Connect with us

Adat

PMTI dan IKT Papua Barat Salurkan Bantuan Kepada Korban Gempa di Mamuju

Published

on

MAMUJU,JAGATPAPUA.com-Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Barat siang ini, Sabtu (20/2) mulai menggelar aksi kemanusiaan penyaluran bantuan menyasar warga yang terdampak bencana gempa di wilayah kota Mamuju, Sulawesi Barat.

“Bantuan yang disalurkan berasal dari dana warga diaspora Toraja yang terkumpul dalam aksi kemanusiaan PMTI bersama organisasi/paguyuban Toraja di daerah. Termasuk yang dilakukan oleh IKT Papua Barat dan Jemaat Gereja Jatiwaringin,” jelas Sekretaris Jenderal PMTI, David Payung kepada media di Posko dan Dapur Umum Gereja Toraja yang terletak di Jalan Patalunru Kecamatan Mamuju.

Di Posko ini David hadir bersama rombongan, diantaranya Ketua IKT Papua Barat, Kornelius Mangalik; Wakil Ketua IKT Papua Barat, Saul Rantelembang; Bendahara PMTI, Asri Litha; Alan Singkali, Millenial Sangtorayan dan Sekretaris IKT Manokwari, Patrix Barumbun Tandirerung. Mereka diterima oleh koordinator Posko, Pdt. Elia Buntu Gajang bersama Ketua Kerukunan Keluarga Toraja Mamuju, Ishak Tonapa Manginte; mantan Ketua KKT Mamuju, Charles Wiseman Batara Rundupadang bersama puluhan warga yang masih mendiami posko dan tenda pengungsian.

“Kami berencana sejak awal mengunjungi Mamuju tapi banyak kendala. Juga dengan pertimbangan karena beberapa hari setelah gempa, bantuan begitu banyak yang masuk. Takutnya menumpuk,” jelas David Payung.

Warga setempat, Petrus Tandiabang mengaku masih trauma akibat gempa yang membuatnya bersama keluarga terpaksa mengungsi. Namun kebersamaan, pelayanan spiritual dari Gereja Toraja dan solidaritas dari sesama warga Toraja dari berbagai daerah membuat mereka merasa tidak sedang berada di pengungsian.

“Justru di tengah bencana inilah kebersamaan, solidaritas dan rasa kekeluargaan terasa sangat kuat tanpa melihat status sosial, agama dan perbedaan lainnya,” tutur Petrus.

Selain mengunjungi Posko Gereja Toraja, aksi peduli PMTI/IKT Papua Barat juga rencananya akan menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah ibadah setempat, sembari mengunjungi dan menyalurkan bantuan kepada warga yang masih mendiami pengungsian. Bantuan tersebut ada yang berupa barang seperti tenda dan selimut maupun uang tunai dengan total donasi sekitar 100 juta rupiah lebih.

Sementara itu Kornelius Mangalik kepada warga mengatakan pihaknya bersyukur karena bisa berkesempatan membangun silaturrahmi dengan warga di Bumi Manakarra. Rasa syukur itu sekaligus atas kesempatan untuk menyampaikan amanah dan ungkapan solidaritas dari warga etnis Toraja di Papua Barat yang berhimpun dalam organisasi yang ia pimpin.

“Apa yang diberikan oleh saudara-saudari kita dari Papua Barat janganlah dilihat dari nilai atau jumlahnya tapi dilihat sebagai ungkapan kebersamaan, sepenanggungan. Saya sampaikan salam dari seluruh keluarga Toraja di Papua Barat. Nantinya bapak/ibu silahkan gunakan dan dialokasikan apa yang ada ini dengan bijaksana. Saya juga sampaikan bahwa sebetulnya banyak yang mau kesini menjadi relawan tetapi kita harus realistis karena sedang berada dalam situasi pandemi Covid-19,” tandas Kornelius.

Saul Rantelembang yang juga anggota DPR Papua Barat mengatakan pengorganisasian potensi masyarakat etnis Toraja di Papua Barat bisa menjadi rule model dalam pelembagaan organisasi IKT di Sulawesi Barat, meskipun ada perbedaan dalam dinamika maupun situasi kemasyarakatan yang berbeda. Saul bersama koleganya di Papua Barat juga berkomitmen dan berihtiar untuk memfasilitasi upaya-upaya perbaikan rumah ibadah yang dilaporkan warga. “Silahkan dibuat proposalnya. Kita tidak mungkin menutup mata,” ucapnya.

Berdasar pantauan, aktivitas warga di Kota Mamuju sebenarnya sudah mulai normal meski di beberapa titik lokasi-lokasi pengungsian masih ditinggali para pesintas. (JP/rls)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Peroleh Champion Terbanyak, Kaimana Bawa Pulang Piala Bergilir Gubernur Pada Pesparawi PB 2021

Published

on

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, didampingi Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani, SH M.Si dan Ketua Panitia Pesparawi Abia Ullu S.Sos, saat menyerahkan piala bergilir Gubernur PB kepada Ketua LPPD Kaimana sebagai Daerah Pemenang Pesparawi PB.

SORONG,JAGATPAPUA.com– Kontingen Pesparawi Kabupaten Kaimana berhasil meraih juara umum pada lomba Pesparawi Ke-XIII Se-Tanah Papua, Tingkat Provinsi Papua Barat, Tahun 2021.

Ketua Dewan Juri Pesparawi ke-XIII se-Tanah Papua, Tingkat Provinsi PB, Roberth Hammar saat membacakan SK Ketua Umum LPPD Provinsi PB tentang penetapan perolehan Medali mengatakan, untuk juara umum ditentukan dengan memperhitungkan jumlah perolehan Champion terbanyak, dan kontingen yang banyak memperoleh champion adalah Kontingen Pesparawi LPPD Kabupaten Kaimana.

Yaitu dengan memperoleh 5 Champion dari total perolehan 8 medali emas pada kategori lomba Paduan Suara Anak (PSA) dengan nilai tertinggi 84,12, Paduan suara Pria (PSP) dengan nilai tertinggi 84,77, Paduan suara Dewasa Campuran (PSDC) dengan perolehan nilai tertinggi 85,82, dan Kategori Solis anak 7-9 Tahun dengan perolehan nilai tertinggi 82,18, serta kategori solis remaja putra dengan perolehan nilai 82,08.

Selain itu memperoleh medali Gold (Emas) pada kategori lomba Paduan Suara Remaja pemuda Campuran (PSRPC) 85,20, Paduan suara Wanita (PSW) 86,52, Paduan suara music Etnik (PSME) 84,63, Sedangkan 2 medali Perak pada kategori lomba Solis Anak 10-13 tahun dengan perolehan nilai 78,08, dan kategori Solis Remaja Putri (SRP) dengan perolehan nilai 73,83.

Disusul Kontingen Pesparawi Kabupaten Maybrat dengan perolehan 2 campion dari 9 medali emas yaitu pada kategori Paduan Suara Musik Etnik (PSME) dengan nilai 85,92, dan kategori Vokal Group dengan Nilai 83,58 dan 2 medali perak pada kategori Solis Remaja Putra dengan Nilai 75,48 dan Kategori Musik Pop Gereja dengan nilai 79,52.

Selain itu, kabupaten Manokwari mengikuti 7 kategori lomba dengan memperoleh 5 medali Emas dan 2 perak. Kabupaten Teluk Wondama mengikuti 5 kategori lomba dengan memperoleh 2 medali emas, 2 perak dan 1 Perunggu. Kabupaten Pegunungan Arfak mengikuti 2 kategori dengan perolehan medali 1 emas dan 1 perak.

Kabupaten Manokwari Selatan mengikuti 3 kategori lomba dengan perolehan medali 2 perak dan 1 perunggu. Kabupaten teluk Bintuni mengikuti 6 kategori lomba dengan perolehan medali 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Kabupaten Fak-Fak mengikuti 9 kategori Lomba dengan perolehan medali 6 emas dan 3 perak. Kabupaten Sorong Selatan mengikuti 10 kategori lomba dengan perolehan medali 4 emas dan 6 perak. Raja Ampat mengikuti 3 kategori lomba dengan perolehan medali 2 emas dan 1 silver.

Kabupaten Sorong mengikuti 7 kategori lomba dengan perolehan medali 2 emas dan 5 perak. Kota Sorong mengikuti 11 kategori lomba dengan perolehan medali 5 emas dan 6 perak. Kabupaten Tambrau mengikuti 8 kategori lomba dengan perolehan medali 4 emas dan 4 perak.(JP/Sos)

Continue Reading

Adat

Tutup Pesparawi XIII PB, Gubernur: Siapkan Kontingen Menuju Pesparawi Nasional Tahun 2022

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan bersama Forkopimda Menabuh tifa menutup Acara Pesparawi Ke-XIII Se Tanah Papua, Tingkat Provinsi PB, Minggu (28/2/2021) di Gedung Lamberthus Jitmau, Kantor Wali Kota, Sorong.

SORONG,JAGATPAPUA.com– Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Se-Tanah Papua, Tingkat Provinsi Papua Barat secara resmi ditutup oleh Gubernur PB Drs Dominggus Mandacan.

Penutupan Pesparawi tersebut diawali dengan ibadah bersama, dan ditutup dengan penabuhan tifa, Minggu (28/2/2021) di Gedung Drs Ec. Lamberthus Jitmau MM, Kantor Walikota Sorong.

Turut Hadir dalam acara penutupan, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani SH,M.Si dan Forkopimda PB, Walikota Sorong Lamberthus Jitmau bersama Forkopimda, Kapolda Papua Barat, serta ketua LPPD masing-masing daerah se-PB, Ketua LPPD Papua serta Direktur LPPN.

Gubernur Papua Barat dalam sambutannya mengatakan Pesparawi ini sangat terkait dengan pengembangan karakter bangsa, untuk itu melalui momen ini semua peserta lomba senantiasa mengembangkan potensi seni suara yang dimiliki untuk memuji Tuhan.

Pesparawi ini telah mendorong dan menghidupkan talenta potensial yang merupakan asset dalam mengembangkan paduan suara di PB. Paduan suara tidak hadir hanya karena lomba saja tetapi kiranya dapat dikembangkan di gereja masing-masing.

“Saya menyampaikan selamat dan sukses kepada LPPD yang dinyatakan menang dengan nilai tertinggi yang diberikan oleh dewan juri baik LPPD dengan peserta yang meraih medali Gold (Emas), Silver (perak) dan Bronch (perunggu),”ucap Gubernur.

Kepada LPPD diharapkan mempersiapkan kontingen pesparawi PB untuk berlaga di Pesparawi ke XIII tingkat Nasional di Jogjakarta pada Maret tahun 2022. Dan bagi peserta yang belum berhasil jangan berkecil hati sebab sesungguhnya memuji Tuhan itu telah dinyatakan lewat semua penampilan dan persembahan nyanyian kepada Tuhan.

“Kepada lembaga pengembangan Pesparawi daerah Papua Barat dalam tugas dan fungsinya telah melakukan pembinaan agar setiap iven pesparawi dapat menghasilkan talenta terbaik di PB, Nasional dan Internasional,”tandasnya.

Sementara Ketua umum LPPD Papua Barat, DR Drs Nataniel Mandacan M.Si mengatakan, penyelenggaraan Pesparawi adalah untuk memberikan pemahaman dan motivasi bahwa Iven tersebut bersifat lomba, tetapi disisi lain untuk memuliakan Tuhan melalui puji-pujian.

“Selain itu dilakukan untuk menumbuhkan Persaudaraan yang rukun antara denominasi gereja di PB. Semua anak-anak yang terlibat datang dari semua denominasi gereja bersatu dan memuji tuhan tidak memandang dia dari gereja mana tetapi bersatu untuk memuji tuhan,”ucap Natan.

Sementara Ketua Panitia Pesparawi Se-Tanah Papua Tingkat Provinsi Ppaua Barat Tahun 2021, Abia Ullu S.Sos dalam laporannya mengatakan, Pesparawi ke-XIII tingkat Papua Barat diikuti oleh 13 kabupaten kota dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 1.967 orang.

Ia merinci peserta lomba dengan kategori paduan suara sebanyak 45 kelompok dan non paduan suara 47 kelompok dengan jumlah kategori yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota adalah 12 kategori.

“Pelaksanaan Pesparawi PB berlangsungs esuai jadwal pelaksanaan yaitu dimulai pada 17-28 februari 2021 di 4 Kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Manokwari, teluk Bintuni, Fak-Fak, Kaimana dan berakhir di Kota Sorong semua berjalan dengan baik,”tandas Abia

Abia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur PB dan para Bupati Walikota, pengurus LPPD yang telah memberikan dukungan dan perhatian penuh dalam mensukseskan Pesparawi dimaksud.
Acara tersebut dirangkaikan dengan pembagian champion serta piala bergilir dan sertifikat bagi para peserta pemenang di setiap Kategori lomba.(JP/Sos)

Continue Reading

Adat

Ini Pesan Gubernur Saat Meresmikan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Sorong

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, pada peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

SORONG,JAGATPAPUA.com– Gereja merupakan salah satu lembaga yang dipanggil dalam bentuk persekutuan, kesaksian dan pelayanan kasih yang mempunyai peranan dan tanggung jawab yang dominan terhadap pembinaan mental dan spiritual umat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya pada acara peresmian dan penthabisan gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP-1 Kabupaten Sorong, Minggu (28/2/2021).

Dalam mewujudkan visi gereja sebagai lembaga dalam realisasinya, tidak terpisahkan dengan peran pemerintah sebagai pengayom, Pembina serta pengambil kebijakan dalam pertumbuhan serta pengembangan kehidupan Rohani.

Tampak Depan Gedung Gereja GKI Syaloom Klamalu SP1 Kabupaten Sorong.

“Pemerintah akan selalu hadir ditengah umat Tuhan dalam hal pembinaan dan pembangunan dibidang keagamaan. Pemerintah juga memiliki peran penting sebagai bagian integral dari upaya meletakan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional dan daerah,”ungkap Gubernur Mandacan, dihadapan semua jemaat GKI Syaloom.

Dengan demikian manusia sebagai subyek pembangunan akan mampu menempatkan diri dalam ekselarasan dan keserasian hidup antar umat beragama. Ia menyebut, Gereja merupakan sarana paling penting didalam melaksanakan tugas keagamaan orang percaya untuk bersekutu, beribadah dan melayani Tuhan.

“Jemaat GKI Syaloom klamalu klasis malamoi Kabupaten Sorong dapat bermanfaat kepada seluruh jemaat sebagai Rumah yang kudus dalam mewujudkan panggilan Tuhan untuk menyembah, memuliakan Allah, memberitakan injil dan memberdayakan warga jemaat sesuai dengan misi Gereja sebagai tempat pembinaan kerohanian sehingga jemaat lebih taat kepada Tuhan,”kata Mandacan

Dengan demikian Mandacan menambahkan, jemaat akan memiliki moral dan etika yang baik serta taat kepada Norma keagamaan dan Norma Hukum serta menumbuhkan motivasi kepada umat untuk rajin beribadah, sehingga kasih dan damai sejahtera dari Tuhan senantiasa menyertai semua umat terutama anggota jemaat GKI Syaloom.(JP/Sos)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta