua Barat, Pdt Yustus Mandibondibo yang juga merupakan Gembala Sidang Jemaat Getsemani Manokwari.

Peresmian tersebut sekaligus pengukuhan Gembala Pos PI Jemaat El-Shaday Pdt Jos Phlipus Padoma oleh para Hamba Tuhan Minggu (17/1/2021) di Lantai 1 Hotel Billy Manokwari.

Padoma mengatakan, Selain Pos PI Jemaat El-shaday, tahun ini juga melalui koordinator Wilayah GKPMI Kabupaten Manokwari Pdt Triker akan membuka dua Pos PI lainnya yaitu Pos PI Jemaat El-Jireh di Ransiki dan House Of Glory di Oransabri.

“Ini sangat luar biasa dalam tahun ini GKPMI bisa membuka 3 pos Pelayanan sekaligus khususnya di Wilayah Manokwari Raya. Dan diharapkan kedepan hal serupa akan terus dilakukan baik di wilayah Manokwari raya maupun Papua Barat secara umum,”kata Padoma

Terlepas sebagai Wakil Ketua I GKPMI, Padoma juga yang merupakan Gembala Jemaat El-Shaday meminta dukungan dan kerja sama semua pihak terutama Gereja-gereja GKPMI di Manokwari mengingat proses pelayanan jemaat tersebut masih sangat belia dengan demikian pengembangan pelayanan terus terjadi untuk kemuliaan nama Tuhan.

Sementara Hugo melalui sambutannya memberikan apresiasi kepada GKPMI atas dibukanya pos Pelayanan ini. Dan kedepan para hamba-hamba Tuhan GKPMI di Manokwari harus bekerja lebih giat. Ia pun mempersilahkan terus dilakukannya mengembangkan Pos PI GKPMI sebanyak-banyaknya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

“Jangan hanya sampai di Pos PI El-Shaday tetapi terus dikembangkan lagi. Saya berharap GKPMI terus mengembangkan sayap pelayanan di wilayah Manokwari,. Kami BKAG akan terus mendukung”harap Warpur.(JP/me)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta