Connect with us

Kaimana

Pimpinan Toko Zelika, Bagi 4.500 Masker dan 12 Alat Infrared Digital Thermometer di Kaimana

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Dalam memutuskan mata raintai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kaimana, Toko Zelika membagikan 4.500 masker dan 12 alat Infrared digital Thermometer di 12 Kampung diwilayah tersebut.

Pimpinan Toko Zelika, Zamirudin mengatakan 4.500 masker itu dibagikan ke sejumlah Kampung di Distrik Kaimana, Distrik Arguni atas dan Etna, serta para konsumen yang datang berbelanja langsung di toko.

“Untuk masker pembagiannya diserahkan langsung lewat para Kepala Kampung, dan untuk 12 buah alat Infrared Digital Thermometer dibagikan di 12 kampung yang berbatasan dengan Kabupaten tetangga, baik di Propinsi Papua maupun Papua Barat,” jelasnya.

Kampung yang berbatasan dengan kabupaten tetangga, seperti Kampung Pigo dan Wetuf, di Distrik Arguni Atas berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni, Distrik Etna berbatasan dengan Timika, Distrik Arguni Bawa dan Kambrauw berbatasan dengan Fakfak, dan Distrik Kaimana yaitu Kampung Tangaromi dan Lobo.

Selain itu, pembagian masker yang sejak Jumat (22/5/2020) dan Sabtu (23/5 2020), juga dibagikan kepada para pedangan di Pasar Inpres Kroy Kaimana.

“Selaku pimpinan, saya turun langsung membagikan masker kepada para pedagang di pasar Inpres Kroy,” ucapnya.

“Jadi saya berharap kita ikut anjuran pemerintah ketika kita akan bepergian ke luar rumah maka kita harus mengunakan masker, karena hal ini untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, dan Kaimana tetap masuk zona hijau,” tandasnya.(lc)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaimana

OTG di Papua Barat Bertambah Jadi 1003 Orang, 695 Masih Dipantau

Published

on

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Papua Barat, meningkat tajam, setelah tim satgas Kabupaten/Kota  serius melakukan tracking riwayat kontak dari 88 kasus terkonfirmasi positif Corona yang tersebar di tujuh Wilayah Papua Barat.

Data Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, hari ini melaporkan tambahan 114 OTG masing-masing tersebar di Kabupaten Manokwari (99) orang dan Kabupaten Teluk Bintuni (15) orang. Sementara untuk kasus positif tidak ada penambahan (tetap 88 kasus).

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap, mengatakan penambahan 144 OTG di Manokwari dan Bintuni, sehingga jumlah total OTG di Papua Barat menjadi 1003 orang.

“Dari 1003 orang OTG, 695 orang masih dalam pemantauan dan 308 telah selesai pemantauan,” ujar Tiniap dalam siaran persnya, Jumat (15/5/2020).

Sebagai kelompok suspect dengan risiko tinggi, OTG lebih diwajibkan pemeriksaan swab.

“OTG bukan saja berasal dari zona merah, tapi OTG  punya risiko paling besar untuk terpapar dari pasien positif,” ujar Tiniap.

Tiniap mengakui, bahwa keterbatasan media penyimpan virus atau Virus Transport Media (VTM), menjadi salah satu kendala tim survei lapangan dalam melakukan pengambilan swab terhadap OTG beberapa waktu lalu.

Selain ketersediaan VTM, lanjut Tiniap, tenaga medis pengambil swab adalah tenaga medis yang terlatih khusus, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup disertai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Tapi pekan lalu Papua Barat sudah terima 600 VTM. Secara teknis, akan didistribusi ke kabupaten/kota. Untuk Manokwari, sekitar 300 VTM sangat dimungkinkan untuk segera terpakai,” kata Tiniap, tanpa menjelaskan jumlah OTG yang telah dilakukan pengambilan swab.

Terpisah, dr.Rio, Ketua Tim Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Manokwari, mengatakan bahwa OTG adalah orang yang tidak bergejala namun memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi Covid-19

“OTG adalah orang yang punya kontak erat dengan kasus terkonfirmasi,” kata Rio melalui pesan tertulisnya.

Untuk memastikan, lanjut Rio, OTG harus jalani pemeriksaan yang dimulai dari Rapid Test. Jika reaktif, dilanjutkan pemeriksaan swab.

“Jika hasil Rapid Test non reaktif, maka akan diulang tujuh hari kemudian. Oleh karena itu, OTG wajib isolasi mandiri,” ujar Rio.

Berdasakan laporan satgas Covid-19 kabupaten/kota yang diterima Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, jumlah total OTG dan yang masih dalam pemantauan diantaranya, 325 OTG di Kabupaten Manokwari (226) dalam pemantauan, 200 OTG di Kabupaten Teluk Bintuni (126) dalam pamantauan, 151 OTG di Kota Sorong (73) dalam pemantauan, 127 OTG di Kabupaten Sorong (118) dalam pemantauan.

Selanjutnya,  84 OTG di Raja Ampat (70) dalam pemantauan, 60 OTG di Teluk Wondama seluruhnya masih dalam pengawasan, 26 OTG di Kabupaten Manokwari Selatan (3) dalam pemantauan, 24 OTG di Kaimana (19) dalam pemantauan, dan 6 OTG di Fakfak telah selesai pemantauan. (akp).

Continue Reading

Kaimana

Aksi Bagi 1000 Masker Untuk Cegah Corona di Kaimana

Published

on

KAIMANA, JAGATPAPUA.com – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Kaimana, membagikan 1000 masker kain, kepada masyarakat diwilayah tersebut.

Pembagian masker gratis ini dipusatkan di tiga titik, yakni pertigaan pelabuhan, Pasar Krooy dan Kampung Trikora.

Koordinator kegiatan, Siti Afia Wajo, mengatakan pembagian masker tersebut guna membantu pemerintah dalam menanggulangi pencegahan dan penyebaran Virus Corona di masyarakat.

“Kita harapkan masyarakat selalu menggunakan masker saat keluar rumah dan tetap mengikuti protokol kesehatan, sehingga dapat bersama-sama pemerintah memerangi Pandemi Covid-19,” tutupnya.(lc)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Papua Barat Serahkan Bantuan Ribuan Paket Sembako di Kaimana dan Fakfak

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap warga terutama di masa Pandemi Covid-19, dengan menyerahkan bantuan ribuan sembako, Rabu (29/4/2020).

Ribuan paket sembako itu diserahkan didua kabupaten, yakni Kaimana 3.951 paket dan Fakfak 5.649 paket. Bantuan berupa beras, gula, minyak goreng dan tepung ini diterima secara simbolis oleh kedua bupati setempat.

Gubernur pada kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat di Kaimana dan Fakfak, untuk selalu mematuhi himbauan dan instruksi pemerintah, agar bersama-sama dapat memutus mata rantai Covid-19.

“Jangan dilihat dari berapa besaran jumlah bantuannya, namun ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah provinsi bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19,” ungkapnya.

Gubernur juga berpesan kepada Pemkab Kaimana dan Fakfak beserta jajarannya untuk mendukung secara maksimal penanganan Covid-19 dengan memaksimalkan semua fasilitas baik di rumah sakit, tenaga medis, perawat dan obat-obatan.(me)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta