3.3 C
Munich
Rabu, Februari 1, 2023

Meski Tak Rawan, Antisipasi Kebakaran Hutan Di Wilayah Teluk Bintuni Harus Jadi Atensi Bersama

Must read

TELUK BINTUNI,JAGATPAPUA.com— Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat gencar melakukan sosialisasi pencegahan terjadinya kebakaran Hutan di Papua Barat.

Kali ini menyasar Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni “Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tahun 2022 kepada masyarakat”.

Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Kepala Cabang Dinas Kehutanan/CDK Wilayah VI Teluk Bintuni, Charly Boy SH.,MM sekaligus sebagai narasumber. Kasie Perlindungan dan Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Raymon E. Ruamba, S.Hut, Staf Balai PPI dan Karhutla Wilayah Papua Maluku Sucipto, S.Hut yang juga sebagai narasumber.

Sosialisasi yang digelar di Aula CDK Wil VI Teluk Bintuni pada Kamis (10/11/2022) itu diikuti oleh sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari wilayah distrik Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Teluk Bintuni, Charly Boy SH.,MM mewakili kepala Dinas Kehutanan Papua Barat Ir Hendrik Runaweri dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi ini sebagai upaya memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat mengenai pentingnya Hutan bagi kehidupan Masyarakat dan lingkungan.

Charly mengatakan, Kabupaten Teluk Bintuni memiliki hutan lindung sejak 2019 lalu seluas 127 487,00 hektar dari total luasan Hutannya 1.892.509,60 hektar.

Meski Teluk Bintuni Bukan Wilayah yang rawan kebakaran hutan tetapi mengantisipasi harus menjadi atensi bersama.

Ia mengajak seluruh masyarakat agar bersama pemerintah menjaga Hutan.

“Sosialisasikan juga kepada masyarakat yang tidak sempat mengikuti kegiatan sosialisasi ini, sehingga mereka juga bisa paham pentingnya hutan bagi kehidupan,”kata Charly

Pemerintah tidak melarang masyarakat berkebun karena itu bagian dari budaya secara turun temurun. Namun harus berhati- hati juga sehingga tidak berdampak kepada hutan yang luas akibat dari pembongkaran lahan yang dilakukan untuk berkebun.

Dampak dari kerusakan hutan jelas pasti merugikan kita semua. Flora dan fauna yang ada didalam hutan itu akan ikut punah.

“Mari jaga hutan secara bersama sama. Karena hutan adalah milik kita bersama,”ajaknya.

Setiap peserta sosialisasi diberikan atribut berupa kaos bertuliskan stop bakar hutan, dari panitia penyelenggara dinas kehutanan Papua barat.(jp/ask)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta