Connect with us

Manokwari Selatan

Palang Puskesmas Momi Waren Ditenggarai Hasil Rapid Test dan Status di Facebook

Published

on

MANSEL, JAGATPAPUA.com – Pemalangan Puskesmas Momi Waren oleh keluarga pasien setelah menerima hasil rapid tes reaktif, dan ditenggarai karena singgungan akun di Facebook.

Agus Ainusi anak dari pasien reaktif mengungkapkan kemarahan keluarga muncul pada saat hasil rapit test disampaikan oleh pihak Puskesmas, serta ada seseorang yang memuat di akun Facebook.

Hal itu dikatakan pada pertemuan di Polres Manokwari Selatan, pasca insiden pemalangan. Pertemuan itu turut dihadiri Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran.

Dia mengatakan, orang tua mereka awalnya sakit dan dibawa berobat ke Sorong. Setelah pulang dari pengobatan, mereka melewati pos jaga di wilayah Mansel dan menunjukan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.

Saat melintas, juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Namun saat berada dirumah dan kecapaian lalu dibawa ke Puskesmas Momi Waren untuk diperiksa, karena sakit Puskesmas merujuk untuk dirawat di Manokwari. Kemudian hasil rapid tes menunjukan reaktif.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Momi Waren, Piter Taribaba dihadapan Bupati dan Wakapolres Manokwari Selatan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan tindakan medis sesuai prosedur keselamatan (SOP).

“Diluar daripada itu, seperti menulis di akun Facebook dan lain sebagainya bukan tugas dari medis, silahkan ditelusuri oleh pihak berwajib,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Manokwari Selatan Markus Waran memerintahkan kepada anggota polres Manokwari Selatan untuk membuka palang pintu masuk gedung Puskesmas Momiwaren tersebut.

Akhirnya, atas koordinasi bersama, keluarga pasien, aparat Polres Manokwari Selatan serta BKO Kodim persiapan, membuka palang Puskesmas sekitar pukul 10.49 WIT. Pihak Polres juga menempatkan 4 anggota di bantu personil BKO Kodim untuk menjaga Puskesmas sembari menunggu penyeleaaian persoalan tersebut.(nae)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adat

Ny. Juliana Mandacan Lantik Ketua Tim penggerak PKK 4 Daerah

Published

on

Foto Bersama Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi PB dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Raja Ampat, Jumat (26/2/2021) di Auditorium PKK, Arfai.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Ketua tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, Ny Juliana Mandacan S.Sos melantik 4 Ketua tim Penggerak PKK tingkat Kabupaten, di Provinsi Papua Barat.

Empat Ketua Tim penggerak PKK yang dilantik tersebut yaitu Ketua Tim Penggerak PKK Manokwari Ny Febelina Wondiwoy. Ketua tim penggerak PKK Mansel, Ketua Tim penggerak PKK pegaf dan Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat.

“Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dan pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat dengan tujuan mewujudkan keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa”ungkap Ny Juliana dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Penggerak PKK 4 Kabupaten di Gedung PKK arfai, Jumat ( 26/02/2021 ).

Menurut ia, PKK sebagai mitra kerja pemerintah, berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana kendali dan penggerak untuk terwujudnya 10 program pokok PKK disemua jenjang kepengurusan.

Untuk masa bhakti ketua PKK sudah di atur dalam Permendgari Nomor 36 tahun 2020 tentang peraturan pelaksanaan, dan peraturan presiden nomor 99 tahun 2017 tentang gerakan pembayaan dan kesejahteraan keluarga, dan masa bakti ketua PKK adalah 5 tahun.

” Pembentukan atau pergantian kepengurusan ditingkat kabupaten berdasarkan loyalitas dan kapasitas serta memperkembangkan keberlangsungan program dan kegiatan,” ungkapnya

Juliana menyampaikan selain itu dalam pelaksanaan tugas pasti akan mendapat dukungan dari pembina di daerah, mari kita jaga baik semua kepercayaan dan fasilitas yang diberikan oleh pembina, demikian juga hubungan kemitraan dengan organisasi perangkat daerah ( OPD ) teknis didaerah dalam Pelaksanaan program kerja.

Saya berharap koordinasi dan konsultasi terus dilakukan untuk menjangkau kesulitan pelaksanaan program di lapangan, kesulitan di Kabupaten juga menjadi kesulitan kami di Provinsi, mari kita bergandengan tangan untuk terus bersama mewujudkan keluarga sejahtera dalam wadah PKK dengan semangat ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul

” Sebagai program PKK akan dilakukan pembinaan untuk peningkatan kapasitas ketua tim penggerak PKK, yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April. Kami memohon izin dan dukungan dari ketua Pembina Provinsi dan kabupaten untuk pelaksanaan peningkatan kapasitas ketua tim penggerak PKK se Provinsi Papua Barat,” tutupnya.(JP/alb)

Continue Reading

Adat

Pelantikan Bupati Bintuni, Sorsel, Fak-Fak dan Kaimana Dilakukan Bertahap

Published

on

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mengatakan Pelantikan Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Kaimana dan Fak-Fak akan dilakukan secara bertahap sesuai masa akhir jabatan.

Sedangkan untuk Pelantikan Bupati Kabupaten Teluk Wondama Masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi karena proses sengketa Pilkadanya saat ini masih berlangsung.

“Pikada serentak tahun 2020, di Papua barat dilaksanakan di 9 daerah dan saat ini 4 Bupati dan Wabub terpilihnya sudah dilantik, masih 5 bupati dan Wabub yang belum, khusus Bintuni, Sorsel, Kaimana dan Fak-Fak akan dilantik bertahap sesuai masa akhir jabatan kepala daerah masing-masing. Sedangkan Teluk Wondama masih tunggu outusan MK,”bebernya

Untuk 4 Kabupaten yang Bupati dan wabubnya sudah ditetapkan KPU masing-masing, maka selanjutnya Gubernur mengusulkan ke kemendagri untuk disahkan dan diangkat melalui Putusan Mendagri.

Terkait hal itu maka berdasarkan pasal 164 ayat 1 UU Nomor 10 tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan PP pengganti UU nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Bupati wakil dan bupati dan wali kota dan wakil wali kota menyatakan pelantikannya di ibukota provinsi PB.(JP/me)

 

Continue Reading

Adat

Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Manokwari Tetap Jadi Perioritas

Published

on

Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP,.MH dan Wakil Bupati Manokwari Drs Edy Budoyo.

MANOKWARI,JAGATPAPUA.com– Bupati Kabupaten Manokwari, Hermus Indou mengatakan, Di Masa Pemerintahannya bersama Wakil Bupati Edy Budoyo program peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Manokwari menjadi prioritas.

“ Kegiatan yang menyentuh kesejahteraan masyarakat itu yang perioritas sesuai visi misi kami. Termasuk pelayanan pendidikan dasar, kesehatan, dan juga bagaimana kita memberdayakan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Manokwari,”Ungkap Hermus usai dilantik Gubernur Jumat (26/2/2021) kepada Awak Media di Gedung PKK Provinsi PB, Arfai.

Yang diinginkan bersama adalah masyarakat bisa hidup mandiri dan bisa menghasilkan sesuatu bagi kehidupannya. Mampu berusaha sendiri dengan mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan yang tentunya tidak terlepas dari dukungan pemerintah Daerah Manokwari.

Selain itu, Hermus menambahkan, dalam masa kepemimpinannya yang baru, pihaknya akan melakukan konsulidasi ditingkat pemerintahan manokwari dalam mengevaluasi kinerja baik secara politik maupun pemerintahan.

“Juga terkait kinerja ASN yang ada, karena masa jabatan kita hanya tiga setengah tahun dan kita ingin berlari lebih cepat dengan beberapa program-program unggulan daerah termasuk pembangunan icon kota Manokwari,”tukasnya

Bupati berharap citra Manokwari sebagai ibu kota provinsi bisa dapat diwujudkan, juga sebagai pusat peradaban di tanah papua maka diperlukan peran serta ASN dan OPD terkait. Sebab untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan kerja sama yang baik termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bukan hanya itu, upaya dalam memutus mata rantai Corona juga menjadi penting, yang jelas pemda Manokwari akan bersama-sama pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk hal dimaksud.

“Karena saat ini pandemi Covid-19 menjadi momok bagi seluruh rakyat tapi juga bangsa dan negara. Saya kira ini harus kita berantas, kita atasi, supaya masyarakat bisa menjalani kehidupan sebagaimana biasanya normal kembali, aktifitas ekonomi tetapi juga kehidupan sosial masyarakat bisa kembali normal,”tutup Bupati Indou.(JP/alb)

Continue Reading

Trending

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta