5.8 C
Munich
Senin, Oktober 25, 2021

Merefleksikan Nilai-nilai Persatuan Melalui Semangat Hari Lahir Pancasila

Must read

MANOKWARI, JAGATPAPUA.com – Wakil Gubernur Papua Barar, Mohamad Lakotani, SH, MSi, memimpin jalannya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dihalaman Kantor Gubernur Papua Barat, Sabtu (1/6/2019).

Wagub saat membacakan amanat dari Plt. Kepala Pembinaan Ideologi Pancasila RI, Hariyono mengenai Peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2019.

“Sebagai Negara bangsa yang inklusif dan tidak chaufinis diperlukan pengelolaan unit kulturan dan unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus di kelola dan dikembangkan untuk membangun, yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat,” kata Wagub.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini sangat penting dalam rangka mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar Negara, sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa.

“Indonesia hadir untuk semua masyarakat dan pancasila adalah rumah bersama, untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati,” sebut Wagub.

Lanjut Wagub, kita Indonesia, kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur.

Diketahui kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan, “Tanah Air Indonesia,“.

Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua Samudera, Pasifik dan India, serta di antara dua Benua, Asia dan Australia, meneguhkan kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai suatu kesatuan.

“Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan Nusantara. Di wilayah Nusantara tumbuh Flora dan Fauna yang beragam, keberagaman secara natural merupakan karakteristik dari ke-Indonesiaan.

Demikian pula secara Antropologis dan Sosiologis keberagaman Ras, Etnis, Agama, Kepercayaan dan Budaya, yang ada di Indonesia, sudah ada sejak masa Pra-Aksara hingga sekarang.

“Pancasila sebagai dasar Negara, Ideology Negara dan pandangan hidup bangsa yang digali para pendiri bangsa, merupakan Anugerah yang dari Tuhan yang Maha Esa buat bangsa Indonesia,” ungkap Wagub.

Berkat Pancasila yang berkeadilan dengan nilai-nilai Inklusifitas, Toleransi dan Gotong Royong, Keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat di rajut menjadi identitas Nasional dalam wada dan slogan, “Bhinneka Tunggal Ika”.

Sesuai pesan Presiden Jokowi, memperingati dan merayakan Hari Kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni, merupakan suatu keniscayaan. Mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar Negara, sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai suatu bangsa.

“Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi itulah kita memperingati hari Kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebangaan Nasional,” tandas Wagub.(me)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article

Hati-hati salin tanpa izin kena UU no.28 Tentang Hak Cipta