20.9 C
Munich
Senin, Juli 26, 2021

Pemprov Dorong Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Melalui Pemberdayaan Konsumen

Must read

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, mengajak pihak pemerintah di daerah untuk memberdayakan konsumen yang maju guna mendorong perkembangan serta pertumbuhan ekonomi di provinsi PB.

Hal itu, disampaikan Gubernur Drs Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya pada Hari Konsumen Nasional (Harkonas) Papua Barat tahun 2021, Kamis (20/5/2021) di Manokwari City Mall (MCM) Fanindo, Manokwari.

Turut hadir dalam Pembukaan Harkonas tersebut Dirjen Perlindungan konsumen dan tertib Niaga Kemen perdagangan RI, Verry Anggrijono, Staf Khusus Presiden (stafsus) Billy Mambrasar, Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP.,MH, Ketua DPR Papua Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, serta Pimpinan OPD terkait di lingkup Pemprov Papua Barat.

“Pelaku usaha diharapkan mempunyai daya saing yang kompetitif dan bermartabat. Serta tidak menutup kemungkinan munculnya sektor industri kecil atau IKM yang dapat memberdayakan pelaku usaha OAP dengan pengembangan industri rumah tangga , produk lokal seperti yang ada dalam pameran ini,”Ungkap Gubernur Dominggus

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam membeli produk, sehingga terhindar dari dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Dominggus, Pemprov Papua barat terus berbenah dalam mengembangkan program pemberdayaan konsumen melalui OPD terkait dan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat (LPKSM). untuk itu, ia berharap dapat memberikan pelayanan terbaik terhadap pembinaan pelaku usaha dan peningkatan kesadaran konsumen dalam menggunakan hak dan kewajibannya, secara Kritis dan terukur terutama pada situasi pandemi covid-19.

Sebab kata Gubernur, yang menjadi alasan utama hal tersebut diperhatikan karena provinsi PB menjadi tempat tujuan akhir masuknya produk barang dan jasa dari berbagai wilayah, baik dari luar negeri maupun sampai pada perdagangan antar pulau.

” Hal ini tentunya mengkhawatirkan kita apakah barang tersebut menjadi standar nasional indonesia (SNI) yang dipersyaratkan? Apakah barang-barang tersebut tidak masuk dalam kategori bahan berbahaya bagi konsumen kita didaerah? Ditambah tingkat pemahaman masyarakat Papua barat yang masih rendah dalam membedakan produk yang aman dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat,”tandas orang nomor 1 di Papua Barat ini.

Untuk membedakan produk yang aman dan berbahaya tersebut ia berharap peran serta lintas sektoral barang beredar Jasa dan produk makanan dan minuman serta obat-obatan di daerah ini.

Melihat perkembangan indeks keyakinan konsumen (IKK) Papua barat pada kwartal 1 2021 yang dirilis Bank Indonesia Perwakilan Papua barat menunjukan peningkatan yaitu 122.94 dibandingkan kwartal IV tahun 2020 sebesar 111,72 hal ini mencerminkan keyakinan konsumen ditengah masa pandemi masih relatif baik.

Dan tingkat konsumen yang masih berada pada level paham, maka pemerintah dan lembaga perlindungan konsumen lainnya mempunyai tugas untuk terus memberdayakan konsumen sehingga konsumen diharapkan menjadi agen perubahan sistem perekonomian bangsa.(JP/ADV)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article