-1.4 C
Munich
Selasa, Desember 7, 2021

Pemerintah Dan Masyarakat Belum Sepaham, Ratas Soal Ganti Rugi Terminal Wosi Ditunda

Must read

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Manokwari menggelar pertemuan terbatas dengan warga pemilik hak ulayat Terminal Pasar Wosi.

Pertemuan digelar di gedung Aula Sasana Karya, Sowi, Manokwari, pada Jumat, (8/10/2021).

Pertemuan bersama pemilik hak ulayat dipimpin langsung oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou bersama Asisten I Sekda Manokwari, Wanto dan Kepala Dinas Perhubungan Manokwari, Alberth Simatupang.

Pertemuan diundur karena tidak menemui kesepakatan terkait harga ganti rugi sebesar 120 Miliar dan pembangunan 50 unit rumah dengan anggaran mencapai Rp 30.965.182.000,00. Sementara untuk pagar kuburan sepanjang 147 Meter dengan alokasi anggaran sebesar Rp 403 juta.

Selain itu, diusulkan adanya pembangunan 2 unit rumah sebagai tempat pemulasaran jenasah sebelum dimakamkan namun masih dalam didiskusikan. Selain itu, beberapa anak pemilik hak ulayat diterima sebagai honorer Pemda Manokwari.

Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan rapat koordinasi yang dilakukan ini untuk menyamakan persepsi antara warga dan pemerintah. Karena kondisi keuangan daerah yang terbatas untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi rumah warga dan pagar kuburan.

“Pertemuan ini belum menemukan titik bertemu karena itu kita tunda dulu karena belum ada kesepahaman antara pemerintah dan pemilik hak ulayat,” ujarnya.

Hermus menegaskan karena tidak adanya titik temu kesepakatan antara pemerintah dan pemilik hak ulayat maka rapat diundur. Karena kondisi keuangan daerah terbatas sehingga kesulitan dalam memenuhi tuntutan warga pemilik hak ulayat sebesar Rp 120 Miliar ditambah 50 unit rumah dan pagar kuburan.

“Rapat ini kita undur karena dapat menjadi blunder bagi pemerintah. Kita tunda dulu untuk dilakukan kajian kembali,” paparnya. (jp/joi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta