Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Pemda Desak Mama Papua Segera Tempati Pasar yang Sudah Disediakan

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sejak diresmikan pada tahun 2016 lalu, Pasar Tradisional khusus Mama Papua, yang terletak disamping Pasar Tingkat Sanggeng Manokwari, belum juga difungsikan.

Berdasarkan data penjual, tercatat 85 pedagang Mama Papua, yang seharusnya menempati lost meja di pasar tersebut.

Asiaten II Setda Kabupaten Manokwari, Harjanto Ombesapu meminta agar pasar tersebut segera dimanfaatkan oleh Mama-mama Papua.

“Pasar mama Papua sudah diresmikan 2016, sehingga sudah saatnya difungsikan agar tidak terlihat kumuh,” terang Ombesapu, saat memberikan sosialisasi kepada Mama Papua, Jumat (20/9/2019).

Ombesapu mengungkapkan, fasilitas ini dikhususkan untuk mama-mama Papua, dan digunakan sesuai aturan.

“Tempat kecil atau besar mama dorang harus gunakan, agar mereka tidak kena hujan ataupun panas. Kalau mama-mama pindah tangan kepada orang lain, maka ada sanksi,” ucap Ombesapu.

“Kita harus bersihkan, kita harus miliki kesadaran untuk membersihkan. Kami akan sampaikan kepada Bupati, agar ada petugas yang jaga,” ujar Ombesapu.

“Saya harapkan kepada mama-mama agar segera tempati dan berjualan disini. Jumat, pagi kita harus jadikan sebagai hari bersih pasar,” tukas Ombesapu.

Sementara, Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa, mengatakan sesuai data sebanyak 85 pedagang Mama Papua yang terdata dan akan menempati pasar tersebut.

“Mama dorang sudah dapat tempat jualan, karena itu segera tempati tempat yang sudah disediakan, dan tidak boleh jualan di jalan, tempat parkir, jualan disini. Kami akan tertibkan,” sebut Watofa.

“Saat ini sudah ada Perda, jadi jangan jual tempat. Dalam Perda, sudah jelas, mereka yang jual dan beli akan dikenakan sanksi,” ujar Watofa.

Watofa menambahkan hingga kini pasar mama Papua belum digunakan, disebabkan klaim-klaim tempat antar para pedagang dalam pasar.

“Mereka saling klaim soal tempat, sehingga belum digunakan, kita akan tertibkan. Hari Selasa, kita sudah tertibkan. Mereka sudah harus berjualan didalam,” tutup Watofa.(me)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi & Bisnis

Menuju Era Tatanan ‘New Normal’ SOP Bidang Pariwisata Papua Barat Sedang Disiapkan

Published

on

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia.

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Dalam rangka menuju era tatanan ‘New Normal’, Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus di bidang pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia mengatakan penyusunan SOP ini secara berjenjang mulai dari pusat hingga ke daerah, dan akan segera dilaporkan kepada Gubernur Papua Barat.

“Intinya SOP sementara kami siapkan,” ujar Wabia.

Selain itu, dia mengatakan pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pariwisata di Papua Barat. Bahkan banyak pelaku usaha di bidang pariwisata yang telah merumahkan karyawannya, karena wisatawan mancanegara macet total sejak beberapa waktu lalu ketika akses transportasi udara dan laut ditutup.

“Saat ini kita harapkan virus ini cepat berakhir, sehingga aktivitas di bidang pariwisata bisa aktif kembali. Dan khusus karyawan dibidang pariwisata bisa kembali bekerja lagi, dan melanjutkan hidup mereka,” ucap Wabia.

Dia juga mengatakan saat ini, akses transportasi udara dan laut sebagian daerah di Papua Barat, sudah dibuka, termasuk Sorong, Manokwari dan Teluk Wondama, dengan demikian sangat dimungkinkan para wisatawan akan mulai berdatangan lagi ke daerah tersebut.

“Kemungkinan akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat dan tempat wisata lainnya di Papua Barat. Untuk itu SOP ini juga diupayakan finish secepatnya, sehingga wisatawan yang berkunjung mematuhi SOP itu,” tukasnya.

Yusak menambahkan, dalam hal normalisasi di bidang pariwisata tetap harus mematuhi Protokol Covid-19, menjaga jarak, menggunakan masker, dan para wisatawan di periksa baik rapid test maupun swabnya.(alb)

Continue Reading

DPRD Manokwari

Sejumlah Wilayah Masih “Tidak ada Sinyal”, DPRD Manokwari RDP Dengan Diskominfo

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – DPRD Manokwari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Manokwari, serta Telkomsel, Senin (29/6/2020).

RDP tersebut menindaklanjuti masih adanya keluhan disejumlah wilayah yang belum mendapatkan jaringan, terutama di Warmare, Prafi, Masni, Sidey (Warpramasi), yang merupakan wilayah terjauh.

Pimpinan rapat Romer Tapilatu mengatakan banyak masyarakat yang mengeluh dengan kondisi jaringan telekomunikasi di Manokwari, terutama dengan kebijakan Work From Home (WFH).

“Masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan. Kita ingin tau apa penyebabnya, bahkan didalam kota saja ada yang belum stabil. Dengan adanya kebijakan kerja dan sekolah dari rumah dengan kondisi jaringan internet yang tidak stabil tentu bisa mengganggu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Infokom Manokwari Bondan Santoso, mengatakan selama ini pemasangan menara telekomunikasi oleh Telkomsel meminta rekomendasi dari Dinas Infokom.

“Beberapa wilayah akan dipasang menara baru seperti di Soribo dan Inggramui. Untuk wilayah yang jauh memang belum baik jaringannya, kita sudah meminta ke Kementrian Infokom untuk bisa dibantu melalui tower merah putih tetapi belum terealisasi karena banyak daerah yang juga meminta,” ujarnya.

“Memang itu merupakan program pusat untuk membuka akses, tetapi hanya bisa 2G. Kedepan akan diupayakan agar seluruh daerah bisa terakses jaringan. Saat ini menara telekomunikasi di Manokwari berjumlah 54 menara,” sambungnya.

Sementara Fahri sebagai perwakilan dari Telkomsel Manokwari menjelaskan belum meratanya jaringan di wilayah Warpramasi karena ada kendala pemasangan kabel optik. Namun dia menjamin dalam dua bulan kedepan jaringan akan lebih baik.

“Memang diwilayah Warpramasi 4 G agak lambat, tetapi kalau untuk telpon dan 2 G masih bisa digunakan. Semoga pemasangan kabel optik yang dilakukan Telkom tidak ada kendala,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu sempat menjadi sorotan CSR dari Telkomsel, dan Fahri mengatakan, CSR diberikan pada warga yang berdomisili disekitar menara telekomunikasi dalam bentuk uang tunai.(tik)

Continue Reading

Ekonomi & Bisnis

KNB Polda Pabar Sebar 68 Sak Beras, Stiker dan Masker Kepada Warga di Distrik Manokwari Barat

Published

on

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Sebagai bentuk kepedulian sekaligus dalam rangka menyambut Hari Bayangkara ke-74 Tahun 2020 Polri melalui Komunitas Noken Bhayangkara (KNB) Polda Papua Barat, membagikan sembako kepada masyarakat Asli Papua di Distrik Manokwari Barat, Sabtu (27/6/2020).

Wilayah yang disasar, yakni Kampung Susweni di Kelurahan Amban, Kelurahan Padarni dan di Jalan Rendani kelurahan Wosi. Sementara sembako yang dibagikan berupa beras 68 sak beserta stiker dan masker 200 biji warna merah putih berlogo HUT Bhayangkara Ke 74.

Kegiatan bakti sosial ini pimpinan Kompol Bernadus Okoka (Kabag RBP Biro Rena Polda Papua Barat) didampingi anggota komunitas yang merupakan gabungan dari keseluruhan anggota polisi keturunan Papua.

“Pemberian sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban sesama ditengah situasi Pandemi Covid-19 dan pengurus KNB mengucapkan terimakasi, kiranya niat baik kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” ungkap Kompol Okoka.(rls)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta