Connect with us

Adat

Penyelesaian Sengketa Pulau Sain dan Piyain Belum Tuntas

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com-Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut), hingga saat ini masih mengklaim, Pulau Sain dan Pulau Piyain, yang terletak dalam gugusan Kepulauan Kabupaten Raja Ampat, adalah Pulau yang masuk dalam wilayah pemerintahannya.

“Padahal secara administrative masuk dalam gugusan Kepulauan Raja Ampat,”ungkap Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Yulianus Thebu.

Persoalan Tarik menarik Pulau Sain dan Piyain, sebenarnya bukan persoalan baru, tetapi persoalan ini sudah sejak tahun 2011 silam masa pemerintahan Gubernur Abraham Oktovianus Atururi, namun tak kunjung usai.

“Sebagai pihak yang melindungi kultur orang asli Papua, ini menjadi fokus MRPB, mengingat masyarakat yang hidup di Pulau tersebut adalah masyarakat adat yang perlu mendapatkan perhatian, juga solusi dalam persoalan ini,” kata Yulianus, Kamis (25/4/2019).

Terkait hal ini Yulianus mengaku, pada 11 April 2019 lalu, bersama Ketua MRPB, telah bertemu dengan masyarakat di Pulau Sain. pertemuan itu dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Adat Suku Kawe yang hidup di pulau tersebut. Pada pertemuan itu, MRPB telah mencatat cerita sejarah dan aspirasi masyarakat setempat.

Setelah mendengar sejarah sebagai tindak lanjut, MRPB telah membentuk tim untuk menyelesaikan persoalan Pulau Sain dan Piyain.

“Yang jelas MRPB akan tindaklanjuti penyelesaian Pulau Sain dan Piyain hingga tuntas,” ujar Yulianus.

Hasil pertemuan dengan masyarakat Pulau Sain, akan disampaikan kepada Gubernur Papua Barat, juga Biro Pemerintahan. Sehingga secara bersama menindaklanjuti persoalan ini. Direncanakan dalam waktu dekat akan dilakukan proses adat sebagai tanda, Pulau Sain tetap masuk dalam Wilayah Pemerintahan Raja Ampat.

Proses adat rencananya akan dihadiri oleh para Kepala Suku serta Pemerintah Kabupaten Kota Se-Papua Barat.

“Kita menilai, selain potensi, letak kedua pulau ini sangat dekat dengan wilayah Halut, sehingga menjadi alasan pemerintah Halut mengakui jika kedua pulau itu masuk dalam wilayahnya,” tandas Yulianus.

Pulau Sain memiliki potensi yang luar biasa, selain sebagai pantai Penyu terbesar Asia Tenggara, juga letaknya yang sangat strategis berjarak sekitar 2 mil dengan Pulau Wayag yang merupakan ikon Kabupaten Raja Ampat bahkan Indonesia.

“Kalau investor atau turis mau ke Pulau Wayag melalui Sorong, maka biaya speedboadnya mencapai Rp25 juta, tetapi jika melalui Pulau Sain, seandainya kedepan sudah dibangun bandara Perintis, yang masuk lewat Morotai, maka akan lebih dekat dan biayanya lebih murah,” imbuh Yulianus.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Papua Barat, Baesarah Wael, menyatakan keberadaan Pulau Sain dan Piyain, masih terjadi tarik menarik status kepemilikan antar Pemprov Papua Barat dan Pemerintah Malut.

“Memang Sekda Papua Barat, sudah mewanti-wanti bahkan pihak Biro Pemerintahan juga sudah membangun komunikasi dengan Pemda Raja Ampat, untuk meninjau kedua Pulau tersebut. Hanya waktu yang belum dapat dipastikan, karena banyak kegiatan,” tutur Baesarah.

Baesarah menuturkan, Persoalan ini sebelumnya sudah dilaporkan ke Kemendagri. Dan Mendagri telah menyampaikan akan menjadwalkan ulang untuk penyelesaiannya, dengan mempertemukan kedua pihak Pemerintah, baik Pemprov Papua Barat maupun Malut.

“Secara administrative kedua pulau ini masuk dalam gugusan Kepulauan Raja Ampat. Hanya saja letaknya  dekat dengan Wilayah Provinsi Malut. Dan masyarakat Nelayan dari daerah Malut juga menjadikan Pulau Sain, sebagai tempat singgah ketika mereka mencari di area laut sekitar pulau itu,” tukas Baesarah.

Beluma ada SK Mendagri yang menyatakan kedua Pulau ini masuk dalam Wilayah Pemerintahan Provinsi Malut. “Semoga selesai lebaran pemerintah segera mengunjungi masyarakat di Pulau Sain,” tutup Baesarah.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Gubernur: Mari Doakan Para Saudara Korban Bencana Alam Di NTT

Published

on

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Niko Tike saat membakar lilin untuk mengenang para Korban NTT.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mengajak semua pihak untuk mendoakan para saudara korban bencana Alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dengan peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi dibeberapa kabupaten di provinsi nusa tenggara timur sejak tanggal 4 april tahun 2021 yang lalu saya mengajak kita untuk sama sama berdoa bagi saudara – saudara kita kita sehingga diberikan kekuatan dan ketabahan, dan peristiwa ini segera berlalu,”ajak Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan staf ahli Gubernur Bidang ekonomi Pembangunan, pada Ibadah Oikumene dan upacara seribu lilin untuk NTT, Sabtu (17/4/2021) di Gereja Santo Agustinus, Brawijaya, Manokwari.

Walaupun kata Dominggus, bencana tersebut merupakan sesuatu yang tidak diketahui manusia, kapan dan dimana bencana ini akan menimpa manusia namun sebagai umat yang percaya kepada Tuhan ia mengajak untuk berdoa setiap saat agar selalu dilindungi oleh Tuhan.

Suasana duka yang dirasakan oleh masyarakat kerukunan Flobamora di Provinsi PB tentu menjadi duka kita bersama, semua bangsa indonesia, untuk itu apa yang telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk turut membantu memberikan sumbangsih berupa materi maupun pikiran yang diberikan untuk meringankan beban para korban Bencana Alam NTT.

“Kiranya Tuhan selalu memberikan berkat yang melimpah, bagi keluarga besar flobamora, atas nama pemerintah provinsi papua barat menyampaikan turut berbela sungkawa yang mendalam atas kejadian yang menimpah saudara – saudara kita disana (NTT),”ucap Dominggus

Menurut ia, perlu disadari bersama bahwa bencana alam tersebut merupakan rahasia Allah yang maha kuasa sehingga kita dituntut selalu untuk bertekun dan berdoa sehingga bencana ini tidak terjadi lagi dan biarlah situasi pemulihan bagi saudara – saudara di NTT terjadi.(JP/SOS)

Continue Reading

Adat

Hadiri Upacara 1000 Lilin, Hermus: Percaya, Tuhan Pasti Pulihkan NTT, Gantikan Duka Dengan Sukacita

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH., melakukan pembakaran lilin untuk mengenang para korban bencana Alam NTT, pada ibadah dan pembakaran 1000 lilin untuk NTT, yang diselenggarakan Ikatan Kerukunan Flobamora (IKF) Papua Barat, Sabtu (17/4/2021) di depan Gereja Santo Agustinus Brawijaya, Manokwari.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH, mengajak seluruh warga masyarakat, terutama keluarga korban Bencana NTT untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas Musibah yang menimpa warga di sejumlah daerah di Provinsi NTT, pada 4 April 2021.

“Ini merupakan peristiwa yang terjadi atas seijin Tuhan, kita ambil hikmah di balik peristiwa ini, saya ajak semua masyarakat NTT untuk bersyukur, dan percaya Tuhan pasti pulihkan NTT, gantikan duka dengan sukacita, gantikan kerugian warga korban bencana dengan berkat yang melimpah,”ucap Bupati pada Ibadah, pembakaran 1000 lilin untuk NTT, Sabtu (17/4/2021) di Gedung Gereja Santo Agustinus, Brawijaya Manokwari.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Manokwari turut berbela sungkawa atas peristiwa bencana alam banjir dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten di NTT, dan telah memakan korban jiwa juga kerugian serta kerusakan yang luar biasa bagi warga,”ucap Bupati

Ia juga mengajak agar semua pihak berdoa secara khusus warga Flobamora Papua Barat juga Manokwari, supaya Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan bagi warga korban bencana NTT. Disisi lain warga diajarkan mengikhlaskan musibah ini dan mengakui kedaulatan Tuhan.

“Kita percaya bahwasannya bencana ini adalah ujian tapi ini teguran juga bagi kita. Untuk mengakui kebesaran dan kuasa Tuhan,”kata Bupati

Pemerintah lebih lanjut kata Bupati, berharap kepada semua pihak baik masyarakat, pemerintah Manokwari untuk ikut bertanggung jawab terhadap warga korban bencana tersebut, sebagai tubuh Kristus Yesus yang juga sebagai kepala gereja tentu kita akan ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di NTT.

Bupati mengaku, terkait hal tersebut, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan Edaran yang diperuntukan bagi semua pihak masyarakat juga OPD dilingkup pemkab Manokwari untuk juga mengambil bagian dalam memberikan bantuan melalui BPBD Manokwari, selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi PB agar bantuan yang telah terakomodir dijadikan 1 paket dan dilanjutkan kepada korban bencana melalui Posko Penanggulangan bantuan NTT di Manokwari.

“Pemerintah dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemprov PB agar bantuan pemkab dan pemprov di jadikan satu paket sebagai tanda kasih kita kepada saudara kita di NTT,”tutup Hermus.(JP/AR)

Continue Reading

Adat

Buka Safari Ramadhan, Sekaligus Gubernur Dan Wagub Ikut Buka Puasa Bersama MUI PB

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, dan Wakil Gubernur PB Mohamad Lakotani membuka Safari Ramadhan 1442 H/2021 M, Jumat (16/4/2021), di Kantor MUI PB.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan membuka kegiatan safari ramadhan 1442 H/2021 M, yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Jumat (16/4/2021) dikantor MUI PB.

Usai membuka safari ramadhan tersebut, Gubernur tampak kompak bersama Wakil Gubernur PB, Mohamad Lakotani SH.,M.Si mengikuti acara buka puasa bersama.

Gubernur mengatakan, kegiatan Safari 1440 yang digagas oleh MUI PB, atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi walaupun dalam suasana wabah covid -19.

“Mari kita sama-sama mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,”ajak Gubernur.

“Safari ramadhan ini rencana akan dilaksanakan ke kabupaten kota se Provinsi Papua Barat yang langsung mendatangkan ustad dari MUI pusat. Walaupun pada tahun lalu tidak dapat terlaksana karena adanya Corona, semoga kegiatan safari ramadhan Ini mendapat kemudahan dari Tuhan.,”ungkap Gubernur.(JP/SOS)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta